
"Kamu tunggu disini aku lihat dulu siapa yang datang",ujar Kaisan diangguki oleh Mika.
"Ya Mas...",jawab Mika menatap punggung lebar sang suami yang berjalan menjauh.
Kaisan menuruni tangga rumahnya dan langsung berjalan menuju pintu utama.Pria itu menyibak gorden untuk mengintip siapa yang datang.
Pria itu mengerutkan keningnya karena seorang pria asing tengah berdiri di depan pintu rumahnya.
"Siapa pria itu?", Kaisan menutup kembali gorden itu.
Karena bel terus berbunyi pria itu membukakan pintu dengan penuh waspada.Takutnya mereka adalah jawaban perampok.
Ceklek
"Selamat malam Pak",ujar pria itu sopan.
"Selamat malam,ada apa ya Pak?",jawab Kaisan.
"Begini Pak,saya mengadakan tasyakuran anak saya.Jadi saya hanya membagikan sendikit makanan untuk warga disini karena kita tak mengadakan pesta.Mohon diterima ya Pak",ujar pria itu mengulurkan dua buah kotak berisi makanan.
"Ah terimakasih ya Pak, semoga anaknya menjadi anak yang--
"Sholeh.Anak saya laki laki Pak",jawab pria itu.
"Iya itu maksud saya", balas Kaisan.
"Mari Pak,sama permisi dulu",jar pria itu hendak pergi.
"Tunggu Pak!",ujar Kaisan meletakan nasi kita itu di sebuah kursi.Kaisan merogoh dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang dan menyelipkan pada tangan pria itu.
"Apa ini Pak",ujar pria itu.
"Sedikit rejeki untuk anak Bapak",ujar Kaisan.
"Tapi Pak--
"Ambil saja,doakan saya dan istri saya juga segera diberikan momongan",ujar Kaisan.
"Terimakasih Pak,saya doakan rejeki Bapak ditambah dan segera diberikan momongan",ujar pria itu.
"Ya Pak,sama sama",jawab Kaisan.
Kaisan kembali menutup pintu dan membawa nasi kotak itu masuk ke dalam dan meletakkannya di dapur.Ia tak berniat memakan makanan yang diberikan oleh orang yang tidak ia kenal.
Setelahnya Kaisan kembali ke kamar dimana sang istri menunggu.
"Siapa Mas?",tanya Mika.
"Tetangga bagi bagi nasi kotak",jawab Kaisan asal.
"Tetangga?", beo Mika.
"Mas tetangga yang mana?,rumah kita saja di komplek elit.Masa ia tetangga kita bagi bagi nasi kotak",ujar Mika merasa ada yang aneh.
Deg
__ADS_1
"Kamu benar juga, tapi--
"Mana nasi kotaknya Mas?",tanya Mika yang merasa aneh dengan kejadian ini.
"Aku letakkan didapur",jawab Kaisan.
"Ayo kita lihat",ujar Mika berjalan keluar kamar menuju dapur diikuti Kaisan dari belakang.
Mika meraih nasi kotak itu dan membukanya, keduanya terkejut saat melihat isi dari kotak itu.
"Sayang ini--
"Aku akan menelfon temanku untuk menjinakkannya",ujar Mika segera mengambil ponselnya.
"Shitt... siapa yang sedang bermain main denganku",geram Kaisan.
Kaisan menatap kotak yang berisi peledak itu dengan hati yang gusar.Tinggal 59 menit lagi benda itu akan meledak.
"Mas... temanku dalam perjalanan kesini,kamu cek cctv yang ada di pintu utama.Kita lacak siapa orang yang mengirim ini pada kita",ujar Mika yang terlihat tenang karena ini sudah biasanya baginya yang sudah berkecimpung dalam hal ini.
"Baiklah.Kamu pastikan temanmu itu datang sebelum benda itu meledak",ujar Kaisan.
"Ya Mas,buruan!",ujar Mika.
"Ya sayang...",jawab Kaisan segera berlari menuju kamar mengambil laptopnya yang terhubung dengan cctv rumah.
Setelah sepuluh menit berlalu akhirnya pasukan penjinak bom datang untuk menjinakkannya peledak itu.Ardi teman Mika langsung meminta bawahannya untuk menjinakkannya peledak itu.
"Mik...kalian memiliki musuh?",tanya Ardi teman Mika yang merupakan pasukan penjinak bom.
"Sayang...ini cctvnya",ujar Kaisan yang turun dari lantai atas mengahampiri sang istri yang sudah bersama petugas dari pasukan penjinak bom.
"Mana Mas?", tanya Mika meraih laptop itu dan langsung melacak siapa pelaku
"Kenalkan aku Ardi, temannya Mika",ujar Ardi pada Kaisan.
"Kaisan... suaminya Mika",jawab Kaisan menyambut uluran tangan Ardi.
"Kamu memiliki musuh, Kaisan.Saya yakin ini bukan teror biasa karena pelaku tak main main dengan mengirimkan peledak ke rumah kalian",tanya Ardi.
"Saya tak memiliki musuh ataupun bermusuhan dengan orang lain",jawab Kaisan.
"Bagaimana Mik,kamu bisa menemukan pelaku?",tanya Ardi pada Mika yang sedang meretas data pribadi pria yang tadi mengirim kotak itu.
"Sedikit lagi",jawab Mika yang tetap fokus pada laptopnya.
"Berhasil...",ujar salah satu anak buah Ardi.
"Huh... syukurlah",gumam Kaisan menghembuskan nafas panjangnya.
Ia tak tau apa yang akan terjadi jika saja sang istri tak jeli.Mungkin saja saat ini ia dan sang istri hanya tinggal nama.
"Ketemu...",ujar Mika.
"Siapa pelakunya sayang?",tanya Kaisan segera mengahampiri sang istri.
__ADS_1
"Ini...",ujar Mika menunjukkan sebuah foto pada Kaisan.
"Brengsek...", umpat Kaisan.
"Kamu mengenalnya?",tanya Ardi.
"Ya..", angguk Kaisan.
"Siapa?", tanya Mika.
"Dia-- ayah dari Jeje",jawab Kaisan.
"Kita permisi dulu Mik, untuk menangkap pria ini",ujar Ardi.
"Ya Di, terimakasih banyak", jawab Mika.
"Ya...", jawab Ardi pergi dari kediaman Kaisan dan Mika.
"Mas...apa yang terjadi sehingga pria itu melakukan hal mengerikan seperti ini", tanya Mika saat Ardi telah pergi dari kediaman mereka.
"Aku menangkap Jeje,karena sudah merencanakan sesuatu sama kamu.Dia berencana menculik kamu sebelum kita menikah dan akan membuat kamu di tiduri banyak pria agar aku jijik sama kamu dan membatalkan pernikahan kita",jawab Kaisan.
"Kamu apakan Jeje Mas?", tanya Mika.
"Diana yang tau kelanjutannya setelah anak buahku membalas wanita itu",jawab Kaisan.
"Hufff..."
"Maafkan aku", lirih Kaisan..
"Ya...aku tau bagaimana kamu dan Kakak kamu jika wanita kalian sudah di usik",jawab Mika yang tak marah apa yang dilakukan oleh sang suami meski ia sedikit kecewa dengan prianya itu.
***
"Saya permisi dulu Pak Kalen,maaf sedikit malam mengantarkan Kaira pulang",ujar Faris.
"Ya...",jawab Kalen.
"Saya permisi dulu Pak,Nona Dea dan Kaira",ujar Faris.
"Ya Faris, terimakasih telah mengantarkan Kaira pulang ya",jawab Dea.
"Ya Nona",jawab Faris lalu kembali memasuki mobilnya dan meninggalkan kediaman Kalen.
"Kaira besok Mama dan Papa akan kesini untuk membahas perjodohan kamu dengan pria yang sudah kami pilihkan untukmu", ujar Kalen.
"Kak aku masih ingin kuliah",jawab Kaira.
"Kalian akan bertunangan lebih dahulu agar kalian saling mengenal lebih jauh",ujar Kalen.
"Tapi--
"Masuklah ke kamarmu!",ujar Kalen.
"Ya Kak",jawab Kaira.Ia akan menghubungi Faris untuk melaksanakan rencana mereka.
__ADS_1
****************