
Kaira menatap hamparan lautan lepas dari kamar hotel yang mereka sewa.Wanita yang memakai gaun tidur tipis itu merentangkan kedua tangannya menikmati angin yang berhembus menerpa wajahnya.
Dari dalam kamar Faris menyunggingkan senyumannya melihat sang istri yang tampak begitu bahagia.Pria yang hanya bertelanjang dada itu melangkah menghampiri sang istri.
"Mau Diving?",tanya Faris memeluk Kaira dari belakang lalu melabuhkan sebuah kecupan di bahu polos sang istri.
"Iya.Mau",jawab Kaira.
"Ayo ganti pakaian kamu",ujar Faris diangguki Kaira.
Kedua melakukan diving menikmati alam bawah lain Maldives.Kaira tampak begitu antusias dengan mata berbinar melihat ciptaan Tuhan yang begitu sangat indah.
Wanita itu juga mengabadikan apa yang ia temui dengan kamera khusus.Melihat itu Faris tersenyum lebar melihat antusias dari sang istri.
Kaira kembali ke atas lalu melepaskan oksigennya di ikuti Faris."Sumpah... indah banget",pekik Kaira.
"Kamu senang?",tanya Faris ikut melepas oksigen yang ia gunakan.
"Huummm...aku mau berenang",ujar Kaira.
"Naik dulu sayang untuk lepas tabung oksigennya", sambung Faris.
"Ya....", angguk Kaira.
Kaira kembali menceburkan dirinya ke dalam lautan untuk berenang.Wanita itu sangat bersemangat dan sesekali berteriak kesenangan.Meski ia terlahir dari keluarga konglomerat tapi ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kakinya pulau yang begitu indah itu.
"Jangan lama lama sayang,nanti kamu kedinginan",teriak Faris.Pria itu tak ikut berenang dan hanya duduk di pinggiran mengawasi sang istri.
"Iya Mas", teriak Kaira.
Setelah selesai puas berenang Kaira kembali naik lalu membersihkan tubuh dikamar mandi.Sedangkan Faris sudah selesai lebih dulu dan duduk di sofa bermain ponsel memesan makan siang untuk mereka.Setelah itu ia kembali mematikan ponselnya.Ia tak ingin honeymoonnya dan sang istri terganggu.
"Mas..."
__ADS_1
"Sini!",ujar Faris meminta Kaira untuk duduk diatas pangkuannya.
Dengan malu malu wanita yang memakai gaun tipis itu duduk diatas pangkuan Faris.Ini untuk pertama kalinya baginya dan itu sukses membuatnya berdebar.
"Dingin,hm?",tanya Faris melingkarkan tangannya di pinggang Kaira lalu memeluk erat tubuh sang istri.
"Ya...tapi sangat seru",jawab Kaira dengan mata berbinar.
Cup
Faris mengecup sekilas bibir sang istri karena gemas dengan wajah Kaira yang menurutnya lucu.
"Mas mana makanannya?",tanya Kaira.
"Sebentar lagi sampai sayang.Sabar ya",jawab Faris.
"Huummm..."
Dan benar saja pintu kamar mereka diketuk dari luar.Faris memindahkan Kaira dari atas pangkuannya lalu bangkit dari duduknya.
Kaira langsung melompat ke tempat tidur lalu menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
Setelah makanan ditata oleh pelayan hotel dan pelayan itu telah pergi Kaira segera berhamburan ke meja makan.Ia sangat lapar sekarang dan ia tak peduli dengan tanggapan Faris tentang dirinya, yang penting perutnya keisi.
Faris terkekeh melihat sang istri yang makan dengan lahapnya."Makan yang banyak sayang karena kamu membutuhkan tenaga untuk ritual kita setelah ini",ujar Faris mengerling nakal.
"Ish...mesum", gerutu Kaira disela suapannya.
"Hahahaha...hanya sama kamu",jawab Faris.
Kaira tak menanggapi dan melanjutkan memakan makanannya mengabaikan Faris yang terus menatapnya.
Setelah selesai Kaira duduk di sofa sementara Faris melakukan meeting online.Bukan ia tak menghargai momen honeymoonnya malah ia sebenarnya tak ingin diganggu.Tapi ini sangat mendesak dan tak bisa di wakilkan pada sekretarisnya.
__ADS_1
Kaira juga tak mempermasalahkan,dia malah sangat mengerti jika suaminya itu tengah mengembangkan perusahaannya.Jadi ia mendukung apapun itu.
***
"Lagi apa,hm?",tahta Faris menghampiri sang istri yang sedang duduk di kursi yang menghadap ke pantai.Pria itu baru saja selesai melakukan meetingnya.
"Gak ada duduk aja Mas, sudah selesai?",tanya Kaira.
"Sudah..maaf mengabaikanmu",jawab Faris duduk berjongkok dihadapan sang istri.
"No problem Mas",ujar Kaira.
Faris berdiri dari duduknya lalu mengangkat tubuh sang istri membawanya kembali masuk kedalam kamar.Pria itu merebahkan tubuh sang istri diatas ranjang.
"Boleh?",tanya Faris menatap sang istri.
Kaira mengangguk pelan membuat Faris senang bukan main.Pria itu begitu sangat kecanduan akan tubuh sang istri.
"Aku ingin sepulang dari sini kamu hamil anakku,baby", bisik Faris disela cumbuannya.
Kaira tak menjawab,wanita itu tengah menikmati apa yang di lakukan suaminya pada tubuhnya.
Sementara itu di tempat lain, seorang pria tengah memasak sambal pete permintaan sang istri.Makanan yang paling tidak dia sukai.Tapi sang istri malah memintanya membuatkannya.
"Hmmm wangi",ujar Mika.
Kaisan tersenyum lalu mematikan kompor dan menyalin masakannya ke mangkuk kecil."Semoga kamu suka ya sayang",jawab Kaisan.
"Suka kok Mas,dari baunya ada wangi",ujar Mika.
"Wangi dari mananya?",batin Kaisan dalam hati mana berani dia mengatakan langsung jika tak mau sang istri mengamuk.Apalagi hormon ibu hamil itu naik turun.
"Makan kalau begitu sayang!",ujar Kaisan.
__ADS_1
"Ya Mas...",jawab Mika.
...****************...