Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Mual


__ADS_3

Satu bulan kemudian...


Kaira memuntahkan isi perutnya untuk yang kesekian kalinya.Tubuhnya benar benar lemas saat ini.Wajahnya terlihat kuyu dan juga pucat karena setiap makanan yang masuk kembali ia muntahkan.


"Ya ampun Non.Non Kaira pucat sekali,Bibik telepon Tuan ya Non",ujar Bik Sum yang mengusap punggung Kaira yang memuntahkan isi perutnya di westafel yang ada didapur.


"Jangan Bik,Mas Faris lagi ada meeting penting.Bibik telepon Mama Arita saja, nomornya ada di buku telepon",jawab Kaira.


"Baiklah...ayo Bibik bantu duduk di sofa Non", ujar Bik Sum memapah Kaira untuk duduk di sofa ruang tengah.


"Sebentar ya Non, Bibik telepon Nyonya dulu",ujar Bik Sum diangguki Kaira.


Kaira menyandarkan tubuhnya di sofa lalu memejamkan kedua matanya.Tubuhnya terasa lemas dan tak bertenaga saat ini.Yang ia butuhkan hanyalah istirahat untuk memulihkan tenaganya.


"Non,Nyonya lagi di luar kota, bagaimana ini?",tanya Bik Sum dengan raut wajah penuh kekuawatiran.


"Gak apa apa Bik,aku istirahat sebentar ya",jawab Kaira meringkuk tidur disofa panjang itu.


"Tidur dikamar ya Non,Bibik bantu",ujar Bik Sum.


"Gak usah Bik,mata aku berat sekali mau tidur",gumam Kaira yang sudah memejamkan kedua matanya.


Bik Sum masuk ke ruang cuci mengambil selimut yang kemarin baru selesai ia cuci lalu menyelimutkannya pada Kaira yang sudah tertidur pulas.


Bik Sum kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda dan membereskan piring diatasi meja makan.Tadinya Kaira sempat makan beberapa suap tapi kembali memuntahkan makanannya itu kembali.


Tak lama ponsel Kaira yang ada di meja makan berdering.Tampak Faris menghubunginya,Bik Sum ragu untuk mengangkat panggilan itu.Ia tak ingin lancang menjawab telepon majikannya itu.


Ponsel itu terus berdering hingga beberapa kali.Entah panggilan ke berapa Bik Sum mengangkat panggilan itu.


"Hallo Tuan..."


"Bik Sum.Kaira mana Bik",tanya Faris.


"Anu Tuan.Non Kaira lagi tidur karena tadi muntah terus hingga terlihat pucat.Maafkan Bibik yang--


Tuttt


Bik Sum menggeleng pelan karena sambungan telepon tiba tiba terputus begitu saja.

__ADS_1


Ia kembali keruang cuci untuk menjemur pakaian yang bari saja selesai ia cuci.


Tak lama terdengar bel dari luar,Bik Sum segera membukakan pintu.


Ceklek


"Mana Kaira Bik", Faris langsung masuk begitu saja.


"Tidur diruang tengah Tuan",jawab Bik Sum.


Faris langsung menuju ruang tengah, hatinya terenyuh melihat wajah pucat sang istri yang tertidur pulas.


"Maafkan Bibik Tuan,Non Kaira melarang Bibik untuk menghubungi Tuan",ujar Bik Sum.


"Ya Bik",angguk Faris.


Faris menggendong tubuh Kaira untuk memindahkannya ke kamar mareka.Ia tak tega melihat sang istri tidur meringkuk diatas sofa.


"Ngghhh...",lenguh Kaira saat Faris menidurkan wanita itu di atas tempat tidur.


"Maaf...Mas membuat kamu bangun", ucap Faris saat Kaira membuka kedua matanya.


"Kenapa melarang Bibik untuk menelepon Mas,hm?",tanya Faris balik.


"Kamu kan ada meeting penting,aku gak mau ganggu kamu Mas",jawab Kaira.


"Kamu jauh lebih penting untuk Mas sayang",ujar Faris.


"Masih mual?",tanya Faris mengusap lembut rambut Kaira.


"Sedikit, masih bisa aku tahan Mas.Kamu kenapa kusut kayak gini?",tanya Kaira melihat penampilan Faris yang sudah acak acakan.Dasi pria itu tak ada lagi dan kancing bajunya terlepas bagian atasnya.


"Menurut kamu,hm?",tanya Faris.


Kaira menggeleng pelan sebagai jawabannya,rasanya mualnya mulai mereda.


"Mas kuawatir sama kamu sayang, takutnya kamu pingsan lagi",ujar Faris.


"Kalau aku gak tidur di sofa mungkin benar aku pingsan Mas",jawab Kaira.

__ADS_1


"Bagaimana mana dengan meeting kamu Mas?",tanya Kaira.


"Lancar sayang",jawab Faris.


"Kita ke dokter ya,minta obat pereda rasa mualnya",ujar Faris.


"Nanti siang aja Mas,aku lemas banget",jawab Kaira.


"Kamu gak balik ke kantor Mas?",tanya Kaira.


"Enggak...udah ada Geovano",jawab Faris.


"Kebiasaan kamu Mas",ujar Kaira.


"Apa gunanya dia sebagai asisten sayang",jawab Faris.


"Mas ganti baju dulu ya",ujar Faris turun dari ranjang lalu melangkah menuju lemari pakaian untuk mengambil pakaian gantinya lalu menggantinya dihadapan sang istri.


Pria itu tak malu sama sekali mengganti pakaiannya dihadapan sang istri karena baginya tak ada perlu nya lagi untuk malu karena istrinya sudah melihat semua yang pada tubuhnya.


Faris meletakan pakaian kotornya dikeranjang pakaian kotor lalu kembali duduk di tepi ranjang tepatnya disebelah sang istri.


"Mau makan apa,biar Mas masakin",ujar Faris.


"Gak ada Mas,nanti yang ada kembali muntah",jawab Kaira.


"Kamu harus makan sayang.Atau Mas buatkan susu saja ya",ujar Faris.


"Iya Mas,aku juga belum minum susu.Gak tau nantinya muntah apa enggak nya",jawab Kaira.


"Tunggu sebentar,Mas buatkan dulu",jawab Faris meletakan ponselnya diatas nakas lalu melangkah ke luar kamar.


Kaira meraih ponsel Faris lalu membukanya,wanita itu tersenyum melihat foto dirinyalah yang menjadi wallpaper ponsel sang suami.Kaira membuka aplikasi game miliknya di ponsel Faris lalu memainkannya.


"Sayang,ayo minum susunya dulu",ujar Faris saat memasuki kamar.


"Iya...", angguk Kaira yang sudah duduk bersandar di kepala tempat tidur bermain game.


Kaira meletakkan ponsel itu lalu meminum susunya hingga setengah gelas.Wanita itu masih terlihat pucat membuat Faris iba melihatnya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2