Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Kekesalan Kalen


__ADS_3

"Tapi...akan banyak pria yang masih saja mendekatimu sayang",ujar Kalen.


"Hahahaha...dulunya saja ogah,kini bucin akut",ledek Kaisan.


"Bukan urusanmu...",ketus Kalen.


"Sudah...ayo kita berangkat!.Nanti kita telat",ujar Marisa melerai keduanya.


Kalen menarik pergelangan tangannya menuju mobilnya.


"Kak aku nebeng ya...",ujar Kaira.


"No...pakai mobilmu sendiri Ra",jawab Kalen.


"Ishhh...pelit", sungut Kaira.


"Ra...bareng Kakak aja", teriak Kaisan.


"Ya Kak..."


Dea merasa tak enak hati dengan iparnya itu karena penolakan sang suami."Kak...biarkan saja Kaira ikut mobil kita",ujar Dea saat telah di dalam mobil.


"Gak sayang...mobil ini khusus aku beli untuk kamu,hanya kamu yang aku izinkan menaikinya",jawab Kalen mulai menjalankan mobilnya.


"Kak...ini terlalu berlebihan",ujar Dea.


"Tidak jika untukmu sayang",jawab Kalen.


Dea menggeleng pelan melihat kelakuan aneh Kalen.Makin kesini sifat suaminya itu makin posesif padanya.


Setelah menempuh setengah jam perjalanan mereka akhirnya sampai ditempat acara dimana pertunangan Aris diadakan.


"Hati hati sayang",ujar Kalen membantu Dea turun dari mobil.


Kalen menggandeng Dea memasuki gedung dimana keluarganya sudah menunggu kedatangannya di loby gedung.


"Lama banget sih Kak", sungut Kaira.


"Wajar Ra,Kakak kamu Dea lagi hamil nggak mungkin Kalen bawa mobilnya ngebut",ujar Rendra.


"Ayo...",ujar Kalen berjalan mengenggam tangan Dea mendahului yang lainnya mengabaikan pertanyaan sang adik.


"Kakak...ih", sungut Kaira karena di abaikan oleh Kalen.


"Sudah dek... ayo!",ujar Kaisan.


Dea tersenyum tipis melihat sang sahabat yang juga tersenyum padanya.Dea mengahampiri Aris dengan tangannya masih di genggam erat oleh Kalen.


"Selamat ya Ris dan Dokter Shasa,maaf sedikit telat",ujar Dea.

__ADS_1


"Ya...sama sama Dee.Kamu dan Pak Kalen datang saja kami sudah bersyukur apalagi ini sekeluarga",jawab Aris tersenyum melihat kedatangan keluarga Atmaja di hari pertunangannya.


"Selamat ya Ris...",ujar Rendra.


"Makasih Pak...",jawab Aris.


"Om...panggil Om saja,kamu temannya Dea kan?.Tak perlu panggilan formal jika diluar pekerjaan",ujar Rendra.


"I-iya Om",jawab Aris.


"Selamat datang Bapak,Ibu... silahkan dinikmati hidangannya",ujar ibu Aris.


"Iya Jeng...",jawab Marisa.


"Ibuk...",ujar Dea memeluk ibu dari Aris.


"Dee...ini kamu nak?, masaallah cantik sekali,ibu jadi pangling",ujar Ibu Aris menangkup pipi Dea.


"Iya Buk.Ibuk sehat?,maaf sekarang udah jarang ke rumah",jawab Dea.


"Alhamdulillah Nak...kamu lagi isi ya?", tanya Ibu Aris yang melihat tubuh Dea yang sedikit berisi.


"Alhamdulillah Buk",jawab Dea.


"Dijaga ya Nak!",ujar Ibu Aris.


"Insyaallah Buk", jawab Dea.


"Iya gak apa apa",jawab Marisa tersenyum tipis.


"Mari silahkan duduk...!",ujar Ibu Aris dengan sopan.


"Ya Jeng...",jawab Marisa.


"Sayang kita duduk disana!",ujar Kalen membawa Dea duduk di salah satu meja.


"Ya Kak...",jawab Dea mengikuti langkah Kalen.


"Hai...Dea",ujar seseorang menghampiri Dea.


"Fira...",Dea tersenyum lebar melihat kedatangan teman kerjanya dulu.


"Kenapa gak kerja lagi, sepi loh gak ada kamu",ujar Fira yang ditatap tajam oleh Kalen.


"Oh itu aku--


"Ehemm..."


Fira terkejut bukan main siapa yang saat ini menatapnya tajam."P-pak Ka-kalen...",lirih Fira terbata bata.

__ADS_1


"Dea--


"Kenalkan...ini suamiku",ujar Dea.


"A-APA...?",pekik Fira dengan mata membola.


"Kenapa Fir?", tanya Dea.


"Kenapa kamu gak bilang jika suami kamu adalah big bos", bisik Fira.


"Hehehe... kenapa memangnya?",tanya Dea terkekeh pelan.


"Gak--,aku permisi dulu ya.Saya pamit Pak",ujar Fira tersenyum canggung pada Kalen dan berlalu pergi.


"Hmmmm"


"Kak...kamu kenapa sih?, datar gitu?",tanya Dea.


"Hmmmm"


Dea mengehela nafas panjang melihat sifat datar sang suami.Wanita hamil itu tersenyum tipis pada pelayan yang menghantarkan makanan pada meja mereka.


Hal itu membuat Kalen kesal karena pelayan itu diam diam mencuri pandang pada Dea."Bekerjalah dengan benar atau kau akan kehilangan pekerjaanmu detik ini juga",ujar Kalen dengan tatapan tajam.


Deg


"Kak--


"Maaf Tuan...",jawab pelayan itu segera pergi.


"Kak... kamu kenapa sih?",tanya Dea.


"Dia menatapmu sayang dan aku tak suka.Ditambah kamu tadi senyum padanya",jawab Kalen.


"Kak...dia punya mata untuk--


"Senyuman kamu cuma untukku.Jadi jangan lagi--


"Kak...aku senyum sama pelayan tadi sebagai ucapan terimakasih sudah mengantarkan makanan untuk kita",jawab Dea.


"Gak perlu sayang...",ujar Kalen.


"Ck posesif...", jawab Dea.


"Kamu terlihat sangat cantik malam ini sayang.Wajar jika banyak pria disini diam diam mencuri pandang sama kamu",ujar Kalen dengan raut wajah kesalnya.


"Kak...aku--Dea menghentikan ucapannya saat beberapa pria memang menatapnya.


Kalen merapatkan duduknya pada Dea dan merangkul pinggang langsing sang istri membuat pria yang menatap Dea memalingkan tatapannya.

__ADS_1


"Dea..."


...****************...


__ADS_2