Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
#231


__ADS_3

Kaira keluar dari kelasnya setelah dosennya keluar lebih dahulu.Gadis itu hanya memiliki satu kelas hari ini.Ia berencana akan ke kantor Faris yang tak jauh dari kampusnya setelah ini.


Gadis dengan rambutnya yang diikat ekor kuda itu menarik perhatian beberapa orang karena penampilannya yang biasa saja berbanding terbalik dengan mahasiswi lainnya yang berpenampilan modis.


Tring


Mas Faris is calling...


"Iya Mas..."


"Sudah selesai kelasnya?",tanya Faris.


"Sudah...hari ini cuma ada satu kelas.Kamu dikantorkan,aku mau kesana Mas", jawab Kaira.


"Mas lagi diluar dan baru saja selesai meeting sama teman Mas yang dari Singapura itu.Kalau gitu Mas jemput saja sekalian ke kampus kamu ya",ujar Faris.


"Katanya meetingnya siang",jawab Kaira.


"Teman Mas majukan meetingnya", balas Faris.


"Gimana sukses meetingnya Mas?",tanya Kaira.


"Alhamdulillah... berkat doa kamu sayang",jawab Faris.


"Apaan sih Mas,itu juga berkat usaha kamu Mas",ujar Kaira.


"Iya doa kamu sama usaha Mas.Kamu tunggu digelar gerbang ya!,Mas sudah mau jalan ke sana",jawab Faris.


"Iya... hati hati ya Mas",ujar Kaira.


"Iya sayangnya Mas",jawab Faris membuat pipi Kaira bersemu merah.


"Mas tutup dulu teleponnya ya sayang", sambung Faris.


"I-iya Mas",jawab Kaira gugup.


Tut.


Kaira menghembuskan nafas panjangnya dengan bibir tersenyum tipis.Kata kata Faris membuatnya begitu bahagia.Pria itu sungguh pandai membuatnya berbunga-bunga.


Kaira menyimpan kembali ponselnya kedalam tas nya dan bergegas berjalan menuju gerbang.Ia tak ingin Faris menunggu lama karena jarak kelas dengan gerbang cukup jauh.


"Kaira kan?",ujar seseorang yang mengehentikan laju motornya sportnya.

__ADS_1


Kaira yang hampir sampai gerbang menghentikan langkah panjangnya menatap seseorang yang menyapanya.Gadis itu mengerutkan keningnya karena wajah orang itu begitu familiar di baginya.


"Tidak ingat saya lagi?,Saya Hadi...teman--


"Oh...",jawab Kaira kembali melanjutkan jalannya membuat pria itu kesal.Untuk pertama kalinya ia di abaikan perempuan, biasanya perempuan yang mengejarnya karena ia merupakan anak pemilik kampus dan juga salah satu dosen di kampus ini.


Kaira menggerutu kesal karena ia kembali bertemu dengan pria yang paling di cemburui kekasihnya Faris.


"Mau saya antar?",tanya pria itu yang masih kekeuh mendetekati Kiara meski gadis itu mengabaikannya.


"Terimakasih Kak,saya dijemput",jawab Kaira dengan wajah datarnya.


"Sama siapa?, Dokter Kalen?.Dia kan lagi--


"Sama tunangan saya",jawab Kaira ketus menatap jalanan berharap Faris segera datang karena ia sangat malas menghadapi pria yang ada disebelahnya ini.


"Kayaknya--


Tin tin tin


Kaira langsung berjalan menuju mobil Faris yang baik saja datang.Namun Faris turun dari mobilnya menatap tajam pria yang duduk diatas jok motornya yang juga menatapnya penuh permusuhan.


Faris menghampiri pria itu."Di kampus ini banyak gadis bukan?.Apakah kamu tidak laku sehingga menganggu calon istri orang lain?. Sekali lagi gue melihat Lo mendekati Kaira lagi maka gue pastikan Lo lupa cara bernafas dengan baik setelahnya",ujar Faris penuh intimidasi lalu menepuk keras pundak pria berkacamata itu.


Faris meninggalkan pria itu yang tampak mengepalkan kedua tangannya."Lo takut Kaira jatuh hati sama pesona gue?", teriak pria itu.


Setelah memastikan Kaira duduk dengan nyaman Faris menutup kembali pintu mobil dan ikut masuk kedalam mobil melalui pintu kemudi.


Kaira menghembuskan nafas berat,niat hati pindah kampus menghindari Deril,kini ia bertemu dengan pria bebal seperti Hadi.Dia ingin kuliah dengan nyaman tanpa ada yang menganggunya.Tapi sepertinya tak sesuai ekspektasinya.


"Mas..."


"Hmmmm"


Kaira menghembuskan nafas panjang,ia yakin saat ini Faris pasti sangat kesal dan juga cemburu.


"Kamu marah sama aku?",tanya Kaira menatap sang kekasih yang fokus menyetir.


"Tidak...",jawab Faris datar.


Kaira memijit pangkal hidungnya, pria disebelahnya mengabaikannya.Kaira melirik Faris yang hanya datar saja dan fokus pada jalanan mengabaikan dirinya.


Tak lama mobil mereka berhenti disebuah ruko berlantai tiga yang menjadi kantor Faris.Pria itu turun dari mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Kaira.

__ADS_1


"Mas..."


"Kita bicara diruanganku nanti",ujar Faris menarik pergelangan tangan Kaira lalu membawanya masuk kedalam kantornya.


Faris membawa Kaira menuju ruangannya yang ada dilantai tiga.Keduanya memasuki ruangan yang berukuran 4x5 itu.


"Duduklah...!",ujar Faris.


"Kamu marah sama aku?", tanya Kaira menatap sang kekasih.


"Tidak...aku hanya kesal saja.Maaf mengabaikanmu", jawab Faris tersenyum tipis.


Bukan Faris bermaksud mengabaikan sang kekasih,ia tak ingin menyakiti sang kekasih disaat ia sedang emosi.


"Iya...", jawab Kaira lirih.


"Mas gak marah sama kamu sayang,jangan bersedih kayak gini",ujar Faris membawa Kaira kedalam pelukannya.


"Aku muak dengannya Mas",jawab Kaira yang membenamkan wajahnya di dada bidang Faris.


"Yang penting kamu tidak menggubrisnya",ujar Faris mengurai pelukannya.


"No...dia bukan tipeku",jawab Kaira tegas.


"Lalu tipe kamu kayak apa,hm",goda Faris.


"Kayak kamu Mas",jawab Kaira malu malu membuat Faris terkekeh kecil


"Oh ya...?,Mas sangat mencintaimu",ujar Faris diangguki Kaira.


"Mas..."


"Iya...ada ada sayang?",tanya Faris.


"Ada yang bisa aku bantu?",tanya Kaira.


"Tidak ada sayang.Katanya kamu mau lihat lihat kantor Mas",jawab Faris.


"Nanti saja Mas", balas Kaira.


"Gimana hari pertama kamu kuliah tadi?", tanya Faris.


"Gak ada yang istimewa, biasa saja",jawab Kaira.

__ADS_1


"Oh..."


...****************...


__ADS_2