
Kaira membuka perlahan kedua matanya, badannya terasa begitu remuk saat ini karena dua jam lebih suaminya menggempurnya habis habisan.Wanita itu perlahan mendudukkan tubuhnya dan bersandar di dasboard tempat tidur sembari mengeratkan selimut dibagian dada menutupi tubuh polosnya.
Ia tidak menemukan keberadaan pria yang sudah membuatnya seperti ini.Kakinya terasa seperti jeli saat ini.Kaira ingin sekali membersihkan tubuhnya tapi kakinya tak mampu menopang tubuhnya.Apalagi ia melewatkan jam makan siangnya karena ketiduran.
Ceklek
Pintu kamar terbuka tampak Faris memasuki kamar dengan membawa nampan berisi makanan untuk sang istri.
"Kamu sudah bangun sayang?",tanya Faris meletakkan nampan itu diatas nakas.
"Ya..",jawab Kaira lirih.
"Mau mandi?",tanya Faris.
"Iya...tapi kakiku--
Faris menyibak selimut Kaira lalu menggendong tubuh polos wanitanya itu menuju kamar mandi dan menurunkan di bawah shower.
Bohong jika ia tak tergoda dengan tubuh polos Kaira saat ini tapi ia sadar jika sang istri kelelahan saat ini dan ia tak ingin sang istri pingsan melayani hasratnya.
"Gak usah berendam ya,kamu belum sholat kan?",ujar Faris lembut diangguki Kaira lalu segera meninggalkan istrinya itu sebelum ia kembali menyerang Kaira lagi.
Sesampainya di kamar Faris mengerang pelan.Ia bukanlah pria hyper sexs tapi ia tak akan pernah tahan melihat keindahan tubuh sang istri yang sudah membuatnya candu.
"Ayolah boy,jangan lagi merengek",gumam Faris saat merasakan miliknya yang sudah kembali on.
Faris menuju dapur dan mengambil air dingin didalam kulkas lalu menegaknya setengah.Berharap adik kecilnya bisa kembali tenang.Jika dulu ia akan memilih bersolo ria tapi kini ia tak ingin lagi membuang-buang bibit premiumnya itu.Ia lebih suka membuangnya dirahim sang istri dan berharap salah satu bibitnya itu tumbuh di rahim Kaira.
Merasa sedikit lebih tenang, Faris kembali ke kamar dan mendapati sang istri yang sedang melaksanakan sholat.Pria itu duduk di salah satu sofa karena tadi ia sudah sholat sendirian karena sang istri yang tidur dengan pulas.
__ADS_1
"Selesai?",tanya Faris diangguki Kaira.
"Makan dulu sayang,kamu pasti sangat lapar bukan?", sambung Faris mengambil nampan berisi makanan dan membawanya ke meja sofa.
"Mas Mama--
"Mama sudah pulang sayang",jawab Faris.
"Hah?,aku jadi malu sama Mama, beliau kesini aku malah asyik--
"Mama mengerti kok sayang, beliau kan juga pernah muda kayak kita",ujar Faris.
"Ish...ini gara gara kamu ya Mas", sungut Kaira.
"Tapi kamu gak nolak juga kan,lalu kenapa hanya Mas yang salah sayang",goda Faris.
"Hahaha...tapi ngengenin kan",gelak Faris.
"Gak tuh",jawab Kaira.
"Yakin... besok Mas ke luar kota loh, yakin nih gak akan ada yang kangen",ujar Faris.
"Kamu ke luar kota besok kok gak bilang bilang sih Mas?",jawab Kaira.
"Kan udah Mas bilang barusan,katanya gak akan kangen juga kan ",ujar Faris.
"Ish...aku kesal sama kamu",jawab Kaira beranjak dari duduknya namun sebelum itu terjadi Faris lebih dulu menariknya hingga duduk diatas pangkuan pria itu.
"Mau kemana,hm?",tanya Faris memeluk pinggang sang istri dengan begitu erat.
__ADS_1
"Aku kesal sama kamu Mas",rajuk Kaira.
"Hehehe...Mas keluar kota hanya satu hari sayang,itu juga pulang pergi.Mana mau Mas ninggalin istri cantik dan sexy Mas lama lama",ujar Faris mengecup bibir Kaira dengan lembut.
"Benaran?",tanya Kaira.
"Iya sayangnya Mas",jawab Faris.
"Besok kamu mulai kuliah kan?",tanya Faris.
"Iya...",angguk Kaira.
"Jangan nakal, mengerti",ujar Faris.
"Enggak...", geleng Kaira membuat Faris terkekeh geli melihat tingkah Kaira yang menurutnya lucu.
"Mas sangat mencintai kamu sayang,jadi mari kita saling jaga kepercayaan kita masing-masing",ujar Faris menangkup pipi sang istri dengan kedua tangannya.
"Aku juga Mas,kamu jangan kegenitan sama karyawati kamu ya",jawab Kaira.
"Tidak akan akan sayang.Mas hanya akan melirik kamu karena Mas pakai kaca mata kuda dari dulu",ujar Faris.
"Aku sayang sama kamu Mas",ujar Kaira memeluk sang suami dengan begitu erat.
"Mas juga sayang, bahkan lebih dari yang kamu tau", bisik Faris.
...****************...
Manis sekali.meleleh aku
__ADS_1