Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Ancaman Mama Arita


__ADS_3

Sesampainya di kamar Kaira menggemaskan tubuhnya diatas tempat tidur.Ia menyentuh bibirnya yang tadi di cium Faris.Gadis itu masih bisa merasakan lembutnya ciuman Faris dibibirnya.


"Huffhhh...apa yang aku pikirkan",gumam Kaira.


Drt drt drt


Kak Faris:


Ingat!.Jangan keluar rumah dengan pakaian seperti tadi lagi,atau aku akan menghukummu lebih dari yang tadi aku lakukan padamu.


"Dasar tukang atur...",kesal Kaira.


"Sudah seenaknya nyium gue, ninggalin jejak lagi.ah...pengen tak ihhh...tuh orang",gerutu gadis itu tak ada hentinya.


Suka suka aku mau pakai pakaian apa,gak ada urusannya sama Kak Faris


Kaira melempar asal ponselnya dan mematut dirinya didepan cermin apakah seseksi itu pakaiannya sehingga Faris marah besar padanya.


Pakaian yang ia kenakan memang berpotongan dada rendah sehingga belahan dadanya sedikit terlihat dan juga lekuk tubuhnya yang begituan terlihat karena gaun yang ia kenakan begitu ngepas ditubuh langsingnya.


Tatapan Kaira berhenti pada bekas merah kebiruan pada lehernya.Gadis itu menyentuh bekas yang biasanya disebut kismark itu dengan perlahan.


Ia tau arti dari bekas itu pada lehernya,tanda kepemilikan pria itu pada dirinya.Tapi Kaira masih ragu dengan pria itu yang masih menyimpan perasaan pada Mika,Kakak iparnya.


Sementara itu di mobil Faris membuka dan membaca balasan pesan dari Kaira.Pria itu meremas ponselnya dengan rahang yang mengetat.


"Gadis itu...",geram Faris melempar asal ponselnya di jok mobil.


Tak lama mobilnya sampai dieperusahaan,pria itu langsung turun dan memasuki kantor.Sifat datarnya kini mendominasi semenjak kegagalan cintanya pada Mika.


"Maaf Pak,tadi ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda",ujar resepsionis saat Faris akan memasuki lift.


Faris mengerutkan keningnya "Siapa?",tanya Faris.


"Namanya Ayuni, katanya kekasih anda",jawab resepsionis itu.


"Ada dimana dia sekarang?", tanya Faris.


"Sudah pergi Pak",jawab resepsionis itu.


"Hmmm terimakasih",ujar Faris lalu berjalan memasuki lift.


"Apa yang diinginkan wanita itu sebenarnya",batin Faris.


Tak lama Faris sampai di lantai tempat dimana ruangannya dan Kalen berada.Pria itu langsung memasuki ruangannya karena Kalen mengirim pesan padanya jika ia ke rumah sakit karena ada operasi mendadak.


Tring

__ADS_1


Mama is calling...


Faris mengerutkan keningnya karena tak biasanya Mamanya itu menelfon saat ia sedang bekerja.


"Assalamualaikum Ma..."


"Waalaikum salam Faris,kamu sibuk gak?",tanya Arita.


"Sedikit,ada apa Ma?", jawab Faris.


"Mama mau tanya sama kamu,jawab jujur",ujar Arita.


"Iya,Mama mau tanya apa?", tanya Faris.


"Kamu masih menjalin hubungan dengan Ayuni?,Barusan dia dari sini bilang kalau kalian masih memiliki hubungan",ujar Arita.


Faris mengepalkan tangannya."Aku tak memiliki hubungan apa apa lagi dengannya Ma,Mama tau itu kan bagaimana bisa dulu mencampakkan aku demi pria yang lebih kaya dariku",jawab Faris.


"Hufff...tadi dia minta sama Mama untuk menikahkan kalian",ujar Arita.


"Shitt...",umpat Faris.


"Lalu Mama setuju?", tanya Faris.


"Ya enggaklah...Mama sudah melamarkan gadis yang lebih baik darinya untuk kamu.Ogah Mama punya menantu modelan begitu.Matre",jawab Arita.


"Kaira jauh lebih baik darinya Faris,Mama suka gadis itu.Mama harap kamu bisa belajar mencintainya dan melupakan Mika",jawab Arita.


"Ya Ma..."


"Jangan iya iya saja Ris,jangan sampai nanti kamu menyesal di kemudian hari karena mengabaikan gadis itu.Gadis seperti Kaira pasti banyak yang suka.Jaga dia baik baik sebelum kamu kehilangan lagi karena Kaira kepincut pria lain",ujar Arita.


"Dan satu lagi, selesaikan masalahmu dengan Ayuni itu.Jangan sampai dia mempengaruhi Kaira dan membuat hubungan kalian rusak.Cewek tipe Ayuni dia tak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang dia mau", sambung Arita.


"Iya Ma...aku akan membuat wanita itu pergi jauh dari hidupku",jawab Faris tersenyum smirk.


"Baiklah..Mama tutup dulu.Ingat pesan Mama tadi kaga Kaira baik baik.Jangan sesekali kamu menyakitinya atau kamu akan mendapatkan amukan dari Mama",ujar Arita.


"Iya Mama...",jawab Faris.


"Assalamualaikum...",ujar Arita.


"Waalaikum salam...",jawab Faris.


Klik


"Ayuni...kamu salah jika Mamaku akan mau menerima kamu seperti dulu.Aku akan membuatmu menjauh dengan sendirinya dari hidupku", gumam Faris lalu mengirim pesan pada seseorang.

__ADS_1


Faris melanjutkan kembali pekerjaannya karena ia yakin Kalen tak akan kembali ke kantor.Setelah ini akan ada meeting dengan petinggi perusahaan dan ia harus menggantikan Kalen lagi.


Ini adalah pekerjaan yang lumrah baginya.Dulu saja Kalen datang hanya untuk tandatangan dan menyerahkan kursi CEO padanya.Namun ia tak pernah menduduki kursi CEO.Dia tetap bekerja diruangannya meski Kalen telah memintanya untuk menempati ruangannya.


Kemampuan pria itu tak perlu diragukan lagi dalam dunia bisnis.Ia mampu membesarkan perusahaan Kalen dengan kemampuannya.Ia juga diperhitungkan dalam dunia bisnis.Bahkan ia pernah mendapatkan penghargaan untuk kemampuannya itu.


***


"Sayang...kita punya hari ini ya, besok kau ada jadwal operasi",ujar Kaisan.


"Ya Mas, terserah kamu saja",jawab Mika.


"Kamu kenapa, hum?",tanya Kaisan karena tak biasanya istrinya mengucapkan kata terserah.


"Aku hanya lagu gak enak badan aja Mas,bawaannya lemas aja",jawab Mika.


"Nanti selama perjalanan kamu tidur saja dan setelah sampai rumah kita cek kondisi kamu",ujar Kaisan.


"Ya Mas..."


"Oh ya kita akan pulang ke rumah Mama ya",ujar Kaisan.


"Kenapa Mas?",tanya Mika balik.


"Mulai besok jadwalku dirumah sakit mulai padat sayang karena udah dipenghujung masa Coas aku.Aku gak tenang ninggalin kamu sendiri dirumah", jawab Kaisan


"Aku gak apa apa kok Mas sendiri dirumah",ujar Mika.


"Setelah kejadian beberapa hari yang lalu aku gak tenang jika kamu dirumah sendirian",jawab Kaisan.


"Bukankah ada Bibik Mas",ujar Mika.


"Tetap saja aku gak tenang sayang.Sepertinya aku akan menjual rumah itu membeli rumah yang baru",jawab Kaisan.


"Gak usah Mas...lagian pelakunya sudah tertangkap kan?", tanya Mika.


"Ya.. tapi--


"Aku suka rumah itu Mas",jawab Mika.


"Baiklah... ayo!, pulang",ujar Kaisan membawa sang istri keluar dari kamar untuk berpamitan pada Dea.


Setelah berpamitan kedua pulang ke kota mereka untuk kembali melanjutkan aktivitas mereka.


Sementara itu Kaira tampak tidur dengan lelap sehingga ia tak tau jika Kakaknya itu sudah pulang.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2