
"Kai... sarapan dulu Nak",ujar Marisa saat melihat putra keduanya itu tampak buru buru.
Kaisan menghentikan langkahnya."Ma...kapan pulang?",tanya Kaisan menghampiri wanita yang ia hormati itu.
"Tadi malam sayang",jawab Marisa.
"Bagaimana keadaaan Rania,Ma?", tanya Kaisan duduk di salah satu kursi lebih tepatnya dihadapan Mika yang tampak diam saja.
"Sudah pulang tadi malam kerumah",jawab Marisa.
"Tumben Mama gak nginap?", tanya Kaisan lagi.
"Gak...Papa kamu ke luar kota hari ini,jadi Mama harus menyiapkan keperluan Papa kamu selama disana",jawab Marisa.
"Oh..."
"Kamu gak ke rumah sakit?", tanya Marisa melihat putranya itu berpakaian rapi.
"Gak Ma..aku mau ketemu seseorang",jawab Kaisan tersenyum tipis.
"Jeje...", tebak Marisa.
Kaisan hanya tersenyum tipis lalu mengangguk pelan
"Mama dengar kamu punya hubungan dengannya?",ujar Marisa membuat pria tampan itu menoleh.
"Mama Jeje itu teman arisan Mama,dia bilang kamu dan Jeje ada hubungan serius",ujar Marisa menatap penuh selidik anaknya itu.
Tanpa keduanya sadari Mika menahan rasa sesaknya saat mendengar Kaisan tengah dekat dengan gadis lain yang ia tau jauh segalanya dibandingkan dirinya.
"Mama gak begitu menyukai gadis itu Kai.Dia sedikit arogan dan kasar",ujar Marisa.
Kaisan hanya diam saja dan tak menimpali ucapan Mamanya itu.Ia juga malas membahas sesuatu yang tak penting baginya.Ia fokus pada sarapannya karena dia juga tak suka berbicara saat makan.
"Mik..."
"Ya Buk..."
"Kamu duluan aja ke butik ya",Marisa.
"Nanti minta Pak Abdul untuk antar kamu",ujar Rendra.
"Gak usah Pak,saya naik taksi saja",tolak Mika.
__ADS_1
"Gimana kamu bareng Kai saja.Arah rumah Jeje searah dengan butik",ujar Marisa.
"Gak--
"Ya...",jawab Kaisan membuat Mika menghentikan ucapannya.
Marisa tersenyum tipis,ia ingin sekali keduanya dekat,tapi sepertinya usahanya sedikit lebih lagi.
"Ma...aku berangkat dulu",ujar Kai menyalami punggung tangan sang Mama.
"Iya...tolong antar Mika ya",jawab Marisa.
"Ya..."
"Pa...Kek",aku pergi dulu",ujar Kai pada pria yang berbeda usia itu.
"Ya Kai..."
"Ternyata cucu cucuku tak ada yang becus memilih pasangan.Kalen jika aku tak memaksakannya menikah dengan Dea,entah bisaseperti apa rumah tangganya saat ini.Dan ini putra keduamu sepertinya sama saja dengan Kakaknya,Rendra",ujar Tuan Wiliam setelah kepergian Kaisan dan Mika.
"Pa... belum tentu juga kan Kaisan memiliki hubungan dengan gadis itu.Setauku Kaisan tak semudah itu jatuh cinta pada sembarangan gadis.Apa lagi aku perhatikan semenjak Mika tinggal disini Kai lebih banyak dirumah dari pada nongkrong gak jelas dengan teman-temannya",jawab Marisa.
"Aku harap begitu",ujar Tuan Wiliam.
"Oh ya menurut Papa,Mika itu gimana orangnya?",tanya Marisa pada mertuanya.
"Baik... kenapa?",jawab Tuan Wiliam.
"Aku ingin gadis itu menjadi yang menantu,aku harap Papa menyetujui rencanaku",ujar Marisa.
"Ya terserahmu saja",jawab Tuan Wiliam.
"Benarkah...tapi Mika gadis biasa Pa.Dia dari keluarga sederhana",ujar Marisa.
"Sejak kapan kita mempermasalahkan itu.Dia kan gak minta di lahir kan dari keluarga yang bagaimana",jawab Tuan Wiliam.
"Ah syukurlah...", sorak Marisa.
"Emangnya Kak Kai mau Ma?", tanya Kaira yang buka suara.
"Yah... masalah itu biar jadi urusan Mama",jawab Marisa.
***
__ADS_1
"Kai..."
"Hmmmm"
"Menurut kamu menolak permintaan orang tua demi kebahagiaan kita apakah itu dosa?", tanya Mika.
"Menurutku orangtua yang baik itu akan menomor satukan kebahagiaan anaknya.Namun terkadang keinginan kita dan orangtua itu berbeda.Tak semua orangtua yang mengerti kebahagiaan anaknya",jawab Kaisan.
"Yah... bagaimana jika orangtua menjadikan kelemahan kita sebagai anak jika menolak akan mengatakan kita anak durhaka",ujar Mika.
"Kamu dipaksa kedua orangtuamu?", tanya Kaisan.
Mika tersenyum tipis."Mereka hanya ingin aku bahagia",ujar Mika.
"Lalu apakah kamu bahagia?", tanya Kaisan.
"Jika kedua orangtuaku bahagia aku juga akan bahagia Kai",jawab Mika.
"Aku turun.. terimakasih tumpangannya dan good luck", ujar Mika tersenyum tipis.
"Ya..."
Mika melangkah masuk ke dalam butik dengan sedikit lesuh.Permintaan kedua orangtuanya tadi pagi membuatnya tak lagi bersemangat.
Tring
"*Ya Bu..."
"Mika...dua hari lagi kamu harus pulang karena keluarga Faris akan melamar kamu secara resmi",ujar sang Ibu..
"Ya Bu..."
"Kok kamu lesuh sih.Harusnya kamu bahagia akan menikah dengan Faris.Kamu dan dia sangat cocok Mik",ujar sang Ibu.
"Bu...apakah ibu bahagia?",tanya Mika menatap gaun pengantin yang ada dihadapannya.
"Tentu Nak.Karena putri ibu sebentar lagi akan menikah",jawab sang ibu.
"Ya sudah Bu...aku kerja dulu",ujar Mika*.
"*Ya Nak..."
Klik*
__ADS_1
...****************...