Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Sisi lain Faris


__ADS_3

Kaira makin salah tingkah mendengar jawaban Faris.Pria itu cemburu, bisakah Kaira menganggap itu adalah cinta.Bukankah cemburu itu tandanya cinta.


"Kai...", lirih Faris hampir terdengar seperti sebuah bisikan.


"I-iya Mas",jawab Kaira yang terbata saat Faris menatapnya begitu dalam.


Tok tok tok


Faris menggeram kecil lalu membuang nafas kasar saat sebuah ketukan pintu ruangannya.Faris melangkah menuju pintu meninggalkan Kaira yang tampak bernafas lega.


Kaira sudah berdebar kencang saat tatapan pria itu menusuk hatinya.Apalagi hembusan nafas Faris yang menerpa wajahnya.


Ceklek


"Maaf Pak...ruang meetingnya sudah siap",ujar salah satu karyawan yang dimintai Faris untuk meeting bersama jajaran direksi.


"Ya..."


Karyawan itu pergi meninggalkan ruangan Faris.


"Kai,kita meeting.Kamu ikut saya",ujar Faris bersikap profesional.


"Ya Mas...",jawab Kaira mengangguk patuh.


Keduanya menuju ruang meeting dimana para petinggi perusahaan menunggu kedatangan Faris selaku asisten kepercayaan sekaligus penanggungjawab yang ditunjuk Kalen menggantikan dirinya.


"Selamat siang Tuan",sapa semua orang.


"Hmmmm", Faris berdehem pelan,auranya hampir mirip dengan Kalen.Dingin dan penuh intimidasi dengan tatapan mata yang tajam.


Kaira meneguk ludahnya kasar saat melihat sisi lain dari Faris yang mirip dengan Kakaknya jika sudah mode serius.


Kaira duduk di sisi kanan Faris membuka layar laptopnya.Sungguh suasana ruangan terasa begitu mencekam.


"Kalian tau kenapa saya mengumpulkan kalian disini?",tanya Faris menatap satu persatu peserta meeting dengan tatapan tajam.


Hening


Semua orang tampak tertunduk,tak ada yang berani menatap pria itu.Hanya Kaira yang masih menegakan kepalanya menatap pria itu.


"Mengakui atau kalian terima akibatnya",ujar Faris penuh intimidasi.


Semua orang masih bungkam dan tak ada yang bersuara membuat Faris mengeraskan rahangnya.Pria itu melempar sebuah berkas ketengah tengah meja membuat semua orang menoleh pada berkas itu.


"Perusahaan mengalami kerugian akibat ulah dari salah satu kalian.Kalian pasti tau akan menerima amukan lebih besar dari Pak Kalen jika ia mengetahui ini",ujar Faris.


"Dia tidak akan tinggal diam bagi siapapun yang berani menusuknya dari belakang.Kalian akan dibuat hancur sehancurnya hingga kalian begitu menyesali sikap bodoh kalian ini", sambung Faris.

__ADS_1


"Direktur keuangan, bisakah anda jelaskan berkas yang saya lemparkan tadi isinya?",tanya Faris.


Direktur keuangan mengangkat kepalanya menatap Faris yang juga menatapnya seolah menelanjangi.


"Jelaskan!",ujar Faris dengan tegas.


Seseorang tampak sudah berkeringat dingin meski AC ruangan menyala normal.Ia tampak gemetaran dan berusaha untuk tetap tenang meski ia tak bisa menyembunyikan ketakutannya saat ini.


"Jabatanmu tidak main-main dan juga kamu pasti sudah bekerja dengan sangat keras untuk sampai di titik ini sekarang.Lalu kenapa hanya untuk uang yang tak seberapa kau rela melepas jabatanmu dan mungkin juga kau bisa penjara karena telah menerima suap",ujar Faris.


Deg


"Maafkan saya Pak,saya hanya membantu--


"Membantu orang buah bersalah adalah sebuah kesalahan besar.Perusahaan merugikan karena ulah kalian.Saya sudah mengirim pesan pada Pak Kalen untuk datang.Biar beliau yang merupakan CEO disini memutuskan hukuman apa yang akan kalian terima ",ujar Faris.


"Kau tak ingin mengakui kesalahanmu Chief Operating Officer?",ujar Faris dengan aura yang makin gelap.


"Maafkan saya Tuan,saya khilaf dan saya sungguh sungguh menyesali perbuatan saya.Ampuni saya Tuan",jawab orang itu yang sudah tampak ketakutan.Ia pikir dengan bermain cantik dan begitu rapi tak akan bisa membuat Faris mencurigainya.Tapi ia salah besar Faris sangat jeli.


Tak terbayangkan olehnya hukuman apa yang akan ia terima setelah mengkorupsi uang perusahaaan untuk kepentingan pribadinya.


"Ternyata keputusan Pak Kalen mengangkatmu sebagai wakilnya diperusahaan ini salah besar", ujar Faris.


Brak


Kaira saja ikut tegang,meski ia sering melihat kemarahan sang Kakak,tapi tidak kali ini,pria itu begitu menakutkan.Ia akui baru melihat sisi gelap sang Kakak.


"Kaira... keluarlah!",ujar Kalen yang tak ingin sang adik menyaksikan kekejamannya pada orang yang berusaha menusuknya dari belakang.


"I-iya Kak",jawab Kaira segera berdiri dari duduknya dengan wajah yang masih tegang.


Kiara meninggalkan ruangan meeting dan melangkah menuju ruangannya."Gila....Mas Faris dan Kak Kalen sangat menyeramkan",batin Kaira setelah menenggak segelas air putih.


Kaira tak ingin tau dan tak akan menanyakan nantinya apa yang terjadi di ruangan itu saat ini.


Kaira memilih melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.Biarlah itu menjadi urusan Kakaknya membasmi orang yang berkhianat padanya.


Tak lama samar samar ia dengar suara sang Kak yang memberikan instruksi pada Faris.Setelah tak terdengar lagi mungkin saja sang Kakak sudah memasuki ruangannya.


***


"Huh.... akhirnya selesai juga",ujar Kaira mengehela nafas panjang.


"Sudah jam berapa ini",gumam gadis itu melihat jam tangan melingkar dipergelangan tangan.


"What...,ini sudah hampir sore",pekik gadis itu lalu membackup pekerjaaannya sebelum mematikan layar komputernya.

__ADS_1


"Kak Faris mana ya?",gumam Kaira menatap pintu ruangan Faris yang masih tertutup.


Tok tok tok


Hening


Tak ada sahutan dari dalam,Kaira kembali mengetuk pintu ruangan itu namu tetap sama.


Kaira menyentuh hendel pintu lalu membukanya perlahan.


Ceklek


Kosong, ruangan itu tampak kosong tak ada tanda tanda pria itu disana.Bahkan ruangan itu masih sama seperti saat ia tinggalkan sebelum ke ruang meeting.


"Jangan jangan diruangan Kak Kalen.Mungkin mereka sibuk, sebaiknya aku pulang duluan.Tapi dengan siapa?,aku tadi pagi berangkat bareng Kak Faris",gumam gadis itu.


Kaira keluar dari ruangan itu dan menutupnya kembali.


Mas... kamu sibuk ya, Aku pulang duluan ya.


Kaira melangkah menunju lift setelah mengirim pesan pada Faris.


Ting


Mas Faris


[Kita pulang bareng,tunggu diruanganku.Sebentar lagi selesai]


**Aku pulang naik taksi saja Mas,kamu lanjut saja dulu**


Mas Faris


[Jam segini tak ada taksi yang lewat Kaira, menurutlah jangan membantah.Tunggu diruanganku]


Ya.... baiklah


Kaira kembali balik badan melangkah menuju ruangan kerja Faris.Sebenarnya ia ingin segera sampai rumah.Tubuhnya sangat lelah seharian didepan komputer.Bahkan ia melupakan makan siangnya.


Kaira menghempaskan tubuhnya di atas sofa diruangan itu lalu merebahkan tubuhnya perlahan.


Satu jam berlalu pintu ruangan Faris terbuka,pria itu memasuki ruangannya dengan wajah lelah.Ia harus bekerja keras agar kerugian bisa teratasi bersama Kalen.Butuh waktu enam jam baginya dan Kalen mengatasi masalah yang terjadi akibat keculasan yang dilakukan bawahan Kalen.


Pandangan Faris tertuju pada sofa dimana Kaira nampak merebahkan tubuhnya dengan mata yang terpejam dan nafas yang teratur.Ya gadis itu tertidur karena kelelahan seharian bekerja.


"Cantik..",puji Faris bergumam pelan menatap wajah polos Kaira yang tertidur pulas.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2