
Dea membuka pelan matanya saat matahari masuk menyinari kamar melalui dinding kaca kamar.Gadis itu merasakan sesuatu beban berat yang menghimpit tubuhnya.Dea menoleh ke samping mendapati seorang pria yah tertidur begitu damai memeluk tubuhnya.
"Ternyata semalam bukan mimpi",gumam Dea menatap keindahan ciptaan Tuhan dihadapannya.
Dea perlahan memindahkan tangan Kalen yang melingkar dipinggangnya dengan hati hati agar pria itu tak terbangun.
"Mau kemana?",ujar Kalen dengan suara serak khas bangun tidur.Pria itu mempererat pelukannya pada tubuh sang istri.
"M-mau ke kamar mandi Kak",jawab Dea.
Kalen membuka matanya menatap gadis yang telah terbangun lebih dahulu."Selamat pagi Dera...",ujar Kalen mengecup kening Dea cukup lama.
Dea tersenyum tipis mendapat perlakuan manis dari Kalen pagi ini.Ia sempat berpikir jika rumah tangganya takkan bertahan lama karena sebelumnya Kalen tak pernah sedikitpun bersikap baik padanya.Pria itu selalu menjaga jarak dengannya.
"Pagi Kak...",jawab Dea tersipu malu.
"Kakak gak ke rumah sakit?", Dea menyembunyikan wajahnya di dada bidang Kalen.
"Gak pagi ini ke kampus dulu,kamu masuk jam berapa?",tanya Kalen.
Dea mendongak menatap Kalen dan tersenyum."Aku kuliah pagi Kak...masuk jam 8:00",jawab Dea.
Kalen menatap jam yang bertengger di atas nakas yang menunjukkan 06:57 pagi.
"Masih ada waktu...ayo mandi!",ujar Kalen bangkit dari tidurnya.
"Kakak aja duluan...",jawab Dea yang masih menyelimuti tubuhnya.Ia baru menyadari jika ia tidur hanya memakai dalam saja.
"Mandi bareng aja Dera...nanti yang ada kita terlambat",ujar Kalen.
"Hah?"
"Kenapa?",tanya Kalen melihat raut keterkejutan di wajah Dea.
__ADS_1
"Kak...kita--
"Hahaha...bukankah semalam aku sudah melihatnya meski belum keseluruhan",goda Kalen tergelak melihat keraguan Dea
"Mesum..."
"Hahahaha... bagaimana,mau gak sekalian kita--
"Kakak...kok kamu jadi ngeselin gini sih",sungut Dea.
"Baiklah Deraku...aku mandi duluan,oke",ujar Kalen mencuri kecupan kecil di bibir sang istri lalu berlari kabur menuju kamar mandi sebelum Dea akan meneriakinya.
"Kakak...",geram Dea.
"Kenapa tuh orang jadi ngeselin kayak gitu sih?", geritu Dea bangkit dari tempat tidur.
Tok tok tok.
Deg
Tok tok tok
"Dea...Kalen...ayo sarapan?", terdengar suara Marisa dari depan kamar menggedor pintu kamar.
Dea segera membukakan pintu kamar meski ia cukup malu dengan mertua karena bangun kesiangan.
Ceklek
"Mama..."
"Baru bangun sayang?",tanya Marisa melihat Dea yang masih memakai piyama.
"Oh dari tadi sih Ma...Kak Kalen lagi mandi jadi gantian",jawab Dea tersenyum canggung.
__ADS_1
"Ohhh...gitu",balas Marisa mengangguk pelan menatap manantunya penuh curiga karena ada bekas merah dileher jenjang milik Dea.
"Mama tunggu dibawah ya.Dan...jangan lama lama",ujar Marisa tersenyum tipis.
"Iya Ma...",jawab Dea.
Dea menutup kembali pintu kamar dan menarik nafas panjang.
"Aku pikir Mama akan marah marah karena aku bangun kesiangan",gumam Dea.
"Siapa?",tanya Kalen karena pria itu baru saja selesai mandi dan melihat sang istri berbicara dengan seseorang di depan kamar.
"Ah...itu...Mama Kak, kita ditunggu dibawah",ujar Dea.
"Ya sudah kamu mandi dulu sana",ujar Kalen.
"Iya Kak...",jawab Dea berlari menuju kamar mandi.
"Jangan lari Dea...",ujar Kalen yang menggeleng pelan melihat kelakuan istri kecilnya itu.
Tak lama mereka akhirnya turun ke lantai bawah dimana seluruh keluarga telah menunggu mereka untuk sarapan bersama.
"Ehemm...ada yang keramas nih pagi pagi",ujar Kaisan menyindir Kalen yang rambutnya tampak basah.
Kalen yang di sindir tak ambil pusing dengan sindiran Kaisan dan hanya terlihat cuek mengambil sarapannya.
"Kak...leher kamu kok merah gitu",tanya Kaira pada Dea membuat semua orang menatap Dea.
Deg
...****************...
Nah loh... kerjaan Kalen nih😄😄😄
__ADS_1
Part nya pendek ya.insyaallah sore nanti yang panjangnya.