
"Sayang...Dera", teriak Kalen saat tak menemukan keberadaan sang istri di dalam kamar mereka.
"Dea...sa-- Kalen tersenyum tipis saat melihat sang istri sedang duduk di ruang keluarga sambil meminum susu yang ia yakini adalah susu untuk ibu hamil yang tadi malam ia beli.
"Sayang...",ujar Kalen menghampiri sang istri.
"Kak...sudah selesai?",tanya Ara lalu berdiri dari duduknya diangguki pelan oleh Kalen.
"Mau kemana,hum?",Kalen manahan pergerakan Dea dengan memegang tangan sang istri.
"Ke kamar siapin baju kamu Kak", jawab Dea.
"Gak usah sayang... aku bisa sendiri.Kamu mandi gih!. Setelah itu aku antar ke kampus",ujar Kalen.
"Tapi--
"Nurut Dea...",ujar Kalen.
"Ya Kak... aku mandi dulu ya",jawab Dea.
"Susu kamu habisin dulu sayang!",ujar Kalen saat melihat susu milik Dea masih sisa setengah.
"Nanti Kak... selesai mandi",jawab Dea.
"Baiklah...nanti aku bawakan ke kamar ya",ujar Kalen mengecup pelan kening Dea.
"Ya...Kak.Aku mandi dulu ya",jawab Dea.
"Ya..."
Kalen meraih gelas berisi susu hamil Dea yang terletak diatas meja lalu membawanya ke kamar.
Pria itu membersihkan tempat tidur yang masih berantakan.Ia memang tak menuntut Dea untuk mengerjakan semua pekerjaan.Apalagi wanitanya itu hamil muda jadi ia tak mau Dea kelelahan mengerjakan pekerjaan rumah yang berakibat mempengaruhi kehamilan Dea.Setelah selesai barulah pria itu berpakaian untuk bersiap berangkat ke rumah sakit.
Dea baru saja selesai mandi dan langsung berpakaian karena dia ada kelas pagi.Setelah berdandan natural ia meraih tasnya dan melangkah keluar kamar di mana Kalen sudah menunggunya.
"Ayo Kak...",ujar Dea.
Kalen manatap sang istri yang tampak begitu sangat cantik lalu tersenyum tipis."Cantik...",puji Kalen menghampiri sang istri berdiri tak jauh darinya.
"Makasih Kak...",jawab Dea tersipu malu.
CUP
"Ayo...",Kalen menggandeng tangan Dea setelah mencuri sebuah kecupan dari bibir tipis Dea.
Dea tersenyum malu dengan perlakuan Kalen yang membuat kedua pipinya merona.
"Ingat... dikampus jangan tebar pesona, disini ada anak kita sekarang",ujar Kalen merengkuh pinggang Dea lalu mengusap perut rata Dea dengan penuh kelembutan.
"Mana ada Kak...",jawab Dea.
__ADS_1
"Tapi semua pria pasti menatapmu sayang",ujar Kalen.
"Huffhhh...Kak aku ke kampus itu buat belajar bukan kayak gitu.Buat apa coba udah punya suami dan sebentar lagi punya buntut juga",jawab Dea.
"Baiklah aku percaya kamu",ujar Kalen merangkul bahu Dea.
Kalen mengantar Dea ke kampus dan setelahnya dia menuju ke rumahnya sakit.Pria itu tak ada jadwal mengajar hari ini.
***
"Hai... Dea"
"Hai...kamu--
"Aku...Diana,pasti gak ingat aku ya.Kita pernah ketemu di pesta pernikahan kamu dan Kalen",ujar Diana.
"Kamu kenal Kak Kalen?",tanya Dea.
"Tuh kan...kamu gak ingat",ujar Diana.
"Sungguh aku gak ingat",jawab Dea.
"Aku sepupunya Kalen,yah...aku dan Kalen beda usia sih.Jarak kita cuma 2 tahun tapi karena kuliahnya banyak mainnya,yah jadinya kayak gini kita jadi satu angkatan",ujar Diana.
"Oh...maaf Kak Diana",jawab Dea.
"It's oke..."
"Terimakasih Kak...pasti Kak Kalen yang bilang ya",ujar Dea.
"Ya...gitu.Tapi lebih tepatnya aku tau dari storynya Kalen",jawab Diana.
"Maksudnya Kak Kalen bikin story' di--
"Ya... kamu pasti gak percaya ya.Pria itu begitu sangat mencintaimu dan bisa dibilang bucin sih.Tapi hati hati dia kalau udah cinta bakalan posesif",ujar Diana.
Dea terkekeh seraya mengangguk pelan membenarkan ucapan Diana.Suaminya itu begitu sangat posesif padanya.
"Jadi benar?. Kalen posesif?",tanya Kalen.
"Ya Kak..."
"Oh ya kita temenan sekarang?",tanya Diana mengulurkan tangannya.
Dea menatap tangan Diana lalu menyambut uluran tangan Diana."Ya....",jawab Dea.
Setelah mengikuti kelas Dea dengan langkah pelan menuju gerbang kampus.Kalen berjanji jika akan menjemputnya siang ini.Sedangkan Diana masih mengikuti kelas selanjutnya.
Tring...
"*Ya Kak..."
__ADS_1
"Udah kelar?", tanya Kalen.
"Udah... Kakak dimana?",ujar Dea bertanya balik.
"Udah didepan gerbang.Kamu masih dikelas?.Mau aku jemput ke dalam?tanya Kalen.
"Aku udah jalan ke gerbang Kak,Kakak tunggu disitu aja Kak"jawab Dea.
"Baiklah... jalan pelan aja,oke",ujar Kalen.
"Ya Kak..."
Klik*
Dea mempercepat langkahnya menuju gerbang.Entah kenapa saat ini ia ingin sekali bertemu sang suami dan berada didekatnya.Dea tersenyum tipis saat melihat mobil Kalen dari kejauhan.Wanita hamil muda itu makin tersenyum lebar saat melihat sang suami keluar dari mobil dengan lengan baju kemeja yang di tarik hingga lengan.Hal itu membuat Kalen makin terlihat begitu tampan membuat para mahasiswi berdecak kagum.
"Kak..."
"Hai sayang...",ujar Kalen yang bersandar di mobil dengan bersidekap di dada.
Cup
"Kak...banyak orang",gumam Dea pelan saat sang suami mengecup kening.
"Masa bodoh...ayo!",ujar Kalen membuka pintu mobil untuk Dea.
"Terimakasih Kak...",jawab Dea.
"Ya..."
Kalen menutup pintu mobilnya setelah memastikan Dea duduk dengan nyaman.Barulah ia memasuki mobil dan duduk dibelakang kemudi.
"Kak..."
"Ya...",jawab Kalen menjalankan mobilnya meninggalkan gerbang kampus.
"Diana itu benaran sepupu kamu Kak?",tanya Dea.
"Kamu gak ingat ya jika dia pernah datang pas nikahan kita",jawab Kalen.
"Gak Kak...", sambung Dea.
"Dia itu sepupu aku cucunya dari almarhum adik Kakek",jawab Kalen.
"Tomboi ya Kak?",tanya Dea.
"Ya...tapi baik dianya",jawab Kalen.
"OOO..."
...****************...
__ADS_1