Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Extra part


__ADS_3

Pagi ini Dea di bangunkan oleh tangisan sang putri.Wanita itu buru buru membuka matanya dan melihat Rania yang sudah berdiri di boks tempat tidurnya.


Ya Rania telah berusia satu setengah tahun,dan sudah begitu sangat pintar.Entah apa yang membuat batita itu menangis pagi ini.


"Sayang... kenapa, hum?",ujar Dea segera mengangkat tubuh mungil Rania dan membawanya ke dalam dekapannya.


Pandangan Dea tertuju pada cicak yang menempel di dinding di dekat boks bayi Rania.


"Takut dengan cicak,hum?",tanya Dea mengusap punggung putrinya itu dengan lembut agar sang anak tenang.


Rania masih sibukkan akibat menangis dalam dekapan Dea.


"Rania sudah bangun sayang?",tanya Kalen yang datang dari luar setelah berolahraga pagi.


"Ya By,dia nangis.Takut sama cicak",jawab Dea.


"Oh jadi putri Papi ini takut sama cicak, hum?",ujar Kalen mengecup pipi Rania membuat gadis kecil itu tersenyum.


"By...mandi dulu sana!,kamu keringatan tau", ujar Dea pada Kalen.


"Ya sayang...",jawab Kalen mengecup pipi Dea sekilas.


"Mi...num cucu...",jar Rania dengan logat bahasa bayinya.Batita itu sudah bisa mengucapkan beberapa kata meski belum jelas.


"Iya sayang...ayo kita turun dan bikin susunya",jawab Dea.


Rania tak lagi minum ASI dari Dea karena entah kenapa produksi ASInya tak lancar lagi diusia Rania memasuki 14 bulan.Namun sesekali Dea tetap menyapi anaknya itu meski membuat putrinya itu merengek karena minumannya itu tak lagi banyak.


Beruntung saat ini Rania sudah bisa makan pendamping dan dengan terpaksa Dea memberikan Rania susu kaleng untuk mencukupi gizi putrinya itu yang masih membutuhkan 6 bulan lagi sebelum berhenti menyapi.


Dea membawa putrinya itu turun untuk membuatkan susu.


"Maaf Nyonya muda ada yang bisa kami bantu?", tanya kepala pelayan.


"Gak kok Bik,saya hanya ingin membuatkan susunya Rania",jawab Dea.


"Oh...kenapa tidak minta tolong pada baby sitter Rania Nyonya,Tuan bisa marah jika tau Nyonya ada disini",ujar kepala pelayan itu.


"Aku tak melihat keberadaan suster Sisi,Bik",jawab Dea meletakkan Rania di kursi khusus bayi.


"Tapi--

__ADS_1


"Bik... aku hanya membuatkan Rania susu",jawab Dea.


"Mengertilah Nyonya,kami bisa dimarahi Tuan jika tau Nyonya memasuki dapur",ujar kepala pelayan mencoba menghentikan Dea.


"Bik--


"Sayang ada apa ini?",tanya Kalen yang baru saja turun selesai mandi dan tak menemukan keberadaan sang istri dikamar.


"Maaf Tuan....Nyonya memaksa ingin membuatkan susu untuk Nona Rania",jawab kepala pelayan itu.


"By,aku hanya membuatkan susu untuk Rania",ujar Dea.


"Mana suster pengasuh Rania sayang?,ini bukankah tugasnya?", tanya Kalen mengambil foto susu yang dipegang Dea lalu menuangkan beberapa sendok susu bubuk itu pada dot susu itu.


"Gak tau By,belum bangun sepertinya",jawab Dea.


"Aku akan memberikan pelajaran pada gadis itu jika sesuka hatinya bekerja seperti ini",ujar Kalen.


"By..."


"Jangan membelanya sayang",jawab Kalen memberikan botol dot yang berisi susu itu pada Rania.


Sementara dikamarnya suster Sisi tersenyum tipis."Sebentar lagi akan ada pertengkaran di rumah ini karena susu itu sudah aku campur dengan obat alergi.Tuan akan marah besar pada Dea karena telah memberikan susu itu pada Rania.Dan satu langkah ku untuk menjadi Nyonya dirumah ini akan dimulai",ujar suster biru tersenyum jahat.


Sementara itu Rania baru saja menghabiskan setengah susunya namun gadis kecil itu kembali menangis karena rasa gatal ditubuhnya.


"Rania kenapa sa--


"By, Rania kenapa seperti ini",pekik Dea membawa putrinya itu kedalam pelukannya.


"Ada apa sayang?",tanya Kalen yang buru buru menghampiri sang istri.


"By,Rania kenapa merah merah begini?", tanya Dea yang ikut panik.


"Rania alergi susu ini sayang",ujar Kalen.


"Buk Farida..."


"Iya Tuan..."


"Kotak susu Rania tolong amankan dulu,aku. akan memeriksanya nanti di laboratorium",ujar Kalen mengambil Rania dalam gendongan Dea dan membawanya ke kamar.

__ADS_1


Kalen memeriksa keadaan putrinya itu secara menyeluruh.


"Rania baik baik saja kan By",Isak Dea yang tak tega melihat tubuh sang putri yang sudah merah merah.


"Dia mengalami alergi sayang.Kita harus bawa Rania kerumah sakit untuk mengatasi semuanya.Alat aku gak lengkap disini sayang, ketinggalan di rumah sakit",jawab Kalen yang sudah kembali aktif menjadi dokter disebuah rumah sakit milik temannya.


"Ayo By...",jawab Dea megambil auternya dan memakainya lalu berjalan mengikuti sang suami yang berjalan lebih dahulu.


"Sayang...kamu ambil dot susu Rania,kita periksa nanti di laboratorium", ujar Kalen.


"Ya By..."


Kalen melajukan mobilnya menuju rumah sakit dengan kecepatan tinggi.Ia takut terjadi seseorang pada putrinya itu.


Sesampainya dirumah sakit Kalen langsung membawa Rania ke ruang praktek miliknya.Ia langsung menangani Rania.


Setelah memberikan suntik anti alergi dan menyedot kembali susu yang diminum Rania akhirnya Rania dipindahkan ke ruang perawatan.


"By...Rania baik baik saja kan?", tanya Dea saat melihat tubuh mungil sang putri yang terbaring di atas tempat tidur ruang sakit.


"Ya sayang... sebentar lagi dia akan sadar",jawab Kalen.


"Oh ya mana dot susu yang diminum Rania tadi sayang?",tanya Kalen.


"Ini By...",Dea menyerahkan dot susu itu pada sang suami.


"Kamu tunggu di sini,aku akan memeriksakan ini ke laboratorium dulu", ujar Kalen.


"Ya By..."


Sementara itu di kediaman Kalen Sisi baru saja keluar dari kamarnya.Ia berniat akan melihat hasil dari rencananya.


"Buk Farida,di mana Tuan dan Nyonya dan juga Nona Rania", tanya Sisi.


"Kamu itu dari mana saja Si?, mereka kerumah sakit karena Nona Rania mengalami alergi",jawab Buk Farida kepala pelayan.


"Oh... kenapa bisa terjadi Buk,ini pasti Nyonya yang memberikan susu pada Rania hingga--


"Bukan...tapi Tuan Kalen",jawab Buka Farida.


Deg

__ADS_1


...****************...


Aku kasih beberapa extra part dulu ya sebelum lanjutan season dua nya


__ADS_2