Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
#131


__ADS_3

"Hufff... dasar bucin",ledek Bayu.


"Hmmmm...jika Lo ketemu wanita yang tepat mungkin bakalan lebih dari gue",jawab Kalen.


"Gak bakalan",balas Bayu.


"Oh ya...gue lihat tawanan Lo pria paruh baya, siapa?", sambung Bayu.


"Bapak tuh cewek",jawab Kalen.


"Lo tawan bapak tua cewek juga?",tanya Bayu.


"Ya...belum gue apa apain juga karena gue masih mikir apa hukuman yang pantas untuk pria serakah sepertinya",jawab Kalen tersenyum smirk.


"Hufffhh... berurusan dengan Lo benar benar menakutkan",ledek Bayu.


"Hmmmm"


"Kalen aku balik dulu",ujar Diana menghampiri Kalen.


"Ya..."


"Bye...",ujar Diana meninggalkan Kalen dan Bayu menatap Diana dengan raut wajah terkejutnya.


"Siapa?",tanya Bayu menatap Kalen penuh selidik.


"Diana...",jawab Kalen.


"Wanita simpanan Lo?", tuduh Bayu.


"Lo pikir gue cowok apaan?,dia sepupu jauh gue", ketus Kalen yang kesal dengan tuduhan Bayu.


"Santai aja kali",ujar Bayu.


"Huffhhh...gue mau pulang,jika Lo masih ingin disini, silahkan",ucap Kalen berdiri dari duduknya.


"Ck... ngapain gue disini", kesal Bayu meraih tas kerjanya lalu mengikuti Kalen yang lebih dulu meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


"Lo gak mau lagi balik ke rumah sakit?",tanya Bayu mensejajarkan jalannya dengan Kalen.


"Gak...",jawab Kalen ketus.


"Kenapa?",tanya Bayu.


"Entahlah...",jawab Kalen asal.


"Jaga ketat mereka berdua!",ujar Kalen pada anak buah Kakeknya saat akan memasuki mobilnya.


"Baik Tuan muda",jawab salah satu mereka.


Bayu menggeleng pelan melihat sang sahabat lalu memasuki mobilnya juga untuk meninggalkan bangunan itu.Semua ini bukanlah hal baru oleh Bayu.Ia kerap kali mengobati tawanan Kalen jika pria itu belum menginginkan kematian pada tawanannya.Ia sangat tau dengan sifat sahabatnya jika orang yang di sayanginya diganggu.Tak ada kata ampun bagi Kalen.


Mafia kah Kalen?,dan jawaban tidak.Dia bukanlah mafia tapi ia akan lebih kejam dari mafia jika orang yang disayanginya di sakiti.Apalagi saat ini sang Istrinya lah yang di sakiti.Wanita yang begitu berharga baginya dan sangat ia cintai.Ia akan melakukan hal yang begitu kejam jika sedikit saja wanitanya disakiti.


Beginilah cara Kalen melindungi wanitanya dari orang yang menyakitinya.Ia tak akan melaporkan mereka ke pihak berwajib namun ia sendiri yang akan membuat orang itu menerima hukumannya.Baginya penjara terlalu ringan untuk mereka.


Dan Bayu tahu sekali akan hal itu,dialah satu satunya orang luar yang tau sisi kejam seorang Kalen dibalik ketenangan dan keramahannya saat menjadi seorang Dokter.


Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit akhirnya Kalen sampai di apartemen miliknya.Sedangkan Bayu pergi kerumah sakit melanjutkan pekerjaannya yang tadi ia tinggalkan karena mendapat telfon dari anak buah pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.


Kalen samar samar mendengar tawa dari kedua wanita yang ia sayangi diruang makan.Pria itu tersenyum tipis karena Dea bisa kembali tertawa setelah kejadian tadi siang.


Kalen tak mau menggangu kedua wanita itu lebih dahulu.Ia memutuskan untuk mamasuki kamar dan membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket.


"Kak..maaf aku harus pulang,aku ada tugas sekolah yang belum aku selesaikan",ujar Kaira.


"Ya Ra... pulanglah.Aku gak apa apa kok disini sendiri",jawab Dea yang belum tau kepulangan sang suami.


"Di depan ada pengawal kok,Kakak tenang aja dan gak usah takut",ujar Kaira memeluk sang Kakak ipar sebelum pulang.


"Kamu hati hati ya...",jawab Dea.


"Ya Kak... bye",ujar Kaira melangkah meninggalkan Dea yang menatap kepergiannya.


Dea mengehela nafas panjang lalu memutuskan masuk kamar.Ia akan menunggu kepulangan Kalen di kamar saja sembari rebahan.

__ADS_1


Dea meletakkan ponselnya di atas nakas lalu membuka auternya dan melemparnya asal keatas tempat tidur menyisakan gaun tipis yang membalut tubuh sintalnya.


Namun ia sedikit terkejut karena tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.Reflek ia memberontak dan memukul lengan orang itu cukup keras.


"Awh...", ringis orang itu seketika Dea membalikan tubuhnya dan betapa kagetnya ia melihat sang suami yang bertelanjang dada dengan tubuh buang sedikit masih basah.


"Kak...maaf aku gak tau",ujar Dea penuh sesal mengusap lengan Kalen yang tadi sempat ia pukul.


Kalen tersenyum tipis melihat raut wajah panik sang istri.Sebenarnya ia tak merasakan sakit sedikitpun dari pukulan Dea,tapi ia ingin mengerjai sang istri.


Kalen merengkuh pinggang Dea merapat pada tubuhnya."Aku merindukanmu", bisik Kalen lalu mengecup bahu polos Dea dengan lembut.


"Kak..."


"Hmmmm...ada apa?", tanya Kalen memeluk erat pinggang Dea.


"Dari mana?", ujar Dea.


"Bertemu Dokter Bayu",jawab Kalen tak sepenuhnya berbohong.


"Maaf meninggalkanmu terlalu lama", sambung Kalen.


"Ya..."


"Aku akan menyiapkan baju ganti Kakak",ujar Dea berusaha mengurai pelukan sang suami di pinggangnya.


"Aku bisa sendiri my wife",jawab Kalen yang melonggarkan sedikitpun pelukannya pinggang Dea.


"Tapi--


"Apa, hum?",goda Kalen mengecup sekilas bibit Dea.


"Kak...lepas!.Aku mau ti--


"Hahaha... kenapa kamu panik begitu, hum?",kekeh Kalen.


"Si-siapa yang panik?,aku hanya ingin tidur siang",jawab Dea asal membuang mukanya kearah lain karena tak kuasa dengan tatapan tajam Kalen.

__ADS_1


"Baiklah... tidurlah",ujar Kalen melepaskan pelukannya.


...****************...


__ADS_2