
Mika tersenyum tipis saat membaca pesan masuk dari Kaisan.Gadis itu tak menyangka jika Kaisan akan membalas perasaannya.Dan sebentar lagi pria itu akan meminangnya kepada kedua orangtuanya.
Awalnya ia tak terlalu tertarik pada Kaisan karena perbedaan usia dimana Kiasan lebih muda dari dirinya.Tapi karena Mama dari Kaisan sering mengatakan jika ia ingin menjadikan dirinya menantu membuatnya mulai tertarik dengan kepribadian pria calon dokter itu.Setiap hari Marisa menceritakan tentang bagaimana sifat dan kepribadian anaknya itu tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Tak hanya itu Dea, mantan majikannya jika mengatakan jika Kaisan menyukainya.Dan sejak itu ia sering diam diam memperhatikan Kaisan tanpa ia sadari jika sebenarnya ia juga menyukai pria itu.
Puncak kejadian satu tahun yang lalu saat perayaan ulang tahun Rania yang ke satu tahun anak dari Kalen dan Dea.Saat itu ia masih menjadi asisten pribadi Dea.
Kaisan datang dengan seorang gadis yang terlihat begitu sangat cantik.Dan gadis itu mengakui jika ia dan Kaisan menjalin kedekatan.
Sejak saat itu Mika menyadari perasaannya pada Kaisan.Ia merasa cemburu saat Kaisan begitu perhatian pada gadis itu.
Dan hari itu adalah hari terakhir ia bekerja pada Dea.Ia mengundurkan diri untuk tak lagi bertemu dengan Kaisan dan melupakan pria yang telah singgah dihatinya itu.
Namun itu hanya tinggal rencananya, mengetahui dirinya mengundurkan diri.Marisa memintanya untuk bekerja dengannya dibutik milik wanita paruh baya itu dan tinggal di kediaman Atmaja.
Niat hati ingin menjauh tapi malah semakin dekat.Namun sejak saat itu Kaisan menghindarinya.Pria itu berangkat pagi dan pulang larut malam.Semua itu berlangsung selama enam bulan lamanya.Namun kini pria itu sebentar lagi akan menjadi imamnya.
"Mika...boleh Ibu masuk?",tanya sang ibu.
Mika menoleh pada pintu masuk kamarnya dan mengangguk pelan.
"Kenapa melamun,hum?",tanya sang Ibu.
"Bu...aku mau tanya.Katanya keluarga Faris yang akan melamar aku tapi kenapa malah menjadi keluarga Kaisan yang akan melamar aku Bu?", tanya Mika.
"Kamu berharapnya keluarga Faris atau Keluarga Kaisan yang melamar,hum?",goda sang ibu.
__ADS_1
"Ya--
"Apa?"
"Bu...jangan menggodaku seperti itu",ujar Mika tersipu malu.
"Memang Faris datang kesini dan mengatakan akan melamar kamu.Tapi Buk Marisa lebih dulu menghubungi Ibu untuk mendekatkan kamu dengan anaknya dan meminta kamu pada Bapak dan Ibu untuk dijadikan menantu mereka.Dan saat Ibu mengatakan kepada Buk Marisa jika Faris juga menyukai kamu maka Ibu dan buk Marisa menyusun rencana agar kalian mengakui perasaan kalian masing masing.Dan rencana itu berhasil bukan",tutur sang Ibu.
"Ibu..."
"Apakah kamu bahagia?",tanya sang Ibu.
Mika mengangguk pelan."Ya Bu...aku bahagia",jawab Mika.
"Dengar Nak,awalnya Ibu ragu menerima penawaran Buk Marisa menjadikan kamu menantunya karena perbedaan status kita dengan keluarga mereka.Tapi sikap mereka tadi ibu yakin mereka keluarga yang baik.Bahkan setelah lamaran kamu Bapak akan dibawa ke kota untuk dirawat dirumah sakit mereka disana",ujar sang Ibu.
"Meski begitu,kamu harus bersikap baik dan cintailah Nak Kaisan dengan tulus.Dampingi nanti dia saat suka dan duka", tutur sang ibu memberi wejangan pada anak putri.
"Iya Bu...",jawab Mika.
"Satu lagi, insyaallah jika kamu menikah dengannya.Jangan sesekali kamu mengatakan keburukan suamimu pada orang lain meski itu kami kedua orangtuamu.Karena pernikahan itu tak akan berjalan manis saja.Akan ada pertengkaran kecil dan disaat itu jangan sesekali kamu mengatakan aib kalian pada orang lain, mengerti",ujar sang ibu.
"Iya Bu...",jawab Mika mengangguk pelan dan memeluk wanita paruh baya itu dengan penuh kasih sayang.
Sementara itu dikediaman Atmaja, Marisa tampak sibuk mengurus hantaran untuk melamar calon menantunya.
"Ma...ada yang bisa aku bantu?",tanya Kaira menghampiri sang Mama.
__ADS_1
"Gak ada sayang, semuanya sudah lengkap",jawab Marisa.
"Ma..."
"Ya...ada apa sayang?",tanya Marisa.
"Nanti jika Kak Kai menikah,dia tinggal disini kan?",ujar Kaira.
Kenapa memangnya?",tanya Marisa menatap sang putri.
"Ya...nanti jika Kak Kai menikah aku akan jadi anak satunya Mama dirumah ini, aku akan kesepian Ma",jawab Kaira sendu.
"Bicarakan nanti dengan Kakakmu ya",ujar Marisa.
"Ma...ini--
"Untuk hantaran sayang",jawab Marisa.
"Wah... beruntung yang jadi menantu Mama, perhiasan ini sangat indah",ujar Kaira menatap perhiasan yang ada dihadapannya.
"Mika pantas mendapatkannya sayang.Dia gadis yang baik",jawab Marisa.
"Ya Kak Mika sangat baik", timpal Kaira.
"Huummm..."
...****************...
__ADS_1