Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Godaan lingerie


__ADS_3

Kalen menatap tajam pria yang berusaha mengganggu istrinya dengan rahang yang mengetat.


"Maaf...saya kira gadis ini adik anda",ujar pria itu pergi begitu saja.


Kalen ingin mengejar pria itu namun ditahan oleh Dea."Kak... biarkan saja",ujar Dea.


"Apa?...kamu senang pria tadi mengira kamu adakah adikku?", berang Kalen pada Dea.


"Kok Kakak malah marah sama aku sih?,aku salah apa coba?",kesal Ara berlalu pergi dari hadapan sang suami.


Kalen mengusap wajah dengan kasar."Shitt...",umpat Kalen mengejar Dea yang telah pergi meninggalkannya.


"Dera...hei...", Kalen segera menghadang langkah Dea lalu menarik pergelangan tangan Istrinya itu.


Dea enggan menatap Kalen memilih membuang muka.Ia kesal karena disalahkan oleh pria itu.


"Maaf...aku...aku tadi kesal dan marah pada pria tadi karena berusaha untuk mendekatimu",ujar Kalen memegang kedua tangan sang istri.


"Tapi kenapa kamu marahnya sama aku Kak?",kesal Dea.


"Kerena kamu ngelarang aku untuk mengejar pria itu",jawab Kalen.


"Buat apa Kak?.Dia juga gak nyentuh aku kan?",ujar Dea.


"Iya...maafkan aku,oke.Ayo kita kembali ke sana lagi karena kamu belum makan dari tadi siang sayang",bujuk Kalen.


Dea mengangguk pelan karena ia sangat lapar saat ini.


Kalen merangkul pinggang langsing Dea dengan begitu posesif seolah olah mengatakan pada semua orang Dea adalah miliknya.


Kalen mendengus kesal karena masih saja ada pria yang mencuri pandang pada Dea.Pesona sang istri sungguh kuat walaupun ia telah merangkul Dea tapi para pria masih saja menatap penuh minat sang istri.


Dea dan Kalen menikmati makan sore mereka dengan view sunset.Dea memakan makanannya dengan begitu lahap karena perutnya sungguh sangat lapar.


Kalen mengulum senyumnya menatap sang istri yang terlihat begitu sangat cantik.Ia tak bosan memandangi wajah cantik Dea yang dipoles dengan make-up tipis.Memang Dea layaknya seorang adik olehnya karena umur mereka yang terpaut cukup jauh dan juga wajah Dea yang baby face.


"Makannya pelan pelan sayang",ujar Kalen.


"Lapar Kak...salah kamu yang terus menggempur aku dari tadi siang hingga sore",jawab Dea cuek.


"Hehehehe...aku lagi kejar target sayang untuk membuat kamu hamil agar tak ada lagi pria yang seperti tadi berusaha mendekati kamu",jawab Kalen.

__ADS_1


Dea tak menjawab ucapan Kalen lebih memilih menghabiskan makanannya.


"Dera...".


"Hmmmm..."


"Aku ingin kamu gak lagi dandan seperti ini",ujar Kalen.


"Hah?...aku gak dandan loh Kak.Hanya memakai bedak bayi dan lipbam aja kok",jawab Dea.


"Tapi dengan penampilan kamu kayak gini mengundang para pria untuk menatap kamu Dera,dan aku gak rela",ujar Kalen.


"Hufff...Kak... biarkan saja.Mereka yang punya mata,yang jelas aku gak peduli dan gak akan menggubris mereka karena aku sekarang seorang istri",jawab Dea menghembuskan nafas panjang.


"Tapi--


"Kak... cemburu boleh tapi gak posesif juga",ujar Dea.


"Aku takut kamu akan tergoda sayang karena aku dan kamu berbeda usia.Aku tidak lagi muda yang mungkin saja kamu malu jalan denganku",ujar Kalen mengutarakan ketakutannya.


"Kak...jika aku malu jalan sama kamu kita gak akan disini",jawab Dea mengusap punggung tangan Kalen.


"Kak...aku dandan untuk kamu,lagian dandanan aku gak menor juga kan",ujar Dea.


"Gak apa apa kok Kak,kamu gak makan?",tanya Dea melihat piring Kalen masih terisi banyak makanan.


"Hehehe kau tadi sibuk liatin kamu makan Dera jadi--


"Cepat habiskan makananmu Kak,gak baik buang buang makanan",ujar Dea.


"Siap my little wife",jawab Kalen.


Dea menatap langit kemerahan karena sunset telah berakhir.Ia memotret keindahan alam itu dengan ponselnya.Sungguh ini adalah pengalaman pertama sepanjang hidupnya berlibur ke luar daerah.Dulu jangankan kuat daerah dalam kota saja ia tak pernah berlibur.


Dea diam diam memotret sang suami yang sedang menikmati makanannya.Ia menjadikan foto sang suami sebagian wallpaper ponselnya.Ia tersenyum melihat hasil jepretannya.Suaminya itu sangatlah tampan seharusnya ialah yang takut jika Kalen tergoda wanita lain yang lebih dari dirinya.


"Dera..."


"Ya Kak..."


"Ayo ikut...",Kalen menarik pergelangan tangan Dea menuju bibir pantai yang lumayan sepi.

__ADS_1


"Ada apa Kak?",tanya Dea saat Kalen menatap lautan lepas.


Kalen menarik Dea kedalam pelukannya lalu mengecup pucuk kepala sang istri dengan penuh kasih sayang."I love you mau little wife", bisik Kalen.


Dea mengadah menatap Kalen yang sedikit lebih tinggi darinya."I love you to Kak...",jawab Dea malu malu.


Kalen mengurai pelukannya lalu mengeluarkan sebuah kota beludru dari saku celananya.Kalen membuka kotak itu yang berisi kalung berlian yang ia pesan khusus untuk Dea sebelum berangkat ke Bali.


"Untukmu...",Kalen mengalungkan kalung dengan liontin huruf "DK".


"Kak... ini--Dea memegang liontin dengan inisial DK itu.


"Hadiah pernikahan kita sayang",ujar Kalen.


"Terimakasih Kak...",ujar Dea tersenyum haru.


"Aku yang harusnya berterima kasih sama kamu Dera yang masih mau sama aku yang dulunya seringkali menyakiti kamu",jawab Kalen.


"Itu sudah masa lalu Kak.Selagi saat itu kamu gak nyakitin aku secara fisik aku masih bisa memaafkan kamu Kak",balas Dea.


Kalen menyibak rambut sang istri yang menutupi wajah cantik wanita itu karena angin pantai."Tolong ingatkan aku jika aku melakukan kesalahan sayang",ujar Kalen.


"Ya Kak...",jawab Dea memeluk erat sang suami lalu membenamkan wajahnya di dada bidang Kalen.


"Dingin...?",tanya Kalen pada Dea.


Dea mengangguk dalam pelukan Kalen sungguh ia merasa sangat dingin dan di dalam pelukan sang suami ia sedikit merasa hangat.


"Ayo kita masuk...",ujar Kalen membawa Dea kembali ke hotel dan sebelum itu ia membayar makan mereka terlebih dahulu.


Setibanya dikamar hotel Des langsung mengganti pakaiannya dengan baju tidur.Namun saat ia membuka lemari tak ada satupun pakaian layak yang bisa ia gunakan.Semuanya pakaian haram yang biasa disebut lingerie.Tanpa memakai pakaian ini saja Kalen sudah mengempurnya habis habisan.Bagaimana jika ia menggunakannya malam ini sudah dipastikan suaminya itu tak akan membiarkan ia untuk tidur nyenyak.


"Dera... kenapa lama?", teriak Kalen dari dalam kamar.


"Sebentar Kak...",jawab Dea.


Dea memilih salah satu gaun itu yang masih layak meski sebenarnya tak ada yang layak.Ia keluar dari ruang ganti dengan kepala tertunduk.


Kalen yang sedang duduk di bibir tempat tidur menoleh pada pintu ruang kamar ganti.Pria itu menatap Dea tak berkedip.Baginya malam ini Dea sangat begitu menggoda dan cantik tentunya.


"Dera...", lirih Kalen menelan salivanya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2