Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Itulah aku


__ADS_3

"Yakin...siap?",tanya Kalen pada sang istri.


"Insyaallah siap Kak",jawab Dea yakin.


"Ayo...",ujar Kalen mengamit tangan sang istri keluar dari apartemen.


"Kak..."


"Ya..."


"Nanti jangan jauh jauh dari aku ya",ujar Dea.


"Tentu baby...",jawab Kalen tersenyum tipis.


Keduanya akan menemui Sandra di salah satu kafe.Dea sudah memutuskan untuk bertemu langsung dengan ibunya itu disatu meja.


Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam akhirnya mereka sampai di Kafe yang sudah di tentukan oleh Kalen sendiri.Tak tanggung tanggung pria itu sengaja membooking kafe itu demi keamanan Dea.Tak lupa kalau pegawai kafe akal diisi oleh orang orangnya selama mereka disana.


"Harusnya aku merancang bisnis kuliner baby,jika ada acara seperti ini aku tak perlu lagi membooking kafe",ujar Kalen saat mereka berjalan memasuki Kafe.


"Ide yang bagus Kak,biar aku yang kelola",jawab Dea.


"No...kamu tak akan aku izinkan untuk bekerja.Tugasmu cukup melayaniku menyiapkan semua kebutuhanku",jawab Kalen.


"Ck... selalu saja begitu", sungut Dea.


"Kamu lagi kuliah baby,dan juga sedang hamil",jawab Kalen.


"Ya ya..."


Dari kejauhan mereka melihat seorang pria remaja dan Sandra sudah duduk menunggu kedatangan mereka.


"Dea..."


"Ya...I-ibu...",jawab Dea terbata.


"Ayo duduk Nak.Kenalkan ini adik kamu Daren",ujar Sandra memperkenalkan anak keduanya.


"Dea...",ujar Dea mengulurkan tangannya.


"Daren Kak,Kakak cantik",puji Daren menyambut uluran tangan Dea.


"Ehemmm...",Kalen berdehem keras saat sang istri dipuji pria lain walau itu adik Dea sendiri.

__ADS_1


"Terimakasih Daren",jawab Dea tersenyum tipis.


"Dea..."


"Ya Bu..."


"Maafkan kesalahan ini selama ini meninggalkan kamu dengan orang lain.Ibu lakukan itu karena sebuah alasan.Jika kamu ikut Ibu,mungkin saat ini kamu tinggal nama Nak.Keluarga Papa kamu tak ingin kamu hidup karena harta warisan yang kamu dapatkan karena anak pertama dari Papa kamu sangat banyak.Sehingga mereka ingin menguasai itu semua dengan menyingkirkan kamu",ujar Sandra.


"Ya Tuhan...",lirih Dea.


"Kamu ingat yang menyekap kamu satu minggu yang lalu?",tanya Sandra.


"Ya..."


"Dia Paman kamu,adik dari Papa kamu.Fika adalah saudara sepupu kamu",ujar Sandra membuat Dea terkejut bukan main.


"Jadi...mereka meminta tangan ku saat itu demi--


"Ya... pengalihan harta dari kamu ke dia",jawab Sandra.


"Kenapa mereka sekejam itu.Jika mereka minta aku akan memberikan.Aku tak butuh itu semua",ujar Dea.


"Kamu mau kan memaafkan Ibu?",tanya Sandra penuh harap.


"Tak apa Nak,Ibu tau ini tak mudah bagi kamu.Tapi ibu akan membuktikan jika Ibu sudah berubah",ujar Sandra.


"Ya... Bu"


"Nak Kalen,terimakasih kasih sudah mau menemani Dea untuk bertemu dengan saya",ujar Sandra.


"Ya..."


"Boleh Ibu peluk kamu?",tanya Sandra menatap Dea penuh harap.


Dea menatap sang suami meminta persetujuan.Kalen mengangguk pelan membuat Dea ikut menggangguk.


Sandra berdiri dari duduknya lalu memeluk sang putri yang sudah hampir 10 tahun ia tinggalkan.


"Maafkan Ibu sayang...", bisik Sandra memeluk erat sang putri.


Dea hanya diam saja tak menjawab,karena ia masih mencoba menerima kehadiran sang ibu kembali dalam hidupnya.


"Boleh aku ikut peluk Kak Dea?",tanya Daren.

__ADS_1


"Jangan menyentuh istriku",ujar Kalen menatap tajam Daren.


"Ta-tapi dia Kakakku",jawab Daren.


"Tak ada pengecualian, meski kau adiknya tapi kau itu seorang pria beranjak dewasa", tutur Kalen membuat Dea menggeleng pelan melihat sifat posesif sang suami kumat lagi.


"Sudah...Daren hormati Kakak ipar kamu",ujar Sandra pada anak bungsunya.


"Ya Ma...",jawab Daren.



Visual Daren ya



Visual Sandra



Visual Dion


Jadi wajah Dea dan Daren percampuran keduanya ya.


Setelah cukup lama bertemu dan saling berbagi cerita mereka akhirnya memutuskan untuk pulang ke kediaman masing-masing.


"Kak...",ujar Dea saat mereka sudah diperjalanan pulang.


"Ya baby..."


"Kenapa Kakak melarang Daren untuk memelukku?",tanya Dea.


"Dia itu seorang pria baby dan aku tak mau kamu di sentuh selain aku",jawab Kalen.


"Tapi dia adik aku Kak, kenapa kamu cemburu sih?",tanya Dea.


"Sama Kaisan saja aku cemburuan apalagi adik kamu",jawab Kalen enteng.


"Huffhhh... posesif",ujar Dea.


"Itulah aku Kalendra",jawab Kalen.


"Ya...ya..."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2