Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
#259


__ADS_3

Dea turun dari mobil memasuki rumah dengan langkah tergesa-gesa dikuti Kalen dari belakang.Tentang Kalen pria itu hanya diam saja sepanjang perjalanan pulang.


"Mami...",Rania yang sedang bermain dengan pengasuhnya berlari menghampiri Dea dan langsung memeluk sang ibu dengan begitu erat.


"Maaf Mami ya sayang pergi lama",ujar Dea mengusap punggung sang putri dengan lembut.


"Mami...Papi malah malah gak ada Mami",adu Rania membuat Kalen yang berdiri tak jauh dari keduanya mengehela nafas beratnya.


Dea tersenyum tipis lalu mengurai pelukannya."Papi marahnya sama Rania atau Mami?",tanya Dea.


"Ndak tau Mami...", geleng Rania.


"Rania udah mandi belum?", tanya Dea menggendong tubuh Rania.


"Udah Mami..",jawab Rania.


"Rania mandinya sama siapa?",tanya Dea mendudukkan Rania di atas pangkuannya.


"Sama Oma...",jawab Rania menunjuk sang Oma yang sedang menonton televisi.


"Ma...maafkan Dea ya, ninggalin Rania lama.Tadi mampir ke tempat Kaira, keasyikan ngobrol dan nonton jadi lupa waktu begini.Harusnya tadi Dea bawa Rania,jadi gak nyusahin Mama",ujar Dea lirih.


Marisa tersenyum."Tidak apa-apa sayang.Mama tau kamu juga butuh waktu sendiri menikmati waktu kamu",jawab Marisa.


"Dea...bawa Rania ke kamarnya,Mama mau bicara berdua sama suami kamu",ujar Marisa di angguki Dea.


Kalen mengehela nafas berat saat melihat sang istri malah pergi.Pria itu menatap kepergian sang istri dengan perasaan entah.


"Kalen...jangan memarahi Dea,kita sebagai istri terkadang butuh waktu sendiri sejenak dari urusan rumah dan anak.Meski kamu memberikan pengasuh untuk Dea.Tapi sebagai ibu ia tak akan membiarkan anaknya sepenuhnya di asuh baby sitter.Ia juga butuh waktu untuk teman seusianya",ujar Marisa.


"Tapi--


"Kalen...Dea menikah diusia yang sangat muda.Ia merelakan masa mudanya demi mengabdi pada kamu dan keluarga kecil kalian.Selama ini Dea istri, menantu dan ibu yang baik.Dia hanya butuh waktu sendiri,Kaira sebaya dengan Dea.Jadi wajar jika mereka jadi lupa waktu jika ketemu.Masih beruntung kamu istri kamu gak kelayapan Kalen", tutur Marisa.


"Ya Ma...",jawab Kalen.


"Sana temui istri kamu,awas kalau sampai kamu memarahi menantu kesayangan Mama", ancam Marisa.


"Ya...",jawab Kalen berdiri dari duduknya mengahampiri sang istri yang berada dikamar Rania.

__ADS_1


Kalen terdiam saat melihat bagaimana telatennya Dea mengurus putrinya.Ia tau sekarang kenapa istrinya bisa lupa waktu jika sudah bertemu teman seusianya.Melihat Dea yang begitu sabar mengikuti kemauan sang putri yang lagi aktif aktifnya.


"Rania...sama Papi yuk!",ujar Kalen ikut bergabung dengan Dea dan Rania.


"Ndak mau,nanti Papi malah malah sama Nia", geleng Rania.


Kalen terdiam,ia tak menyangka amarahnya tadi saat tak menemukan sang istri dirumah ketika ia pulang kerja membuat putrinya ketakutan padanya.


Dea hanya diam saja,dia tak tau semarah apa Kalen tadi sehingga Rania takut pada suaminya itu.


"Maafkan Papi ya...tadi itu Papi lagi pura pura marah sayang",ujar Kalen mendekati putrinya itu.


"Benelan?",tanya gadis itu dengan wajah polosnya membuat Kalen tersenyuh dan langsung membawa sang putri kedalam pelukannya.


"Maafkan Papi ya sayang",lirih Kalen.


"Papi gak malah lagi kan?",tanya Rania.


"Papi gak marah sayang",jawab Kalen mengecup pipi Rania bertubi-tubi membuat gadis kecil itu tertawa kegelian.


"Sayang--


"Iya... sayang",jawab Kalen memeluk sang istri.


"Mami gak boleh peluk peluk Papi",ujar Rania mendorong Dea.


"Mas...anak kamu posesifnya persis kayak kamu",ucap Dea.


"Tentu dong sayang,dia anakku", jawab Kalen mengecup pipi cubby Rania.


"Mas...lain kali kalau kamu ngamuk itu tau tempat,kamu lihatkan tadi,Rania ketakutan sekali lihat kamu", bisik Dea.


"Habisnya aku gak ketemu kamu sayang.Aku takut kamu pergi meninggalkan aku dan Rania",jawab Kalen.


"Ya enggak mungkinlah Mas",ujar Dea.


***


"Gimana sayang?",tanya Faris.

__ADS_1


"Enak Mas",jawab Kaira.


"Oke kamu siapkan piring,Mas akan memindahkan makanan ini ke mangkuk",ujar Faris yang meminta Kaira menyicipi hasil masakannya.


"Ya Mas...",jawab Kaira.


Kaira mengambil dua buah piring di dalam rak piring.Mereka makan malam berdua dengan Faris yang masih memakai setelan baju kerjanya.Keduanya makan dengan lahap.


"Mas...maaf ya,aku gak bisa jadi istri yang baik untuk kamu",ujar Kaira disela suapannya.


Faris tersenyum tipis."Kamu istri terbaik untuk Mas.Mulai besok akan ada pelayan yang datang kesini untuk memasak dan bersih-bersih.Tapi dia akan menginap disini jadi tidak akan menganggu kita.Dan kamu gak boleh menolak",ujar Faris.


"Iya Mas...", angguk Kaira.


"Kemarilah!",ujar Faris meminta Kaira duduk diatas pangkuannya.


Kaira duduk diatas pangkuan Faris dan mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami.


"Dengar sayang.Mas gak mau kelelahan karena Mas sangat ingin kamu mengandung anak Mas",ucap Faris mengusap perut rata Kaira.


"Pelayannya jangan yang masih muda ya Mas,aku takut kamu tergoda sama pembantu sendiri",jawab Kaira.


"Hehehe jadi itu alasan kamu menolak jika ada pelayan disini?", kekeh Faris mengecup sekilas bibir sang istri.


"Iya...", angguk Kaira.


"Kamu tatap mata Mas!,hanya ada kamu disana sekarang dan sampai akhir.Mas tidak akan pernah melirik selain wanita yang ada dipangkuan Mas ini.Dan pelayan kita salah satu pelayan di rumah Kak Kalen.Bik Asih",ujar Faris.


"Iya Mas...",angguk Kaira.


"Masih mau makam?",tanya Faris.


"Enggak...", geleng Kaira.


"Ayo kita bereskan ini duku setelah itu Mas akan bantu kamu bikin tugas",ujar Faris.


"Iya Mas...",jawab Kaira turun dari pangkuan Faris lalu membereskan sisa makanan mereka.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2