
Pagi ini Dea bangun dengan wajah jauh lebih segar, meski memar diwajahnya masih terlihat.
Wanita itu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan karena tak menemukan sosok sang suami.
Dea bangkit dari tidurnya lalu membersihkan tempat tidur.Setelah selesai Dea melangkah menuju kamar mandi.Namun pintu kamar mandi terkunci dari dalam sepertinya Kalen berada didalam.
Dea melangkah ke balkon kamar yang menghadap ke langsung ke taman.Ia menghirup udara segar pagi itu dengan memejamkan kedua matanya seraya merentangkan kedua tangannya.
Dulu ia tak pernah bisa menikmati suasana pagi seperti sekarang.Karena pagi pagi ia harus memasak untuk anggota rumah.
"Terimakasih ya Tuhan membebaskan aku dari sana",batin Dea.
"Sudah bangun?",ujar Kalen memeluk Dea dari belakang.
"Sudah Kak...Kakak sudah selesai mandi?, kenapa tak membangunkanku?",tanya Dea menyandarkan kepalanya di dada bidang Kalen.
"Tidurmu terlihat nyenyak jadi aku tak tega membangunkanmu", jawab Kalen mencium pucuk kepala Dea.
"Ya sudah aku siapkan dulu baju kerja Kakak",ujar Dea melerai pelukan Kalen pada pinggangnya.
"Kamu mandilah, setelah itu kita sarapan bersama",jawab Kalen.
__ADS_1
"Tapi--
"Aku berangkat sedikit siang sayang.Sekalian nanti antar kamu ke kampus",ujar Kalen.
"Baiklah Kak...",ujar Dea berjalan meninggalkan Kalen kembali masuk kedalam kamar untuk mandi.
Kalen tersenyum tipis melihat kepergian sang istri.Pria yang masih mengenakan handuk kimono itu menghubungi seseorang.
"Lakukan sesuai perintah Pak Rendra"
Kalen menghembusnya nafas kasarnya meluapkan emosi yang ia tahan setelah mematikan panggilan telfonnya.Ia pikir rumah tangganya dengan Dea akan berjalan baik ajak saja tanpa ada yang mengusik.Namun orang di masa lalunya kembali datang untuk berusaha masuk kedalam kehidupannya.
Kalen kembali masuk kedalam kamar untuk berpakaian.Ia harus menghubungi saudari sepupunya untuk membicarakan sesuatu hal yang penting.
Bruk
Dea menghentikan langkahnya saat ia menabrak seseorang didepannya."Kak--
"Ada apa, hum?,mau menggodaku?",ujar Kalen menatap bagian dada Dea yang sedikit terbuka.
Dea mengeratkan handuk nya dibagian dada dan berjalan mundur kebelakang saat melihat tatapan mesum suaminya.
__ADS_1
"Kak a-aku--ahhh
Dea terpekik saat Kalen menarik pergelangan tangannya sehingga yang ia kembali menabrakan dada bidang Kalen.
Kalen memeluk erat pinggang Dea dengan salah satu tangannya sementara satu tangannya lagi mengelus pipi layang Dea dengan begitu lembut.
Dea memejamkan kedua matanya menikmati sentuhan punggung tangan Kalen di pipinya.Jantungnya berdebar kencang dengan nafas yang memburu.
"Kamu cantik...",gumam Kalen mengecup pipi Dea yang masih sedikit memar dengan begitu lembut.
Dea membuka kedua matanya hingga mereka saling tatap.Dea tersenyum tipis dengan jantung yang masih berdetak kencang.
Kalen menarik sudut bibirnya perlahan lalu kemudian mengecup bibir pink alami milik Dea lalu m******** dengan penuh kelembutan.
Kalen melepas pagutannya dibibir Dea lalu mengusap bibir Dea yang sedikit membengkak akibat ulahnya."Manis...",lirih Kalen.
Dea tersipu malu mendengar pujian dari sang suami menundukkan kepalanya kebawah.Pipinya terasa begitu panas sekarang.Dan bisa dipastikan seperti kepiting rebus.
Kalen mengecup bahu polos Dea membuat wanita itu tersentak kaget.Kalen tak tanggung tanggung langsung meninggalkan jejak kepemilikannya disana.
"Berpakaianlah...kita sudah ditunggu untuk sarapan bersama", bisik Kalen.
__ADS_1
"Tapi--Dea menatap Kalen dengan tatapan yang membuat pria itu cukup terkejut.
...****************...