
Faris menyibak rambut Kaira yang menutupi wajah cantik gadis itu.Pria itu begitu terpukau melihat wajah cantik Kaira yang dipoles make up tipis.
"Kai...", Faris mengusap lembut pucuk kepala Kaira.
Gadis itu melenguh pelan merasa tidurnya diganggu."Enggh...", Kaira membuka perlahan kedua matanya.Seorang pria tampan tersenyum padanya.
"Mas...kamu--
"Ayo bangun!,kita pulang",ujar Faris.
"Apakah aku ketiduran?",tanya Kaira dengan suara khas bangun tidur.
"Ya.... capek ya?",tanya Faris.
"Huummm...jam berapa ini Mas?",tanya Kaira.
"Jam 19:12,maaf membuatmu menunggu lama",jawab Faris.
"Ya..."
"Mas...kita cari makan dulu,aku lapar",ujar Kaira berdiri dari duduknya.
"Oke...",jawab Faris tersenyum tipis
Keduanya meninggalkan kantor dan mencari tempat makan untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.Apalagi Kaira, gadis itu melewatkan makan siangnya karena kekenyangan memakan soto saat dirumah sakit tadi siang.
"Kak Kalen udah pulang Mas?", tanya Kaira.
Pria yang sedang fokus menyetir itu menoleh."Sudah...dia pulang dari sore.Mungkin besok sudah mulai ngantor lagi",jawab Faris.
"Oh..."
"Mau makan dimana?",tanya Faris.
"Mmmm...mie Aceh kayaknya enak deh Mas",jawab Kaira saat mobil Faris melintas disebuah kafe yang menjual menu mie Aceh.
"Baiklah...",jawab Faris membelok stir mobil memasuki parkiran Kafe.
Keduanya turun dan langsung mamasuki Kafe itu dengan jalan beriringan.Kedatangan mereka mencuri perhatian pengunjung yang lainnya.Apalagi Faris yang memiliki wajah tampan dan begitu saat mempesona.Tak alang membuat pengunjung yang rata rata anak muda yang tentunya perempuan melirik penuh minat padanya
Keduanya duduk saling berhadapan setelah memesan menu yang akan menjadi santapan makan malam mereka kali ini.
"Mas... lihatlah,kamu mencuri perhatian banyak wanita disini",ujar Kaira yang tak sengaja melihat begitu banyak pengunjung wanita yang mengabadikan foto Faris diponselnya.
Inilah kenapa Faris tak menyukai makan di tengah keramaian.Dia lebih suka makan direstoran dengan ruangan VIP.Dengan begitu ia tak lagi diganggu dengan hal seperti ini.
"Biarkan saja",jawab Faris acuh memainkan ponselnya.
Kaira hanya menggeleng pelan melihat sikap acuh dan dingin Faris.Gadis itu makin kesini makin tahu sifat Faris cukup introvert.Sama akan halnya dengan sang Kakak.
Tak lama pesanan mereka datang, keduanya sama sama menikmati makanan mereka.Tak ada pembicaraan antara keduanya.Entah karena kelaparan atau karena tak ada topik yang ingin mereka bahas.
"Kaira,bukan?", seorang pria berkacamata menyapa gadis itu.
__ADS_1
Kaira mengangkat kepalanya dan mengerutkan keningnya.Ia mencoba mengingat siapa pria yang kini tersenyum lebar padanya itu.
"Kamu gak ingat ya,baru tadi siang kita bertemu loh?",ujar pria itu membuat Faris menoleh pada Kaira menuntut penjelasan.
"Maaf saya sungguh tak mengingatnya",jawab Kaira mengggeleng pelan.
"Saya Hadi,rekan seprofesinya Dokter Kalen",ujar pria itu.
"Oh...maaf, saya tak mengingatnya",jawab Kaira.
"Ya...tak apa apa", balas pria itu.
"Kamu dengan siapa?",tanya Hadi melirik Faris yang tampak diam saja.
"Sama tunanganku",jawab Kaira membuat Faris yang dari tadi mengumpat dalam hatinya menarik bibirnya ke atas.
"Oh...maaf menganggu waktu kalian,saya permisi kalau begitu",ujar Hadi dengan senyuman tipis.
"Ya..."
Kaira kembali melanjutkan menyuap makanannya.Tak mempedulikan Faris yang menatapnya.
"Jadi dia Dokter Hadi itu?",tanya Faris membuat Kaira menghentikan kunyahannya.
"Ya... kenapa memangnya Mas?",tanya Kaira.
"Tidak...bukan apa apa",jawab Faris.
Tak taukah Kaira Faris dari tadi berusaha untuk menahan rasa jengkelnya karena tatapan pria itu yang sepertinya tertarik pada Kaira.
"Aneh gimana?",tanya Faris.
"Ya...aneh saja", jawab Kaira.
"Terimakasih...",ujar Faris tiba tiba.
"Untuk?",tanya Kaira.
"Sudah mau mengakui hubungan kita",jawab Faris.
"Ya... lagian aku juga risih dengannya",ujar Kaira jujur.
"Kenapa?", tanya Faris.
"Gak tau aja",jawab Kaira.
"Kamu gak suka dia mendekatimu?",tanya Faris.
"Iya...itu salah satunya",jawab Kaira membenarkan ucapan Faris.
"Kenapa?",tanya Faris.
"Bukankah kita udah komitmen ya,jadi untuk apalagi",jawab Kaira.
__ADS_1
Faris mengulum senyumannya."Terimakasih...",ujar Faris lagi.
"Apaan sih Mas, perasaan terimakasih melulu dari tadi",jawab Kaira terkekeh pelan.
"Aku juga akan melakukan hal yang sama jika ada yang mendekatiku",ujar Faris.
"Ya aku atau,bahkan lebih dari itu",jawab Kaira.
"Maksudnya?", tanya Faris menyudahi makanannya.
"Coba kamu ingat berapa kali kamu bilang ke orang orang jika aku ini istri kamu,Mas",jawab Kaira.
Faris tersenyum."Semoga saja ucapan itu terkabul kan,kamu jadi istriku",ujar Faris enteng.
Namun tidak dengan Kaira, ucapan pria itu mengalir sesuatu dihatinya dan mengantarkan debaran keras di dadanya.Mukanya memanas sekarang dan ia yakin sudah seperti kepiting rebus saat ini.
Faris mengulum senyumannya melihat semburat merah dipipi Kaira."Tapi... selesaikan dulu kuliahmu,aku akan menunggu.Lagi pula kita masih dalam masa pejajakan saat ini.Aku ingin menyakinkan hatiku lebih dari ini",ujar Faris.
Kaira mengangguk pelan."Aku ke toilet sebentar Kak", ujar Kaira.Itu hanya alasannya saja karena ia tak kuasa lagi menahan debaran di dadanya.
"Ya...jangan lama lama",jawab Faris yang sebenarnya tau saat ini Kaira sedang menghindarinya.
Kaira melangkah menuju toilet, langkah sedikit tergesa karena kejadian di toilet salah satu restoran saat ini masih menjadi bayangan mencekam untuknya.Di lecehkan di tempat umum dan itu masih meninggalkan bekas trauma yang cukup mendalam untuknya.
Setelah selesai Kaira kembali ke mejanya tadi, namun ia terkejut saat melihat Faris bersitegang dengan seseorang.Buru buru ia menghampiri pria itu yang tampak menunjuk nunjuk pria yang ada dihadapannya.
"Mas ada apa ini",ujar Kaira menghampiri Faris.
"Kita pulang...!",ujar Faris mengenggam tangan Kaira.
"Saya ingatkan lagi!,jangan mendekati tunangan saya",ujar Faris pada pria berkacamata itu dengan tatapan tajam lalu meninggalkan kafe itu dengan tatapan semua orang yang menatap kepergiannya.
Kaira hanya menurut saja saat Faris membukakan pintu mobil untuknya.Ia tak mau bertanya apa yang terjadi pada pria itu.Ia takut melihat kemarahan pria itu.Apalagi ia telah menyaksikan sendiri bagaimana menakutkan jika Faris dalam keadaan marah.
Faris melajukan mobilnya dengan rahang yang masih mengetat.Faris itu tak menyangka jika pria itu dengan terang terangan mengatakan jika ia menyukai Kaira dan akan merebut Kaira darinya.Tentu saja ia marah,ia sudah mulai membuka hati pada Kaira dan membulatkan tekadnya untuk menerima perjodohan ini.
Salahkah jika Faris marah?,jika tiba tiba saja seseorang datang mengatakan jika akan merebut Kaira darinya?.
Faris berusaha meredam amarahnya dengan menghembuskan nafasnya secara perlahan."Kai...pria tadi menyukaimu",ujar Faris menatap lurus ke depan fokus pada kemudinya.
"Maksudnya Dokter Hadi?",tanya Kaira yang tadi juga sempat bingung kenapa tiba tiba saat ia dari toilet Faris sudah bersitegang dengan pria itu.
"Ya...dia akan merebutnya dariku",jawab Faris.
"Hah?"
"Jadi karena itu tadi kamu bersitegang dengannya Mas?",tanya Kaira.
"Iya...",jawab Faris.
"Kali ini aku akan mempertahankan apa yang seharusnya menjadi milikku Kaira,aku tak akan mengalah lagi",ujar Faris membuat Kaira kembali berdebar.
Deg
__ADS_1
...****************...