Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Peringatan Faris


__ADS_3

Kaira menoleh saat mendengar suara yang begitu ia kenali.Siapa lagi jika bukan keponakan lucunya yang duduk di stoler bayi didorong sang Kakak ipar dari belakang.


"Kak...ikut joging?",tanya Kaira pada sang Kakak ipar.


"Gak...lagi nemani Kakak kamu joging aja sekalian ajak Kaira jalan pagi", jawab Dea.


"Oh..."


"Man...",ujar sicantik Rania menatap Faris dan mengangkat kedua tangannya minta digendong.


"Maaf sayang... Paman lagi keringatan",jawab Faris.


Tampak gadis kecil itu cemberut degan pipi menggembung.Hal itu sontak membuat Kaira terkekeh pelan melihat sang keponakan yang merajuk.


"Ada apa ini sayang?", tanya Kalen pada sang istri yang baru datang dengan membawa beberapa botol minuman.Sepertinya pria itu baru saja membeli minuman.


"Ini Mas,Rania ngambek pengen digendong Faris",jawab Dea.


"Oh...jangan mengikuti semua kemauannya,nantinya jatuhnya dianya manja",ujar Kalen.


"Iya Mas...Farisnya udah nolak karena lagi keringatan", jawab Dea.


"Mi..."


"Apa sayang",jawab Dea.


"Tu...!",tunjuk Rania pada balon yang dijual tak jauh dari mereka.


"Itu balon sayang",jawab Dea.


"Antik...",ujar batita itu dengan terkekeh ala bayi.


"Iya cantik...",jawab Dea membenarkan ucapan sang putri.


"Ris...masih kuat lari gak?",tanya Kalen.


"Masih Kak",jawab Faris.


"Ayo...kita lari",ujar Kalen.


"Sayang aku lari beberapa putaran dulu ya",ujar Kalen.


"Ya Mas...",jawab Dea.


"Ra ..titip Kakak kamu sama Rania",ujar Kalen.


"Siap...",jawab Kaira.


Kedua kembali melanjutkan joging meninggalkan para wanita.Kedua tak mencemaskan wanitanya karena tanpa sepengetahuan Dea dan Kaira karena diantara pengunjung taman ada beberapa bodyguard yang menjaga keduanya.


"Ra... duduk disana yuk!",ujar Dea menunjuk bangku kosong.


"Ya Kak,ayo!",jawab Kaira berjalan menuju bangku kosong bersama Dea yang mendorong stoler Rania.


"Tumben Kak Kalen gak gym dirumah Kak?", tanya Kaira.

__ADS_1


"Gak tau... pengen ngajak Rania jalan lagi katanya mumpung keponakan kamu ini bangunnya cepat",jawab Dea.


"Oh...."


"Ra...gak terjadi sesuatu kan di rumah Kaisan?", tanya Dea.


"Maksudnya?", tanya Kaira balik.


"Ya...Kakak takut aja pertemuan Faris dan Mika--


"Tidak terjadi apa apa kok Kak, meski aku ngerasa Kak Kaisan berusaha agar Kak Mika gak bertemu dengan Mas Faris.Tapi pada akhirnya mereka bertemu juga",jawab Kaira.


"Oh ya,lalu?",tanya Dea yang megambil Rania dari stolernya lalu mendudukkan diatas pangkuannya.


"Meski aku merasa ada kecanggungan tapi tidak terjadi apa apa kok",jawab Kaira.


"Oh syukurlah...",ujar Dea.


"Kakak lihat hubungan kalian makin dekat,dan Kakak bisa melihat ada cinta dimata Faris untuk kamu, apakah benar?",tanya Dea.


"Ya... kita memang makin dekat Kak.Dan lebih tepatnya kita saling cinta",jawab Kaira pelan.


"Oh ya...?", tanya Dea dengan mata berbinar.


"Huummm..."


"Kakak lihat Faris pria yang baik, tidak salah jika Kakakmu Kalen memilih disebagai pendamping kamu",ujar Dea.


"Semoga Kak",jawab Kaira.


"Sejak kapan,hm?", tanya Dea.


"Berhasil?", tanya Dea.


"Aku tidak tau berhasil atau tidaknya Mas Faris melupakan Kak Mika tapi saat pertemuan mereka kemarin Mas Faris banyak diam dan tatapannya datar gitu sama Kak Mika",jawab Kaira.


"Tetap bersabar ya Ra,Kakak juga pernah berada diposisi kamu dulunya.Intinya cintai dia dengan cara kamu.Buat dia merasa kamu segalanya untuknya",ujar Dea.


"Ya...kita ternyata mengalami hal yang hampir sama Kak, bedanya saat itu Kakak dan Kak Kalen sudah menikah",kekeh Kaira.


"Iya...itu jauh lebih sulit dan menyakitkan karena mereka masih menjalin hubungan dan mirisnya kami sempat menjalani pernikahan kontrak", kekeh Dea mengingat awal pernikahannya dengan Kalen dulu.


"Maafkan aku juga yang saat itu ikut membenci Kakak",ujar Kaira dengan penuh sesal.


"Huh...tak apa Ra,Kakak sudah memaafkan kamu",jawab Dea menghembuskan nafas panjang.


"Huh....",dua orang pria duduk di bawa kaki Dea dan Kaira dengan nafas ngos-ngosan.


Kaira dan Dea memberikan botol minuman kepada keduanya.


"Kalian... pasti duel kan?", tuduh Dea.


"Hehehe...", Kalen cengengesan sementara Faris hanya diam saja menenggak minumannya hingga separuh.


"Pi..."

__ADS_1


"Ya sayang...Papi capek Nak",adu Kalen mengecup pipi cubby Rania.


"Pulang yuk Kak,gerah nih mau mandi",ujar Kaira.


"Kamu duluan aja sama Faris",jawab Kalen.


"Ya nggak bisa dong Kak, dirumah tidak ada siapa siapa.Para Bibik kan diliburkan,yang benar saja kita berdua dirumah Kak",ujar Kaira.


"Ya...kamu benar.Ayo kita pulang!",jawab Kalen meminta Dea meletakkan Rania distolernya lalu mendorong kereta bayi itu dengan pelan.


Kaira dan Faris berjalan beriringan dengan jarak seratus meter di belakang Kalen dan Dea.


"Jadi ikut gak ke restoran?",tanya Faris.


"Boleh Mas,Mama kamu ke restoran juga kan?", tanya Kaira.


"Biasanya iya, tidak tau hari ini.Aku juga belum menghubungi Mama pagi ini",jawab Faris.


"Oh..."


Brugh


"Awh...", ringis Kaira saat seseorang dengan sengaja menabrak bahunya pada bahu Kaira.


"Mbak kalau jalan tuh lihat lihat dong", teriak Kaira.


Wanita itu menoleh dan tersenyum miring."Kenapa?, gak suka",jawab wanita itu pongah.


"Ck... kamu--


"Sayang tak ada yang sakit kan?",tanya Faris yang cukup kuawatir dengan Kaira.


"Hanya sedikit sakit Mas",jawab Kaira membuat Faris mengepalkan kedua tangannya.Andai bukan wanita sudah pastikan orang itu mendapat bogeman darinya.


"Kamu Faris kan?",ujar wanita itu pada Faris.


"Siapa kau?", tanya Faris dengan tatapan tajamnya.


"Adikku jauh lebih cantik dari wanita ini tapi kau malah memilih jala--


"Aku tak mengenal adikmu.Dan satu lagi jangan mengatainya dengan sebutan rendahan",jawab Faris.


"Bukankah itu benar, Ayuni jauh lebih--


"Jadi kau Kakak Ayuni.Apa yang wanita itu katakan padamu.Jika kau tak tau masalah sebenarnya jangan ikut campur",jawab Faris.


"Ayuni sangat mencintaimu dia begitu--


"Yang dicintai adikmu adalah uangku bukan aku.Asal kau tau adikmu mencampakkanku beberapa tahun yang lalu demi pria yang lebih kaya dariku.Dimana nilai plus adikmu itu hah?",tanya Faris yang geram dengan wanita ini.Tak adik,kakaknya juga sama.


"Kau--


"Aku peringatkan jangan mengusikku ataupun kekasihku.Atau kau akan menyesali yang baru saja kau ganggu bukanlah sembarangan orang",ujar Faris dengan tatapan menghunusnya membuat wanita itu gemetaran.


"Aku tidak main main Nona",ujar Faris lalu membawa Kaira pergi meninggalkan wanita itu.

__ADS_1


...****************...


Author lagi khilaf nih.Jangan lupa dukungannya ya reader kesayanganku...


__ADS_2