
"Gimana Kak,enak gak masakan aku?",tanya Dea.
"Enak...",jawab Kalen mengangguk pelan sembari menikmati makanannya.
Dea tersenyum tipis melihat sang suami makan dengan lahapnya."Makan yang banyak kalau begitu",ujar Dea.
"Gak sayang...segini cukup.Gak baik makan banyak untuk kesehatan",jawab Kalen.
"Iya Pak Dokter...",kekeh Dea.
"Jika kamu harus makan yang banyak baby,karena ada kehidupan disini juga ikut makan",ujar Kalen mengusap perut Dea.
"Nanti aku gendutan Kak",ujar Dea.
"Jadi kamu tetap ngatur pola makan kamu saat ini sayang?",tanya Kalen sedikit terkejut.
"Ya gak lah Kak...aku makan apapun jika aku mau",jawab Dea.
"Aku pikir kamu diet sayang",ujar Kalen.
"Gak...Kak",jawab Dea.
"Kamu sudah kenyang?",tanya Kalen melihat piring kosong Dea.
"Sudah Kak...kamu habiskan ya",jawab Dea.
"Gak sayang...aku juga kenyang",ujar Kalen mengusap perutnya yang terasa begah.Untuk pertama kalinya ia makan kekenyangan seperti ini.
"Mau kemana sayang?",tanya Kalen menahan pergelangan tangan Dea saat wanita itu bangkit dari duduknya.
"Mau minta Bibik untuk membersihkan semua ini Kak",jawab Dea.
"Oh ya sudah,aku ikut sekalian kekamar mau ganti baju",ujar Kalen.
__ADS_1
"Bik...minta tolong yang dibelakang dibersihkan ya.Oh ya itu lauknya ada beberapa yang gak kita sentuh di bagikan aja ya untuk yang lainnya",ujar Dea saat sampai di dalam rumah.
"Baik Nyonya muda",jawab pelayan itu patuh.
Dea melangkah menuju kamar menyusul sang suami yang lebih dulu kekamar.Dea memutuskan untuk menaiki lift saja karena ia tak kuat untuk saat ini keseringan naik turun tangga.
Setelah keluar dari lift ia menuju kamar dengan langkah pelan.Sungguh ia kekenyangan karena makan lesehan tadi begitu nikmat sehingga ia tak sadar nambah dua kali.
Ceklek
"Kak..."
Dea mengerutkan keningnya karena ia tak menemukan keberadaan sang suami.Ia memeriksa satu persatu ruangan yang ada di kamar.Namun ia tak menemukan keberadaan sang suami.
"Katanya mau ganti baju kok malah gak ada di walk in closet", gumam Dea mengerutkan keningnya.
Dea mendudukkan bokongnya di sofa kamar sembari menunggu kedatangan sang suami yang tersangkut entah dimana.
Dea meraih majalah bisnis dan membaca iseng.Orang yang pertama ia lihat adalah foto sang suami yang menjadi cover dari majalah itu.
Ceklek
Kalen memasuki kamarnya dengan langkah pelan.Ia baru saja dari ruang kerjanya menerima telepon dari Papanya mengenai keluarga Dea.
"Kak...kamu dari mana?", tanya Dea seraya menyimpan kembali majalah ke tempatnya.
"Dari ruang kerja sayang ada sedikit kerjaan",jawab Kalen.
"Oh..."
"Kamu lagi ngapain?",tanya Kalen merebahkan kepalanya diatas paha sang istri.
"Nunggu kamu Kak,tadi aku pikir kamu udah dikamar",jawab Dea memainkan rambut Kalen.
__ADS_1
"Kamu cantik",puji Kalen menatap wajah Dea dari bawah.
"Kamu juga tampan kak",jawab Dea ikut memuji Kalen.
"Tentunya...karena sudah dari lahir",jawab Kalen.
"Kak..."
"Ya baby"
"Saat kita pindah kesini dijalan aku lihat Kak Aluna di pinggir jalan",ujar Dea.
"Jangan membahas orang lain sayang.Aku tak ingin lagi membahas masa lalu.Biarkan lah ia dengan dunianya.Karena fokusku adalah kamu dan dia",jawab Kalen mencium perut Dea.
"Tapi Kak... sepertinya dia kesakitan dan tampak makin kurusan",ujar Dea.
"Lalu kamu maunya aku gimana?, bantu dia?",tanya Kalen dengan hati sedikit kesal karena sang istri membahas orang yang telah dia lupakan.
"Bukan gitu Kak, apakah kamu gak punya temen gitu buat bantu dia",ujar Dea.
"Sayang...dia masa lalu aku,aku gak mau lagi ada dia diantara kita bagaimanapun keadaannya.Biarlah itu sudah menjadi pilihan hidupnya",jawab Kalen.
"Kamu mau dia kembali dan berusaha memisahkan kita?,Dia wanita ambisius jadi aku gak mau lagi kita bahas dia", sambung Kalen.
"Maaf kak,aku hanya kasihan",lirih Dea.
"Aku tau tapi jangan sampai orang nantinya memanfaatkan sisi lemah kamu ini",ujar Kalen memainkan rambut panjang Dea.
"Kak ganti baju dulu",ujar Dea.
"Baiklah...kamu tunggu disini sebentar",jawab Kalen bangkit dari duduknya lalu melangkah ke walk in closet.
"Ya Kak..."
__ADS_1
Dea tersenyum tipis lalu bangkit dari duduknya melangkah menuju tempat tidur untuk merebahkan tubuhnya.
...****************...