Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Bertemu Aluna lagi


__ADS_3

Pagi ini Kalen dan Dea akan kembali ke ibukota setelah menghabiskan tiga hari untuk berbulan madu.Kalen baru saja selesai memasukkan pakaian mereka ke dalam sedangkan Dea tengah duduk di bibir tempat tidur bermain ponsel.


"Kak...kita langsung pulang?",tanya Dea menatap suaminya yang baru saja selesai mengepak barang barang mereka.


"Iya...apakah kamu mau ke suatu tempat?",uajr Kalen.


Dea menggeleng pelan."Aku mau beli oleh oleh buat Mama dan yang lainnya",jawab Dea.


"Aku sudah membelikanya sayang", balas Kalen.


"Kapan?,bukankah kita selalu bersama?", tanya Dea mengerutkan keningnya..


"Semua sudah diurus oleh orang kepercayaanku Dera",jawab Kalen.


"Ooooo..."


"Ayo...kita berangkat",ujar Kalen menarik koper.


Dea mengikuti langkah sang suami keluar dari Villa itu menuju mobil mereka.


"Selamat jalan Tuan Muda,saya harap selama anda di sini liburannya menyenangkan",ucap manager Villa yang telah menunggu Kalen di dekat mobil.


"Ya...",jawab Kalen memasukkan barang barangnya kedalam begasi mobil.


"Ayo Dea...masuk!",ujar Kalen membukakan pintu mobil untuk sang istri.


"Terimakasih Kak...",jawab Dea tersenyum tipis sebelum memasuki mobil.


"Ya sayang...",ujar Kalen menutup pintu mobil setelah memastikan wanitanya itu duduk dengan posisi nyaman.


Kalen melajukan kendaraannya menuju bandara di mana pesawat pribadinya telah standby.


Setibanya di Bandara mereka langsung menaiki pesawat.Dan tak lama pesawat pun lepas landas meninggalkan bandara Ngurah Rai,Bali.


"Kak..."


"Ya sayang...ada apa?",tanya Kalen mengalihkan perhatiannya dari ponsel kepada Dea.


"Lihatlah para pramugari itu memperhatikan Kakak dari tadi", bisik Dea.


"Aku tak peduli... biarkan saja",jawab Kalen cuek.


"Selalu saja begitu",ujar Dea bersidekap didada.


Kalen tersenyum melihat sang istri."Cemburu, hum?",goda Kalen mencubit hidung mancung Dea.


"Gak...", ketus Dea.


"Hahaha... lalu aku harus apa sayang.Mereka memiliki mata untuk melihat.Dan yang terpenting itu aku tak menggubris mereka", kekeh Kalen mengecup sekilas bibir Dea.

__ADS_1


"Kenapa gak premugara aja Kak.Kan cowok semua gak akan ada yang memperhatikan Kakak",ujar Dea.


"No...aku gak mau cowok cowok itu memandangi kamu,aku gak rela",ujar Kalen.


"Lah...apa kabarnya pramugari itu Kak",jawab Dea.


"Beda sayang...Aku gak melirik mereka sedikit pun Dera sayang.Gak akan ada yang bisa mengalihkan dunia aku selain kamu",ujar Kalen sungguh sungguh karena baginya tak ada wanita yang lebih cantik selain Dea istrinya.


"Udah ya...aku gak mau kita bertengkar cuma orang orang gak penting.Aku milik kamu seutuhnya sayang.Hati dan raga aku milik kamu lalu apa lagi yang kamu takutkan, hum?", sambung Kalen mengusap lembut rambut Dea.


Dea tersenyum tipis, entah kenapa ia sama akan halnya Kalen gak rela prianya itu dilirik wanita lain.


"Nanti kita tinggal dirumah pemberian Kakek ya sayang",ujar Kalen.


"Apartemen aja ya Kak.Lagian kita belum membutuhkan rumah sebesar itu saat ini.Dan juga apartemen lebih dekat dengan kampus aku Kak",jawab Dea.


"Yakin...?. Apartemen kecil loh sayang",ujar Kalen.


"Yakin Kak...lagian yang tinggal kan kita berdua",jawab Dea.


Kalen tersenyum lalu mengangguk pelan menyetujui permintaan sang istri.Ia salah duga selama ini karena ia sempat berpikir jika Dea salah satu wanita materialistis tapi kenyataannya Istrinya itu gadis sederhana.


Tak lama pesawat mereka mendarat sempurna di bandara Soekarno Hatta.Kalen merangkul pinggang sang istri turun dari pesawat mengabaikanku tatapan memuja para pramugari.


Ternyata kedatangan mereka telah ditunggu oleh Marisa dan Tuan Wiliam yang sengaja menjemput keduanya.


"Mama...",Dea berlari kecil mengahampiri ibu mertuanya itu lalu memeluknya erat.


Kalen tersenyum melihat keakraban istri dan Mamanya itu.Tak perlu ia bersusah payah mendekatkan keduanya karena dari awal Mamanya menyukai Dea untuk ia jadikan menantu.


"Sehat sayang...Kalen gak nyakitin kamu kan?",tanya Marisa mengurai pelukannya.


"Sehat Ma...Kak Kalen manjain aku banget Ma", jawab Dea tersenyum malu-malu.


"Benar...?",tanya Marisa lagi.


"Kok kesannya gak percaya begitu sih Ma sama anak sendiri",ujar Kalen.


"Mama takut aja kamu nyakitin Dea karena awalnya kamu kan nolak menikah dengan Dea",ujar Marisa.


"Sudah sudah kita pulang dulu",ujar Tuan Wiliam menengahi ibu dan anak itu.


Mereka akhirnya pulang ke apartemen milik Kalen karena Dea menolak untuk tinggal dirumah yang telah disiapkan oleh Tuan Wiliam.


"Kamu yakin sayang tinggal di apartemen?.Nanti kalau Kalen dinas malam kamu sendirian loh disana gak ada siapa siapa?",ujar Marisa.


"Yakin Ma...aku dan Kak Kalen belum perlu tempat tinggal yang besar karena kita cuma berdua",jawab Dea.


"Dan perihal aku dinas malam Dea bisa datang ke rumah sakit karena aku juga ada ruangan pribadi disana atau Dea ke tempat Mama",ujar Kalen.

__ADS_1


"Kalian ini aneh memang.Udah disediakan tempat tinggal, gratis pula.Eh...malah nolak",ujar Tuan Wiliam.


"Mana ada gratis Kek,tiap bulannya aku harus bayar listrik dan air",Kekeh Kalen.


"Ck...ya itu tanggungjawab kamu lah",ujar Tuan Wiliam.


Tak lama mobil mereka sampai di pelataran parkir apartemen milik Kalen.Mereka turun lalu menuju unit Kalen.Namun langkah mereka terhenti saat seseorang menghadang langkah mereka.


"Al-luna...",gumam Kalen.


"Mau apa lagi wanitu itu", sungut Marisa.


Aluna menatap nanar tangan Kalen yang bergandengan dengan tangan Dea.Hatinya berdenyut nyeri tapi ini salahnya yang berusaha mempermainkan Kalen.


"Kalen...aku mau ngomong sesuatu sama kamu, berdua",ujar Aluna menatap Dea.


"Aku tinggal ya Kak...aku tunggu Kakak di unit",ujar Dea berusaha melepaskan genggaman tangan Kalen.


Kalen menahan tangan Dea."Bicara disini saja.Aku pria beristri sekarang",ujar Kalen dengan raut wajah datar.


Marisa dan Tuan Wiliam memilih untuk pergi dari sana.


"Biacaralah...aku tak punya banyak waktu",ujar Kalen dingin.


Aluna menatap kedua mata Kalen ,tak ada lagi cinta untuknya disana.Bahkan tatapan pria itu begitu dingin padanya.


"Aku minta maaf untuk terkahir kalinya karena aku akan berangkat ke LA untuk pengobatanku", lirih Aluna.


"Ya..."


"Kalen a-aku ingin kita--


"Kita udah selesai...jangan datang lagi kehadapanku",ujar Kalen meremas erat jemari Dea.


"Ka--


"Pergilah...",ujar Kalen menerima pergelangan tangan Dea dan berjalan pergi meninggalkan Aluna yang menatap pria yang ia cintai itu menggendong tangan wanita lain.


Kalen berjalan tergesa menuju unitnya dengan tangannya masih menggenggam tangan Dea begitu erat hingga membuat Dea meringis kesakitan.


"Kak...sakit...", lirih Dea menghentikan langkahnya.


Kalen menghentikan langkahnya dan segera melepaskan genggaman tangannya."Maaf sayang aku--


"Gak apa apa Kak...",jawab Dea.


"Kalen kamu apakan menantu Mama"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2