Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Keputusan Kalen


__ADS_3

Setelah memastikan Dea tertidur pulas Kalen memindahkan Dea ke atas ranjang dengan penuh kehati-hatian.Ia tak ingin sang istri kembali terbangun.Kalen menyelimuti tubuh sang istri lalu mengecup lembut kening Dea dengan penuh kasih sayang.


"Aku mencintaimu...",bisik Kalen lalu melangkah menuju kamar mandi setelah memastikan Dea tidur dengan nyaman.


Sementara itu di sebuah ruangan Kaisan tampak tersenyum miring menatap tawanan sang Kakak.


"Kai...aku mohon bantu aku keluar dari sini",ujar seorang wanita.


"Apa?, bantu keluar dari sini?",tanya Kaisan tersenyum miring.


"Kai...aku takut, sungguh.Tempat ini sungguh menakutkan", lirih wanita itu.


"Kamu lihat sendiri bukan bagaimana Kakakku menghukum orang yang berani menyakiti wanitanya?.Dia tak akan segan segan untuk membuat musuhnya,end...",jawab Kaisan tersenyum smirk.


"Kai...aku mohon bantu aku",mohon wanita itu.


"Hehehe... makanya jangan pernah mencoba untuk mengusik menantu Atmaja",jawab Kaisan.


"Kai...ayo kita pulang",ujar Tuan Wiliam yang baru saja selesai menelfon orang kepercayaannya.


"Baik Kek...",jawab Kaisan.


"Kai...aku mohon... bebaskan aku.Aku janji akan meminta maaf dan tak akan mengusik istri Kalen lagi",mohon wanita itu setengah berteriak.


"Jangan harap Tiana.Cucuku tak akan memaafkan dengan mudah orang yang menyakiti wanitanya.Terlebih kau merusak kepercayaan diri cucu menantu kesayanganku",ujar Tuan Wiliam dengan wajah datarnya.


"Kek--


"Aku bukan Kakekmu",ujar Tuan Wiliam dengan tatapan menghunus.


"Kai...tolong aku...", teriak Tiana saat Kaisan dan Tuan Wiliam meninggalkan ruangan bawah tanah itu.


"Cucumu benar benar sangat lebay Kek",kekeh Kaisan.


"Itu wajar Kai. Kamu akan melakukan hal yang sama jika nantinya wanita yang kamu cintai disakiti orang lain",jawab Tuan Wiliam saat akan memasuki mobil.

__ADS_1


"Entahlah Kek.Sampai saat ini aku belum menemukan wanita sesuai kriteriaku",jawab Kaisan.


"Apa perlu Kakek carikan?",goda Tuan William.


"No...aku bisa mencari sendiri",jawab Kaisan menggeleng cepat.


"Pilihan Kakek tak akan pernah meleset Kai,buktinya Kakakmu yang awalnya menolak kini malah bucin",ujar Tuan Wiliam.


"Beda Kek.Kak Kalen memang sudah memiliki kisah dengan Dea di masa lalu.Dan aku masih fokus sama Coas aku dan karir dulu Kek",jawab Kaisan.


"Hufffhh...terserah kamu saja lah", sambung Tuan Wiliam.


***


"Kalen... mana Dea?",tanya Marisa saat putranya itu turun dari kamar sendirian.


"Tidur Ma...",jawab Kalen.


"Kakek sudah bilang sama kamu soal Sandra?", tanya Marisa.


"Tapi Dion membutuhkan darah Dea,Kalen.Kamu--


"Dulu Dea juga membutuhkan kasih sayangnya.Kemana pria itu?.Dan dengan tega menitipkan Dea pada orang lain",jawab Kalen.


"Ya...kamu benar.Tapi ini soal kemanusiaan Kalen",ujar Marisa.


"Apa bedanya Ma.Kenapa sekarang Mama seolah olah mendukung wanita itu?",jawab Kalen menatap Mamanya dengan tatapan tidak suka.


"Mama bukan bermaksud apa apa Kalen.Mama hanya--


"Ma...jika Mama nantinya akan mempertemukan Dea dengan wanita itu,aku dan Dea akan pindah hari ini juga dan maaf mungkin aku akan melarang Mama bertemu dengan Dea",ujar Kalen berdiri dari duduknya.


"Kalen...Mama gak ada niatan untuk--


"Mama sayang sama Dea gak sih, hum?.Ma...Dea sekarang istri aku dan tanggungjawab aku.Aku tak akan membiarkan istriku Dea tersakiti",ujar Kalen

__ADS_1


"Kalen ada apa ini?",tanya Tuan Wiliam yang baru saja sampai.


Kalen menatap Mamanya membuat Tuan Wiliam juga menatap menantunya itu.


"Ada apa ini Risa?",tanya Tuan Wiliam.


"Pa...tadi aku hanya meminta Kalen untuk membawa Dea mendonorkan darahnya sebagai bentuk kemanusiaan gak lebih",jawab Marisa.


"Risa...kamu tidak perlu ikut campur urusan Kalen.Dan satu lagi biarkan Kalen dengan keputusannya",ujar Tuan Wiliam.


"I-iya Pa..",jawab Marisa.


"Kalen rahasiakan dulu ini dari Dea.Dan untuk Dion ia telah mendapatkan darah yang sama.Bukan Kakek tak ingin Dea tau siapa keluarga kandungnya.Tapi keluarga itu saat ini masih berkonflik dengan harta warisan yang 60% masih atas nama Dea.Mereka mengira Dea telah meninggal.Tapi ayah dari Dion yakin Dea masih hidup",ujar Tuan Wiliam.


"Kek... kenapa harus Dea?",tanya Kalen.


"Ya karena dari dulu harta warisan akan diberikan sebanyak 60% kepada anak pertama dari Dion.Dan anak pertama dari Dion adalah Dea",ujar Tuan Kalen.


"Huh...aku yakin Dea tak butuh itu semua",jawab Kalen.


"Ya...makanya jaga Dea.Apalagi saat ini ia selalu sedang hamil muda.Ini bisa mempengaruhi kehamilannya",ujar Tuan Wiliam.


"Ya Kek..."


"Dan kamu Risa,jaga Dea....!.Dia mengandung cucumu dan keturunan keluarga Atmaja", sambung Tuan Wiliam.


"Iya Pa..."


"Kalen maafkan Mama.Mama tadi terbawa suasana dan--


"Ya...",jawab Kalen baranjak pergi.


Marisa menatap nanar punggung tegap sang putra yang makin menjauh.Ia sadar ia hampir saha berbuat kesalahan besar dan nantinya pasti berakibat pada kehamilan Dea.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2