
"Ya sayang,ada apa?",tanya Kalen mengusap punggung Dea dengan lembut.
"Ayo kita lihat rumah pemberian Kakek",ujar Dea.
"Sekarang...,hum?", tanya Kalen.
"Huummm...", angguk Dea pelan.
"Baiklah...ayo bersiap",ujar Kalen.
"Gendong...",jawab Dea.
"Manja,hum?",ujar Kalen menggendong Dea ala bridal style menuju kamar mandi.
"Hahaha...", gelak Dea.
"Mandi dulu",ujar Kalen menurunkan Dea di kamar mandi.
"Oke...."
Cup
"Makasih Kak...",ujar Dea mengecup pipi Kalen.
"Nakal...,hum?",ujar Kalen mengusap pucuk kepala Dea.
"Hehehehe...gak boleh?",tanya Dea mengalungkan kedua tangannya di leher Kalen dengan sedikit menjinjit.
"Jangan memancingku, sayang",jawab Kalen merengkuh pinggang langsing Dea hingga merapat pada tubuhnya.
"Kenapa?",goda Dea mengedipkan sebelah matanya.
Cup
Kalen meraih tengkuk Dea dan m****** bibir tipis Dea dengan penuh kelembutan. Sedangkan tangannya menurun gaun yang Dea kenakan.
"Kak...ah
"Kamu tanggungjawab sayang...",lirih Kalen dengan suara serak seraya mengusap bibir Dea yang membengkak akibat ulahnya.
"Huummm...pelan Kak",jawab Dea tersenyum menggoda.
Mendapat lampu hijau Kalen dengan tersenyum penuh kemenangan kembali m****** bibir Dea.Merangkai asmara cinta hingga menuju nirwana.
Kamar mandi menjadi saksi dua insan yang dimabuk cinta.Kamar mandi yang dingin berubah menjadi panas akibat ulah sepasang pasangan halal yang mencari pahala Sunnah Rasul-nya.
__ADS_1
Kalen mendudukkan Dea di depan meja rias yang masih memakainya kimono."Makasih sayang...", bisik Kalen mengecup pucuk kepala Dea.
"Ya Kak... sudah tugasku...",jawab Dea tersenyum tipis.
"Ayo...aku bantu mengeringkan rambut kamu",ujar Kalen mengambil haiddrayer di laci meja rias.
"Aku bisa sendiri Kak",jawab Dea.
"Diamlah sayang...",ujar Kalen melanjutkan mengeringkan rambut Dea.
Dea tersenyum tipis melihat wajah tampan Kalen dari pantulan cermin.Dia bahagia dengan semua perlakuan Kalen padanya dan merasa di ratukan oleh pria yang berprofesi dokter sekaligus dosennya itu.
Dulu dia berpikir kalau pria yang ada dibelakangnya itu akan meninggalkan dan menyudahi pernikahan mereka.Tapi itulah yang namanya jodoh tak ada yang tau.Di jodohkan dengan tak taunya mereka pernah memiliki hubungan dimasa lalu. Hingga membuat Kalen berubah haluan padanya.
Dulu Kalen begitu membencinya dan menganggap Dea berusaha mengambil kesempatan untuk hidup layak dengan menikah dengannya.Tapi kini pria itu begitu mencintai Dea bahkan begitu sangat posesif pada gadis yang dulu seringkali ia sakiti hatinya.
"Selesai...",ujar Kalen menyisir rambut Dea dengan penuh kelembutan.
"Terimakasih my hubby",ucap Dea tersenyum lebar.
"Sama sama my little wife",jawab Kalen mencium rambut Dea.
"Aku akan menyiapkan pakaian kamu dulu Kak...",ujar Dea berdiri dari duduknya.
"Ya sayang...",jawab Kalen menyimpan kembali haiddrayer kedalam laci meja rias.
"Kak...ini pakaian kamu", ujar Dea membawa sepasang pakaian non formal milik Kalen.
"Terimakasih sayang,kamu cantik dengan gaun ini sayang",puji Kalen.
"Iya Mas... semuanya pilihan kamu kan?", jawab Dea.
"Hehehe... besok kita belanja ya, silahkan kamu pilih baju yang sesuai keinginan kamu",ujar Kalen.
"Gak Kak... pakaian aku banyak juga yang belum terpakai",jawab Dea.
"Baiklah...aku bersiap dulu sayang",ujar Kalen.
Dea mengangguk pelan lalu berjalan menuju meja rias untuk mengolesi wajahnya dengan bedak dan lipstik.
"Kak... ayo!",ujar Dea telah siap dengan penampilannya.
Kalen tersenyum tipis melihat penampilan sang istri yang begitu terlihat belia.Mesko usianya dan Dea terpaut enam tahun tapi karena Dea memiliki wajah yang baby face istrinya itu seperti keponakan baginya.
"Kamu terlihat seperti keponakan ku sayang",ujar Kalen tersenyum samar.
__ADS_1
"Apa aku harus merubah penampilanku sedikit lebih dewasa Kak?",tanya Dea.
"Gak perlu sayang, begini aku suka",jawab Kalen.
"Ayo Kak...",ujar Dea menarik tangan Kalen.
Kalen terkekeh melihat kelakuan istrinya itu."Tunggu sayang,aku ambil ponsel sama dompet aku dulu",jawab Kalen.
Mereka berangkat menuju rumah pembelian Tuan Wiliam sebagai hadiah pernikahan Kalen dan Dea.Jarak cukup jauh dari apartemen milik Kalen.Membuat Dea tertidur sepanjang perjalanan.
Kalen gak mempermasalahkan karena ia tau wanita hamil akan mudah sekali mengalami kantuk di tambah lagi kegiatan panas mereka tadi di kamar mandi.
Setelah menempuh satu jam perjalanan Kalen memberhentikan mobilnya dihalaman luas rumah mewah pembelian Kakeknya.
"Sayang...ayo bangun",ujar Kalen mengusap pipi Dea dengan lembut.
Dea membuka pelan kedua matanya."Sudah sampai?",tanya Dea dengan suara serak khas bangun tidur.
"Ya...",jawab Kalen merapikan rambut Dea.
Dea menatap sekeliling dia benar saja dia berada di halaman bangun mewah yang ia yakini adalah rumah pemberian Kakek.
"Kak...aku mau lihat kedalam",ujar Dea membuka pintu mobil.
"Hati hati sayang...",ujar Kalen.
"Cepatan Kak...",jawab Dea turun dari mobil.
"Iya sayang... sabar",balas Kalen ikut turun dari mobil.
Kalen menggandeng Dea masuk kedalam rumah mewah yang kini ada di hadapan mereka.
"Assalamualaikum...",ujar Dea saat pertama kali memasuki rumah mewah itu.
"Kak... ini",Dea tersenyum tipis dengan mata berkaca-kaca melihat foto pernikahannya dengan Kalen yang terpajang di dinding.
"Kamu suka?",tanya Kalen memeluk Dea dari belakang.
"Ini siapa--
"Mungkin Kakek atau Mama sayang",jawab Kalen.
"Ayo...masuk dan lihatlah jika ada yang kurang nanti kita renovasi",ujar Kalen.
"Ya Kak..."
__ADS_1
...****************...