
Satu bulan kemudian...
Faris dan Kaira masih tinggal di apartemen milik pria itu.Rutunitas mereka sangat padat beberapa hari ini.Faris sering lembur karena ia baru saja memenangkan tender yang cukup besar untuk pembangunan pusat perbelanjaan di kota S.
Sedangkan Kaira, wanita itu pagi ini masih bergelung dibalik selimut.Tubuhnya tiba tiba saja terasa lemas dan kepalanya berdenyut nyeri.
Faris sudah berangkat pagi pagi sekali karena ada meeting dengan salah satu klien.Meski hari ini adalah hari libur namun kliennya meminta bertemu untuk membahas proyek yang akan mereka bangun.
Faris belum mengetahui keadaan istrinya itu karena Kaira tak ingin menganggu suaminya itu bekerja.Ia hanya lemas dan tak perlu manja begitulah pikir wanita itu.
Kaira mencoba untuk mendudukan tubuhnya namun rasa pusing yah begitu hebat membuatnya mengurungkan niatnya."Ya Tuhan...ada apa denganku",batin Kaira memijit kepalanya yang terasa begitu sang pusing.
Merasa sudah sedikit baikan, Kaira turun dari ranjang.Ia berencana ke kamar mandi karena kandung kemihnya terasa penuh.Dengan perlahan wanita itu berjalan menuju kamar mandi.Ia gak mungkin menunggu Faris pulang dulu baru menuntaskan hajatnya itu,Ia tak ingin manja.Namun saat ia keluar dari kamar mandi tiba tiba saja pandangan menggelap dan ia jatuh tak sadarkan diri.
Faris saat ini dalam perjalanan pulang dan menghubungi sang istri mau dibelikan apa untuk makan siang mereka nanti.Namun panggilannya tak kunjung terjawab membuat pria itu mengerutkan keningnya.Tak mungkin jam segini istrinya itu tidur.
Faris menambah kecepatan mobilnya, perasaan tiba tiba saja tak enak.Takut terjadi sesuatu dengan Kairanya itu.Ia merasa devaju sekarang, diawal pernikahannya dia juga merasakan hal ini.Sang istri yang ia tinggal sendiri di apartemen tak menjawab teleponnya.
Setibanya di basement Faris langsung naik ke dalam lift.Jantungnya berdebar kencang saat ini.Entah apa yang terjadi dengan wanitanya itu.Harusnya ia memasang cctv di apartemen milik itu sejak kejadian dulu agar ia bisa memantau sang istri.
Saat pintu unit apartemennya terbuka pria itu langsung masuk.Kamar tujuan pertamanya saat ini karena tak melihat tanda-tanda sang istri berada didapur.
Ceklek
"Sayang...", Faris menghampiri tubuh sang istri yang tergeletak di atas lantai kamar mereka.
"Sayang... apa yang terjadi?",ujar Faris mengangkat tubuh sang istri.
__ADS_1
Ia membopong Kaira keluar dari apartemen,ia menatap wajah pucat sang istri yang membuatnya ia merasa bersalah meninggalkan sang istri sendirian di apartemennya.
Faris meliburkan pelayan yang bekerja membantu sang istri dihari libur sehingga nya tak mengetahui keadaan sang istri saat ia tinggal pergi.
Faris meletakan tubuh Kaira didalam mobil,ia akan membawa sang istri ke rumah sakit terdekat.Pria itu cemas bercampur takut saat ini.Ia takut sang istri menderita penyakit yang berbahaya.
Faris kembali membopong tubuh sang istri keluar dari mobil saat sampai di pelataran parkir rumah sakit.
"Dokter tolong istri saya Dok", teriak Faris.
Dengan sigap dua orang berpakaian putih meminta Faris meletakan Kaira diatas brangkar dan mendorongnya menuju ruang IGD.
Faris di minta menunggu diluar sementara dokter memeriksa keadaan Kaira.Pria itu menghubungi Mamanya dan Kalen tentang keadaan Kaira.
Tak lama pintu ruangan IGD terbuka, seorang dokter keluar dengan menyandang sneli di lehernya.
"Dokter bagaimana dengan keadaan istri saya?", tanya Faris the terlihat kacau saat ini.
"Baik baik bagaimana Dok,dia pingsan dan Dokternya mengatakan dia baik baik saja",ujar Faris.
"Ya... pingsan itu wajar untuk kehamilan di trimester pertama Pak",jawab Dokter itu.
"A-apa?, kehamilan?. Istri saya hamil Dok?", sebuah senyuman mengembang di bibir Faris.
"Iya... untuk mengetahui selanjutnya silahkan ke poli Obgyn",jawab sang Dokter lalu melangkah meninggalkan Faris yang masih mematung karena begitu sangat terkejut dengan berita bahagia ini.
Faris segera menemui sang istri yang terbaring di ruang IGD.Senyuman tak luntur dari bibir pria itu.
__ADS_1
"Mas..."
"Ya sayang,ada yang sakit?",tanya Faris lembut.
"Tidak Mas,aku kenapa Mas?",jawab Kaira.
"Sayang... selamat kamu akan menjadi seorang ibu",ucap Faris mengecup kening Kaira lalu beralih ke perut rata sang istri.
"A-aku--
"Ya kamu hamil sayang",jawab Faris.
Kaira tersenyum lebar dengan mata berkaca-kaca lalu mengusap perutnya yang masih rata itu dengan pelan.
"Mas...ini gak mimpi kan?",tanya Kaira menetaskan air matanya.
Sayang kamu menangis,apakah kamu tidak bahagia dengan kehamilanmu?",tanya Faris mengusap air matanya sang istri dengan lembut.
"Aku bahagia Mas, sangat",jawab Kaira tersenyum lebar.
"Kita ke dokter obgyn ya,untuk memeriksakan keadaannya",ujar Faris diangguki Kaira.
Dan di sinilah mereka saat ini diruangan dokter Obgyn.Kaira dan Faris menatap layar monitor dimana saat ini mereka melakukan USG untuk mengetahui keadaan janin yang dikandung Kaira.
"Usianya kandungannya sudah memasuki 5 minggu ya Buk,dan janinnya sehat", ujar dokter wanita itu.
"Alhamdulillah... terimakasih ya Allah", lirih Faris tersenyum senag lalu mengecup kening sang istri cukup lama.
__ADS_1
Setelah selesai, Kaira dan Faris menebus obat di apotek rumah sakit itu dan kembali pulang ke apartemen.Farid sudah mengirim pesan kepada Mamanya dan juga Dea untuk menunggu di apartemen saja.
...****************...