Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Takut


__ADS_3

Dea membuka matanya lebar namun tak menemukan keberadaan sang suami.Wanita itu mengeratkan selimut dibagian dada untuk menutup tubuh polosnya.Ia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan kamar.Wanita itu menyunggingkan senyumannya saat melihat sebuah gaun yang terletak diatas meja rias.


Dea menyibak selimutnya lalu meraih kemeja sang suami yang tergeletak dilantai lalu memakainya.Tubuh mungilnya seakan hilang oleh kemeja milik sang suami.


Wanita itu menggelung rambutnya asal lalu melangkah ke kamar mandi.Namun langkahnya terhenti saat teringat keberadaan sang suami yang belum ia ketahui di mana pria yang menggempurnya tadi siang itu berada.


Dea melangkah keluar kamar berniat mencari keberadaan sang suami.Ia takut Kalen meninggalkannya disini sendirian.


"Kak...",seru Dea melangkahkan kakinya menuruni tangga satu persatu dengan hati hati.


Sunyi.Tak ada sahutan yang ia dengar,ia terus melangkah menuju ruang tengah namun nihil sang suami tak ia temukan.


"Kak...",seru Dea lagi menuju dapur namun hasilnya tetap sama.


"Kak...kamu dimana?",seru Dea dan kali ini dengan suara serak menahan tangisannya.Ia begitu takut sendirian apalagi hari hampir mau gelap.


Dea melangkah menuju pintu utama dan ia mematung saat tak menemukan mobil milik Kalen.Hatinya makin gelisah antara takut dan cemas.Ia takut jika Kalen benar benar berniat meninggalkannya disini dan cemas karena ia takut terjadi sesuatu pada suaminya itu.


Dea melangkah kembali menuju kamar berusaha berpikir positif barangkali Kalen keluar sebentar.Ia berniat untuk membasuh tubuhnya lalu mengerjakan sholat magrib yang hampir masuk.


Dea keluar dari kamar mandi namun sang suami belum juga kembali.Hatinya makin dilanda ketakutan,ia segera mengambil ponselnya didalam tas miliknya namun sialnya ponsel itu mati karena kehabisan baterai.


"Kamu kemana Kak?", lirih Dea yang masih memakai handuk.


Perutnya terasa begitu lapar,ia turun dari ranjang dan melangkah kembali turun untuk mencari barangkali ada makanan didapur.Wanita hamil itu membuka lemari pendingin dan menemukan satu bungkus roti dan yogurt.Ia segera mengambil dan memakan roti itu dengan lahapnya dan menghabiskan satu botol yogurt tanpa sisa.

__ADS_1


"Alhamdulillah... kenyang", gumam Dea mengusap perutnya yang mulai membuncit.


Dea berpindah keruang tengah berniat menonton televisi.Ia sudah pasrah jika Kalen berniat meninggalkannya disini ia akan memutuskan esok pagi akan pergi dari sini.


Sudah jam tujuh malam tapi Kalen belum juga menampakkan batang hidungnya.Dea masih setia duduk didepan televisi.Namun tatapan mata wanita itu tampak kosong seakan tubuhnya ada di villa itu sedangkan jiwanya entah kemana.Ia masih berpenampilan yang sama dengan memakai handuk menutup tubuh polosnya.


"Kenapa belum berpakaian,hum?",ujar Kalen tiba tiba.


Dea tersentak dari lamunannya dan menatap sang suami dengan wajah datarnya.


"Kamu kenapa, hum?", tanya Kalen menangkup pipi Dea dengan kedua tangannya.


"K-Kak..."


Dea menggeleng pelan lalu menunduk."Aku pikir kamu meninggalkanku disini Kak,karena--


"Ssttt...aku tak akan melakukan hal bodoh itu baby",jawab Kalen mengangkat dagu Dea dan menghapus jejak air mata dengan ibu jarinya dipipi polos Dea.


"Maaf meninggalkanmu terlalu lama", sambung Kalen membawa Dea ke dalam pelukannya.


"Aku takut disini sendirian Kak, tempat ini asing bagiku", lirih Dea membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami.


"Sssttt... sudah,aku telah kembali",ujar Kalen mengurai pelukannya dan tersenyum tipis melihat ketakutan dari bola mata sang istri.


"Ayo bersiap...!", timpal Kalen.

__ADS_1


"Kita mau kemana lagi Kak?",ujar Dea dengan suara serak.


"Nanti kamu juga tau,ayo!",jawab Kalen membawa sang istri kembali ke kamar.


Dea telah siap dengan gaun berwarna maroon membalut tubuhnya.Rambutnya ia gerai begitu saja karena tau suaminya akan kesal padanya jika ia menggulung rambutnya ke atas sehingga memperlihatkan leher jenjangnya.


"Kamu cantik baby",puji Kalen membuat Dea tersipu malu.


"Sudah siap?",tanya Kalen mengulurkan tangannya pada Dea.


"Ya Kak...",jawab Dea menyambut uluran tangan sang suami.


Kedua meninggalkan Villa itu menuju suatu tempat yang telah disiapkan oleh Kalen.


"Kak...kita--


"Ayo turun!",ujar Kalen membantu sang istri turun dari mobil.


"Kak...kita ngapain disini, restoran ini sepertinya tutup",ujar Dea memindai restoran dihadapannya yang tampak sepi.


"Ayo...!",ujar Kalen membawa Dea masuk kedalam restoran yang sengaja ia booking untuknya dan Dea.


"Kak ini--


...****************...

__ADS_1


__ADS_2