
"Kaira belum turun Ma?",tanya Kaisan yang baru saja bergabung di meja makan dengan yang lainnya namun tak melihat keberadaan sang adik.
"Belum... mungkin sebentar lagi",jawab Marisa yang sedang menyiapkan sarapan pagi dibantu kedua menantunya.
"Paling masih mandi dianya",jawab Dea.
"Pagi sayang",ujar Kalen mencuri kecupan dipipi kanan sang istri.
"Pagi By...",jawab Dea tersenyum tipis.
"Ck...sok romantis",decak Kaisan.
Kalen tak menggubris ucapan sang adik dan malah menggoda sang putri yang duduk dimeja makan khusus untuk batita itu.
"Selamat pagi semuanya?",sapa Kaira.
"Pagi sayang, tidurmu nyenyak,hum?",tanya Marisa.
"Ya Ma",jawab Kaira mengecup pipi cubby keponakannya.
"Ya harus dong Ma,orang kan udah tunangan.Nolak pada akhirnya mau juga",ledek Kaisan.
"Ck apaan sih Kak", kesal Kaira.
"Terus mana kekasih kamu yang katanya akan dikenalkan pada Mama?",tanya Kaisan.
Gluk
"Oh itu...lain waktu aja ya Ma,dianya pagi kemarin tiba-tiba saja berangkat ke luar kota", bohong Kaira berusaha untuk tetap tenang agar semua orang tak curiga padanya.
"Selesaikan hubungan kalian, kamu sudah bertunangan sekarang",ujar Marisa.
"Ya...Ma",jawab Kaira tersenyum tipis.
"Gak jadi di kenalkan dong ke Mama",ujar Kaisan.
"Kai....",ujar Marisa.
"Maaf Ma...",jawab Kaisan.
"Selamat pagi semuanya",sapa Rendra yang baru saja keluar dari kamar dan duduk di kursi meja makan.
"Pagi Pa...",jawab semua orang serempak.
"Kalen Papa berencana ingin nantinya Faris yang memegang perusahaaan Papa,jadi Papa ingin mulai bulan depan dia sudah pindah ke perusahaan Papa",ujar Rendra.
__ADS_1
"Pa...aku butuh Faris di perusahaan saat aku tugas dirumah sakit.Susah zaman sekarang mencari orang yang bisa dipercaya untuk mengelola perusahaan,Pa",jawab Kalen.
"Ya kamu harus milih salah satu dari pekerjaan kamu Kalen",ujar Rendra.
"Untuk saat ini aku masih butuh Faris Pa.Mungkin nanti Papa bisa memberikan perusahaaan untuk dikelola Faris setelah Kaira dan Faris menikah",jawab Kalen kekeuh.
"Kalen benar Pa, biarkan Faris tetap disini", timpal Marisa.
"Lalu bagaimana Kaira dan Faris bisa dekat kalau mereka tinggal berjauhan Ma.Mareka akan susah untuk bertemu",ujar Rendra.
"Ya Kaira bisa pindah kuliah disini, gampang kan",timpal Kalen.
"Kak...aku--
"Usulan Kalen cukup masuk akal",jawab Marisa.
"Huh... kenapa sih kalian selalu memutuskan semuanya tanpa bertanya lebih dahulu padaku",ujar Kaira yang merasa kebebasannya untuk menentukan masa depan tak ada lagi.
"Aku sudah menurut untuk kalian jodohkan.Tapi pendidikan aku juga diatur,dan memindahkan aku kesini seenaknya.Aku gak mau pindah",ujar Kaira berdiri dari duduknya dan berlari menuju taman belakang untuk menenangkan diri.
"By...jangan memaksa Kaira.Mungkin akhir akhir ini Kaira dan Faris memang dekat.Tapi kita gak tau apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka.Perjodohan ini sudah membuat dirinya kaget jangan ditambah lagi dengan mengatur pendidikannya.Kaira berhak memutuskan apa yang ia inginkan untuk masa depannya",ujar Dea.
"Huffhhh...ya sayang kamu benar.Kenapa aku menjadi otoriter pada adikku sendiri",gumam Kalen.
"Setelah sarapan kamu bicara dengannya By",ujar Dea mengusap lembut bahu sang suami.
Kaira duduk disebuah ayunan dengan hati yang masih kesal pada semua orang yang mengatur kehidupannya.
Kaira menatap cincin yang kemarin disematkan Faris pada jari manisnya.Kini dia sudah terikat pada sebuah hubungan yang ia gak tau akan seperti apa kedepannya.
Dia dan Faris memang dekat,tapi gadis itu tau jika pria itu masih menyimpan perasaannya pada Kakak iparnya.Mungkinkah suatu saat Faris baja mencintainya.Sementara ia telah terikat dan tak bisa lagi untuk dekat dengan pria lain.
Dari jauh Kaira melihat sebuah mobil berhenti di depan rumah Kakaknya.Dan ia tau siapa yang datang, pria yang kemarin mengikatkan dalam sebuah hubungan baru turun dari mobil itu dan berjalan masuk kedalam rumah.
Mungkin ia bisa menerima perjodohan ini, tapi butuh waktu untuk membuat pria itu mencintainya.Karena ia tau pria itu masih belum bisa melupakan cintanya pada Kakak iparnya.
Kaira mengalami saat ini yang namanya perjodohan setelah dulu Kakaknya Kalen merasakan hal yang sama.Walau pada akhirnya mereka saling jatuh cinta tapi akankah dirinya dan Faris juga akan seperti itu nantinya.
Kaira tersentak kaget saat tiba-tiba saja seseorang menyodorkan dua potong sandwich padanya.Kaira terkejut siapa yang datang mengantarkan sarapan untuknya.
"Makanlah!",ujar orang itu tersenyum tipis.
"Kak Faris...", gumam Kaira meraih piring berisi sandwich itu dan meletakannya diatas pangkuannya.
"Boleh aku duduk?", tanya Faris menunjuk bangku ayunan yang kosong dihadapan Kaira.
__ADS_1
"Silahkan Kak",jawab Kaira.
Faris menaiki ayunan itu dan duduk dihadapan gadis itu.Faris tak sengaja menatap cincin yang kemarin ia sematkan di jari manis gadis itu.Ia pikir Kaira akan melepas cincin itu.
"Apakah sebenarnya kamu memang memiliki kekasih?",tanya Faris karena tadi dia tak sengaja mendengar keluarga Kaira membahas tentang Kaira yang memiliki kekasih.
Kaira mengerutkan keningnya."Maksud Kak Faris?", jawab Kaira.
"Kamu pasti paham maksudku kan?",tanya Faris.
"Tidak...Kak Faris tau itu kan,aku saja meminta Kakak untuk pura pura jadi kekasih aku untuk membatalkan perjodohan ini", jawab Kaira.
"Lalu kenapa kamu menerima perjodohan ini setelah tau aku yang dijodohkan denganmu?",tanya Faris.
"Itu karena Kakak mau menerima perjodohan ini aku aku bisa apa untuk tidak mengecewakan semua orang",jawab Kaira.
"Jadi kamu menerima perjodohan ini karena tak ingin mengecewakan aku dan semua orang",tanya Faris.
"Kak...aku hanya--
"Aku pikir kamu menerima perjodohan ini karena keinginan dari hati kamu",kekeh Faris tersenyum miris.
"Lalu Kak Faris memangnya menerima perjodohan ini keinginan dari hati Kakak memangnya?", tanya Kaira.
Faris tersenyum tipis."Ya...ini keinginan aku",jawab Faris menatap kedua manik mata Kaira yang tampak terkejut.
"Tapi sayangnya kamu sepertinya terpaksa",ujar Faris.
Kaira menunduk memutuskan tatapan mereka.Ia juga tak mengerti dengan apa alasan menerima perjodohan ini.
"Jujur aku kaget saat tau Kakaklah yang dijodohkan denganku.Aku--aku tak tau harus apa saat itu ketika Tante Arita meminta aku untuk menjadi pendamping Kak Faris.Aku melihat sebuah harapan dari tatapannya.Aku takut mengecewakannya jika aku menolak",jawab Kaira.
"Bisakah kita jalani semuanya dulu seperti alir yang mengalir?",tanya Kaira menatap Faris yang juga menatapnya.
"Kamu yakin?", jawab Faris.
"Ya..."
"Makanlah!, bukannya kamu belum sarapan",ujar Faris.
"Ya...Kak"
"Oh ya bukankah Kakak masih memiliki perasaan pada Kak Mika", tanya Kaira
Deg
__ADS_1
...****************...