
"Kak..."
"Ya... sayang",jawab Kalen yang sedang menikmati makanannya.
"Tolong bawa ini kebelakang,baunya sungguh tak enak bikin aku mual",ujar Ara mendorong mangkuk berisi sup iga.
"Ya sudah...",jawab Kalen meminta pelayan membawa sup itu kebelakang.
"Kak..."
"Ya..."
"Aku mau makanan kamu",ujar Dea tiba tiba membuat Kalen melongo.
"Tapi ini ada sup iganya sayang,nanti kamu mual loh",ujar Kalen.
"Tapi aku mau makanan kamu", rengek Dea dengan mata berkaca-kaca.
"Baiklah...ini",jawab Kalen menukar makanannya dengan sang istri.
Dea makan dengan lahapnya membuat Kalen melongo lagi kali ini karena wanita itu tak merasakan mual sedikitpun memakan sup iga yang tadi membuat Dea mual.
Kalen tersenyum tipis Ibu hamil memang suka aneh dan kadang suka berbuat apa saja luar logika.
"Enak?",tanya Kalen.
"Huummm...enak banget Kak",jawab Dea.
"Kamu gak makan Kak?",tanya Dea melihat piring miliknya tadi yang ia berikan pada Kalen tak disentuh sama sekali.
"A-aku alergi pasta sayang",jawab Kalen.
"Maaf...Kak.Aku gak tau.Sungguh",ujar Dea penuh sesal.
"Gak apa apa sayang",jawab Kalen mengambil lauk yang lain.
Dea manatap sang suami dengan penuh rasa bersalah.Andai ia tak ngeyel meminta makanan sang suami pasti pria itu sudah selesai makan sekarang.Apalagi dia tau sang suami sangat suka akan sup iga.
"Bik..."
"Iya Nyonya muda",jawab pelayan yang berdiri tak jauh dari meja makan.
__ADS_1
"Tolong sup iga tadi bawa kesini lagi",ujar Dea.
"Sayang...katanya kamu mual,udah gak usah",jawab Kalen.
"Gak apa apa Kak.Nanti aku duduk disana sembari menemani Kakak makan",ujar Dea.
"Ya...", jawab Kalen tersenyum tipis.
"Aku pindah ya Kak",ujar Dea.
"Ya... sayang,kamu udah kenyang?", tanya Kalen.
"Udah kok",jawab Dea.
"Yakin, hum?",tanya Kalen.
"Ya Kak",jawab Dea beranjak duduknya.
Kalen menghabiskan makanannya dengan segera.Ia tak bisa lama lama berjauhan dengan Dea.Pria yang dulunya dengan tegas menolak Dea kini bagaikan menelan ludah sendiri,ia begitu bucin dan tak bisa jauh dengan sang istri.
Dea sibuk dengan ponselnya berbalas pesan dengan Aris yang beberapa hari lagi akan menikah.Sahabat sekaligus pria yang sudah ia anggap Kakak itu akan melepas masa lajangnya.
"Chatting dengan siapa baby...",ujar Kalen menghampiri Dea.
"Hmmm... lihatlah kamu mengabaikan aku demi pria itu",kesal Kalen karena Dea mengabaikannya dengan sibuk berbalas pesan.
Dea tersenyum tipis melihat sifat posesif dan cemburuan Kalen kambuh lagi."Kak...dia sahabat aku yang sudah aku anggap Kakakku sendiri.Dimana salahnya sih?", tanya Dea.
"Salah sayang...kamu mengabaikanku",kekeuh Kalen dengan wajah cemberut.
"Kamu menggemaskan Kak,jika cemburuan gini",ujar Dea mencubit gemas hidung bangir Kalen.
Kalen memegangi tangan Dea lalu mengecup punggung tangan wanita itu dengan penuh kelembutan."Itu karena aku mencintaimu, baby",jawab Kalen membawa Dea kedalaman pelukannya.
"Kok kamu jadi bucin kayak gini sih Kak",lirih Dea menikmati aroma mint dari tubuhnya sang suami yang membuatnya tenang.
"Entahlah...aku begitulah takut kehilanganmu", bisik Kalen.
Dea tersenyum penuh kebahagiaan dicintai sebegitunya oleh sang suami yang dulu menolaknya hadir dalam hidup pria itu.Ia begitu sangat dan sangat bahagia terlebih kini ia mengandung benih pria itu yang membuatnya makin dimanja dan dicintai.
"Bersiaplah kita akan ke rumah sakit untuk cek kandungan kamu,aku takut terjadi sesuatu apalagi kita sering melakukannya",ujar Kalen.
__ADS_1
"Ya Kak..."
Tring
Mama is calling...
"Mama telfon Kak",ujar Dea menunjukkan layar ponselnya pada Kalen.
"Angkat dulu sayang",jawab Kalen.
"Ya Ma...",jawab Dea.
"Syukurlah kamu mengangkat telfon dari Mama sayang,kamu lagi dimana.Sudah makan kan?.Kamu--
"Aku lagi dirumah Ma,aku aku baru saja selesai makan",jawab Dea.
"Rumah?,rumah siapa sayang?",tanya Marisa.
"Rumah kita Ma.Kak Kalen membelikan rumah untuk kita tempati",jawab Dea.
"Oh syukur lah... kandungan kamu baik baik saja kan?",tanya Marisa yang terdengar cemas.
"Alhamdulillah baik.Ini rencana mau cek kandungan Ma",jawab Dea.
"Ya sudah...kamu jaga diri baik baik disana ya.Mama gak mau tau kamu dan Kalen tinggal dimana sekarang yang terpenting kalian baik baik saja begitu juga calon cucu Mama",ujar Marisa menahan laju air matanya.
"Mama mau bicara sama Kak Kalen?",tanya Dea melirik sang suami yang sibuk dengan ponselnya sehingga membuat pria itu menatap Dea.
"Biar Mama yang telfon dia nanti sayang,ya sudah Mama tutup dulu ya",jawab Marisa.
"Ya Ma...jangan lupa makan sama istirahat yang cukup",ujar Dea.
"Iya Nak..."
Klik
"Kak...aku ganti baju dulu ya",ujar Dea.
"Ya...aku tunggu disini",jawab Kalen.
"Ya..."
__ADS_1
...****************...