Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
#277


__ADS_3

"Mas aku mau ke depan", rengek Kaira karena Faris melarangnya turun dari atas ranjang.


"Baiklah,sini Mas gendong",jawab Faris.


"Gak mau,malu sama yang lain,aku gak kenapa napa Mas",ujar Kaira.


"Iya atau gak sama sekali",jawab Faris.


"Tapi semua orang akan ledekin aku",ujar Kaira.


"Tidak akan,jadi gak ini?",jawab Faris.


"Iya...", angguk Kaira.


"Ayo naik!",ujar Faris memberikan punggungnya kepada Kaira dan dengan cepat wanita hamil itu naik ke punggung Faris lalu mengalungkan kedua tangannya dileher Faris.


Faris membawa Kaira untuk ikut berkumpul diruang keluarga,nanti malam rencananya mereka akan kembali pulang.


Faris menurunkan Kaira dengan pelan saat sampai diruangan keluarga.Pria itu membantu sang istri untuk duduk dengan nyaman.


Semua keluarga tak ada yang berani menggoda Kaira karena mereka tau mood ibu hamil itu biak turun.


"Bagaimana keadaan kamu Ra?", tanya Kaisan.


"Sudah agak mendingan Kak,hanya sedikit pusing",jawab Kaira.


"Maaf Kakak tidak tau kalau dia pernah mau melecehkan kamu",ujar Kaisan penuh sesal.


"Tidak apa apa Kak.Tadi siang hanya terkejut saja apalagi aku hanya berdua dengan Rania.Maaf bisa mengikuti acara hingga akhir",jawab Kaira.


"Ya... tidak apa apa.Selama kehamilan kamu baik baik saja",ujar Kaisan.


Faris yang duduk disebelah Kaira hanya menyimak saja sembari memainkan jemari tangan sang istri.


"Kamu menginap kan Ra?",tanya Marisa yang bekerja gabung karena baru selesai mandi.Tadi ia sibuk bolak-balik memastikan keadaan Kaira dan juga menghampiri tamu undangan.


"Gak Ma,nanti selesai sholat isya kita berangkat.Besok aku kuliah dan Mas Faris juga ada kerjaan yang gak bisa diwakilkan",jawab Kaira.


"Tapi kamu harus istirahat sayang, gimana kalau Faris saja yang pulang duluan nanti jika kamu udah baikan Mama antar atau Faris yang jemput kesini lagi",ujar Marisa.


"Gak mau Ma,aku selama hamil gak bisa jauh dari Mas Faris", geleng Kaira merebahkan kepalanya di dada bidang Faris dengan manja.

__ADS_1


Faris hanya diam saja membiarkan wanitanya itu berbuat semaunya.Ia juga menikmati sifat manja sang istri dan itu yang membuatnya makin mencintai wanita kecilnya ini.


"Kandungan Kaira kuat kok Ma,aku juga akan memastikan Kaira nyaman dalam perjalanan pulang", timpal Faris membuka suara.


"Baiklah jika itu mau kalian",jawab Marisa.


"Onty....",pekik Rania berlari menuju Kaira.


Rania yang baru saja keluar dari kamar bersama Maminya memekik keras saat melihat Kaira dari jauh.Ia berlari menghampiri Ontynya itu.


"Hai sayang....wangi, Rania udah mandi?",tanya Kaira saat menciumi pucuk kepala Rania yang berdiri di hadapannya.


"Udah...",angguk gadis kecil itu.


"Paman gendong",ujar Rania pada Faris dengan melebarkan kedua tangannya.


Faris langsung mengambil tubuh mungil Kaira dan mendudukkannya diatas pangkuannya.


Kalen sang Papi yang duduk tak jauh dari Faris tak ditegur sama sekali oleh putrinya itu."Sayang lihatlah anak kita tak mengenali aku lagi",adu Kalen pada sang istri yang baru duduk disebelahnya.


"Hahaha... kasihan sekali kamu Kalen", gelak Rendra dan diikuti semua orang.


"Iya Nak,ada apa?",tanya Kalen.


Rania turun dari pangkuan Faris lalu berjalan menuju Kalen dan merangkak naik ke atas pangkuan pria itu.Rania langsung memeluk leher Kalen dengan manjanya.


"Papi punya Nia,Mami gak boleh peluk peluk",ujar Rania tiba tiba.


"Punya saingan kamu Kak", gelak Kaira.


"Aduh posesifnya persis kayak Papinya",ujar Marisa.


"Iya Papi punya Rania,tapi dari tadi Papi dicuekin",ujar Kalen.


"Ndak...Nia hanya minta gendong Paman sebental Papi",jawab Rania.


"Uh... manis sekali kamu sayang", ujar Dea mencubit gemas pipi putrinya itu.


"Hahaha..."


***

__ADS_1


Kaira dan Faris dalam perjalanan pulang, sementara Kalen akan menginap dirumah kedua orangtuanya dan besok akan mampir ke rumah Mamanya Dea.


"Kamu mau ngantuk tidur saja sayang",ujar Faris pada Kaira.


"Aku mau menemani kamu Mas",jawab Kaira.


"Tapi jika mengantuk jangan ditahan sayang", ujar Faris.


"Iya Mas",jawab Kaira.


"Mas..."


"Ya...ada apa sayang?",tanya Faris.


"Tadi aku lihat Kak Mika perhatiin kami terus deh",ujar Kaira.


"Masa sih?",tanya Faris.


"Huummm... apa sebenarnya dia cinta sama kamu Mas?", tanya Kaira tiba-tiba.


"Itu gak mungkin sayang,kamu lihat dia udah hamil anak Kakak kamu",jawab Faris.


"Seandainya iya gimana?", tanya Kaira.


"Entahlah sayang.Mas kan sudah jadi milik kamu.Dan Mas cintanya sama kamu sekarang",jawab Faris.


"Yang bener?", tanya Kaira.


"Iya sayangnya Mas",jawab Faris


"Tapi Mas rasa Mika gak kayak yang kamu tuduhkan",ujar Faris.


"Bela aja ", ketus Kaira.


"Sayang Mas bukannya--


Kaira tak menggubris ucapan Faris dan memilih untuk memejamkan kedua matanya.


"Shitt..."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2