
Faris tersenyum melihat rona merah dipipi Kaira.Pria itu kembali m****** bibir sang istri kali itu degan sedikit menuntut.Tangannya tak tinggal diam menjatuhkan handuk Kaira ke lantai dan mengusap punggung Kaira yang polos.
Gadis itu menikmati setiap sentuhan yang diberikan Faris.Ciuman pria itu kini pindah ke leher mulus Kaira hingga gadis itu memejamkan kedua matanya menikmati rasa yang baru ia kenal itu.Gadis itu tidak sadar kalau saat ini tubuhnya sudah polos.
Tangan pria itu tak tinggal diam mengekspos tubuh halus Kaira.Kaira kehilangan akal sehatnya begitu juga Faris.Pria itu mengabaikan peringatan Mamanya untuk membiarkan Kaira untuk beristirahat.
Faris merebahkan tubuh Kaira diatas ranjang lalu kembali mencumbu gadisnya itu.Pria itu mengikuti nalurinya mencicipi setiap inci tubuhnya sang istri yang membuatnya mabuk kepayang.
"Tubuhmu saat indah baby", bisik Faris membuat Kaira semakin bergairah.
Faris tersenyum tipis saat Kaira mendapatkan pelepasan pertamanya.Pria itu memang belum akan melakukan sekarang tapi dia hanya ingin mencicil saja.
Faris menyeka keringat Kaira dengan tangannya lalu mengecup lembut kening sang istri."Bagaimana rasanya,enak?",tanya Faris membuat gadis itu mengangguk malu-malu.
Faris turun dari tempat tidur setelah menyelimuti tubuh polos sang istri.Namun tangannya ditahan Kaira.
"Kenapa?,mau lagi,hm?",goda Faris.
Kaira menggeleng."Kamu belum--
"Mas bisa mengatasinya nanti dikamar mandi",jawab Faris yang tau maksud dari ucapan sang istri.
"Kamu bisa melakukannya sekarang Mas",ujar Kaira lirih.
"Tidak,nanti malam saja.Mas tidak akan bisa berhenti jika sudah mendapatkannya sayang.Dan Mas tidak ingin mengacaukan pesta pernikahan kita",ujar Faris lembut.
"Kalau begitu biar aku bantu",jawab Kaira.
"Maksud kamu?",tanya Faris tak percaya apa yang diucapkan istrinya itu.
__ADS_1
"Ajari aku caranya",ujar Kaira menyibak selimutnya hingga tubuh polosnya kembali terekspos di hadapan Faris.
Jangan ditanya Faris saat ini,pria itu kalang kabut, tubuh sang istri begitu menggoda imannya.Jika tak ingin Kaira nantinya kesusahan berjalan sudah ia gempur gadis itu sedari tadi.
Jadilah siang itu keduanya mencari kepuasan dengan cara aman dulu.Faris melenguh panjang saat mendapatkan pelepasannya.Pria itu tersenyum pada sang istri meski kaku tapi itu menjadi sebuah rangsangan hebat pada tubuhnya.
"Terimakasih baby...ayo mandi lagi,lalu istirahat",ujar Faris.
"Iya Mas,tapi aku tidur dulu.Aku capek",jawab Kaira karena tadi ia dua kali mendapatkan pelepasannya.
"Iya...", jawab Faris menatap maha karyanya yang ada pada area dada Kaira.
Faris membiarkan Kaira untuk beristirahat sementara dirinya masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Faris keluar dari kamar mandi lalu berpakaian dengan pakaian yang tadi ia beli secara online.Faris memandangi wajah cantik Kaira yang tertidur dengan begitu pulas.
Faris berjalan dari duduknya saat pintu kamarnya diketuk dari luar.Pria itu membuka handle pintu dan tersenyum tipis saat melihat sang Mama berdiri didepan pintu.
"Mama...",gumam Faris.
"Mana Kaira Ris?",tanya Arita.
"Lagu tidur Ma",jawab Faris.
"Oh...tapi benar lagi tidurkan.Kamu belum apa apain menantu Mama kan?", tuduh Arita.
"Jika aku apa apakan, Kaira istriku sekarang Ma",jawab Faris membuat Arita melotot horor pada sang anak.
"Setidaknya kamu tahan dulu Faris,jangan sampai Kaira pingsan nanti saat pesta pernikahan kalian karena kelelahan.Tamu undangan kita banyak loh",ujar Arita.
__ADS_1
"Iya Ma...aku tau.Ada apa Mama kesini?", tanya Faris.
"Nih... Tiket honeymoon dari Kalen untuk kalian",ujar Arita memberikan dua buah tiket pada Faris.
Faris menerima tiket itu lalu tersenyum saat melihat tujuan honeymoonnya."Maldives...",gumam Faris.
"Mama pergi dulu",ujar Arita meninggalkan anaknya itu yang tampak diam saja.
Faris kembali masuk dan mengunci pintu kamar.Pria itu berpikir apa ini tidak berlebihan,dulu saja Kalen dan Dea berbulan madu hanya ke Bali.Tapi pria itu malah memberikan tiket bulan madu ke Maldives untuknya dan Kaira.
Faris meletakan tiket itu diatas meja rias lalu duduk disebelah sang istri yang tertidur pulas.Pria itu menyunggingkan senyumannya menatap wajah damai Kaira.
"Kamu sangat cantik, baby",gumam Faris.
***
Malam ini Kaira dan Faris tampak begitu serasi berjalan menuju pelaminan.Si kecil Rania mencuri perhatian semua orang saat ikut berjalan didepan pengantin dengan gaun berwarna putih memegangi buket bunga.
Gadis kecil itu tampak lucu dan menggemaskan ketika tersenyum saat kamera mengambil fotonya.
Senyuman tak henti-hentinya terukir dari bibir Kaira yang begitu sangat bahagia.Gaun panjang hasil rancanangan desainer ternama begitu sangat indah di tubuh proporsional Kaira.
Keduanya duduk di pelaminan bagaikan raja dan ratu.Semua orang tersenyum melihat pasangan yang begitu serasi itu.
"Faris... selamat ya..."
...****************...
yang minta double up ya,jangan lupa bunganya
__ADS_1