
Kaisan bersiap untuk pulang setelah menyelesaikan tugasnya memeriksa beberapa pasien.Pria itu kembali merapikan kamar pribadi miliknya sang Kakak setelah tadi siang ia gunakan untuk beristirahat.
"Kai..."
"Eh Kak Bayu... baru datang?",tanya Kaisan.
"Iya...dapat sift malam nih,mau pulang?", timpal Bayu.
"Ya...Kak.Duluan ya",jawab Kaisan melambaikan tangannya pada sahabat Kakaknya itu.
Kaisan berjalan santai menuju area parkir namun pria itu menghentikan langkahnya saat melihat Mika di loby rumah sakit dengan wajah panik.
Pria itu mencoba mengabaikan namun saat mendengar gadis itu memohon pada Dokter membuat Kaisan mau tak mau mendekati gadis itu.
"Mika..."
"Kai... syukurlah ada kamu,tadi aku gak sengaja bertemu ibu hamil yang akan melahirkan dijalan.Aku memutus untuk membawanya kesini.Tapi wanita hamil itu tak memiliki biaya untuk membayar deposit awal.Uangku juga tak cukup.Kai...kamu anak pemilik rumah sakit ini,aku mohon bantu wanita itu,demi kemanusiaan Kai",ujar Mika.
"Dimana wanita itu Dokter Gio?", tanya Kaisan.
"Di IGD Kai...",jawab Dokter Gio yang merupakan dokter kandungan.
"Lakukan tindakan sekarang Dokter Gio,aku yang akan menjamin",ujar Kaisan.
"Baiklah...",ujar Gio beranjak pergi.
"Terimakasih Kai,kamu bisa minta Ibuk memotong gajiku untuk mengganti uangmu",ujar Mika.
Kaisan tak menjawab ucapan Mika,pria itu melangkah menuju meja administrasi untuk melunasi pembayaran bersalin wanita yang ditolong oleh Mika.
"Ayo pulang!",ujar Kaisan setelah menerima kembali kartu kreditnya.
"Tapi--
__ADS_1
"Dia bukan keluargamu bukan?,tugasmu selesai dengan membawanya kesini",ujar Kaisan.
"Kai aku--
"Jangan membantah Mika,hari hampir gelap jangan membuat Kakek cemas nantinya yang berakibat pada menurunnya kesehatannya",ujar Kaisan.
"Huffhhh...baiklah...",jawab Mika akhirnya.
"Ayo...",ujar Kaisan berjalan mendahului Mika.
***
"Kapan kamu dan Kak Faris akan menikah?",tanya Kaisan membuka suara memecah keheningan.
"Ha?menikah?",beo Mika menatap Kaisan dengan kening berkerut.
"Ya... bukankah hubungan kalian sudah cukup lama",ujar Kaisan.
"Aku dan Faris tak memiliki hubungan sejauh itu.Aku dan dia hanya bersahabat",jawab Mika.
"Kenapa diam?, apakah aku benar?",tanya Kaisan.
"Oh itu...aku gak tau,karena aku hanya menganggapnya sahabat,gak lebih",jawab Mika.
"Oh..."
Kaisan tersenyum tipis sangat tipis sehingga Mika gak menyadari jika pria itu tersenyum.
"Mau makan dulu?",tawar Kaisan saat melewati restoran.
"Boleh tapi disana!", tunjuk Mika pada pedagang kaki lima penjual nasi goreng.
"Kamu yakin?", tanya Kaisan.
__ADS_1
"Kenapa?,kamu keberatan?",jawab Mika.
"Gak...aku pikir kamu tak suka makan ditempat seperti itu",ujar Kaisan.
"Hahaha...justru orang seperti merekalah yang harus kita bantu.Makan direstoran hanya akan memperkaya orang yang sudah kaya.Tapi mereka berdagang untuk memenuhinya kebutuhan mereka",ujar Mika membuat Kaisan tersenyum tipis.Pantas saja Mamanya begitu menyukai gadis itu karena hatinya begitu lembut tak jauh beda dengan istri kakaknya.
"Ayo turun.Meski tempat mereka sederhana tapi soal rasa sebelas dua belas dengan restoran",ujar Mika.
Keduanya turun lalu memesan makanan mereka dan duduk di bangku plastik yang disediakan pedagang nasi goreng itu.
"Pernah makan disini?",tanya Kaisan.
"Pernah sekali",jawab Mika.
"Oh..."
Masih lama coasnya?",tanya Mika.
"Tinggal beberapa bulan lagi.Kenapa?",tanya Kaisan.
"Gak.... hanya nanya saja.Siap jadi dokter dong",jawab Mika.
"Doakan saja",jawab Kaisan.
"Boleh nanya sesuatu?", tanya Kaisan.
"Boleh... apa?",jawab Mika.
"Agak pribadi sih,kamu gak keberatan?", tanya Kaisan.
"Apa?",tanya Mika.
"Kamu belum mau menikah?", tanya Kaisan
__ADS_1
...****************...
jreng jreng jreng....Kode ini mika.