
Acara dilanjutkan dengan syukuran rumah baru dan juga perayaan ulang tahun Kaira.Kaira tampak begitu bahagia dengan semua ini.Bukan karena rumah mewah ini tapi dengan sang suami yang mencintainya tanpa batas.
Faris tampak tak mau berjauhan dengan istrinya walau sebentar saja.Ia selalu menempel pada Kaira membuat ibu hamil itu sendikit kurang nyaman tapi apakah daya karena Faris tak mau dibantah.
"Nempel mulu kayak perangko", sindir Kalen pada Faris membuat semua orang tergelak melihat bucinnya Faris pada Kaira.
"Bawaan bayi mah itu",ujar Arita.
"Ya kamu benar Jeng",jawab Marisa membenarkan ucapan besannya itu.
Yang disindir hanya diam saja memeluk Kaira dari samping.Kalen juga ikut diam saja setelah guyonannya membuat orang orang memperhatikan Faris dan Kaira.
"Mau lihat kamar kita gak sayang?", tanya Faris tiba tiba pada Kaira.
"Boleh...ayo!",jawab Kaira tak sabaran melihat kamar mereka.
Keduanya melangkah menuju kamar utama dirumah itu yang berada lantai dua meninggalkan semua orang yang meledek keduanya.
Ceklek
Pintu kamar itu terbuka dan Kaira sangat terkejut dengan desaign kamar mereka yang sangat luas itu.
"Ayo masuk sayang!",ujar Faris.
Kaira memasuki kamar bernuansa putih dan abu abu silver itu dengan langkah pelan.Terdapat meja kerja Faris yang di sekat pembatas dengan area kamar.
__ADS_1
Juga ranjang yang sangat luas dan terlihat begitu mewah dan indah.juga nakas di kiri kanan tempat tidur senada dengan desaign tempat tidur.
"Kamu suka?",tanya Faris.
"Ya... sangat,apa ini gak berlebihan Mas?", tanya Kaira.
"Tidak...",jawab Faris.
"Sesuai janjiku kamar ini ada walk in closetnya.Mau lihat",tanya Faris.
"Iya...",angguk Kaira.
Faris membawa Kaira memasuki ruangan penyimpanan baju mereka itu.
Kaira menatap ruangan itu juga tak kalah luasnya.Terdapat beberapa pakaian disana dan lengkap dengan sepatu,tas.
"Iya Mas...",jawab Kaira.
"Kamar ini terhubung nantinya dengan kamar anak kita sayang.Tapi kamarnya masih kosong belum ada apapun disana",ujar Faris.
"Oh ya...?",tanya Kaira yang tak percaya suaminya menyiapkan sedetail itu.
"Hummm agar kamu gak capek nantinya bolak-balik kamar ini dan kamar anak kita",jawab Faris.
"Terimakasih Mas,ini sangat luar biasa.Aku tak pernah meminta rumah seluas ini Mas.Jika aku tau kamu beli rumah pasti aku akan meminta rumah yang minimalis saja",ujar Kaira.
__ADS_1
"Mas tidak membelinya sayang,tapi membangunkannya untuk kamu",jawab Faris memeluk sang istri.
"Kapan?",tanya Kaira.
"Saat kita mulai bertunangan Mas langsung membeli tanah dan setelah pernikahan kita di pastikan Mas langsung memulai pembangunannya dan ternyata tidak keburu dan akhirnya Mas memutuskan ini dijadikan kado ulang tahun kamu karena rampungnya satu minggu sebelum ulang tahun kamu sayang",jawab Faris.
"Terimakasih ya Mas",ujar Kaira.
"Iya...",jawab Faris.
***
Sorenya semuanya kembali pulang termasuk Faris dan Kaira karena sepakat tinggal disini tiga hari lagi karena Faris belum sempat mencari pelayan untuk mengurus rumah ini.
Faris dan Kaira kembali ke apartemen mereka untuk berisitirahat.Arita kembali ke kediamannya tapi tidak dengan Marisa ia akan menginap dirumah Kalen.
"Kamu bersih bersih dulu sayang,Mas mau periksa pekerjaan Mas sebentar",ujar Faris saat mereka sampai di kamar.
"Iya Mas....",jawab Kaira lalu melangkah .aku kedalam kamar mandi.
Faris memeriksa beberapa pekerjaannya yang sedikit tertunda hari ini karena ia tak sempat datang ke kantor.Beruntung ia memiliki Geovano yang sangat bisa ia handalkan.
Mengenai Geovano pria itu sangat bahagia saat ini.Namun tidak dengan wanita yang satu bulan lalu ia nikahi secara diam-diam yang tampak melamun.
"Jaga dia baik baik honey,dia pewarisku",ujar Geovano mengusap perut rata Salsa gadis yang awalnya menjadi budak nafsunya namun ia tak bisa melepaskan Salsa begitu saja setelah mendapatkan kesucian wanita itu dan akhirnya menikahinya beberapa minggu yang lalu.
__ADS_1
Wanita itu diam saja, awalnya ia tak terima jika ia hamil anak Geovano tapi setelah pria itu membujuknya akhirnya ia mau melahirkan anak Geovano meski terpaksa.
...****************...