Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
#214


__ADS_3

"Mau pulang?",tanya Faris saat akan ke keluar dari mobil.


"Gak Mas,aku baik baik saja",jawab Kaira tersenyum tipis.


"Soriusly?",tanya Faris.


"Ya...kamu gak usah cemas Mas", jawab Kaira.


"Aku akan memastikan dia tidak akan lagi menganggumu",ujar Faris tersenyum misterius.


"A-apa yang akan kamu lakukan Mas?",jawab Kaira.


"Itu menjadi urusanku, jangan terlalu dipikirkan",ujar Faris datar.


Kaira tampak berpikir sejenak apa yang akan dilakukan Faris pada Deril nantinya.Entahlah Kaira berharap Faris tidak melakukan hal yang menakutkan seperti apa yang ada dalam pikirannya saat ini.


"Kaira...", Faris menyentuh pundak gadis itu perlahan hingga membuat Kaira tersentak.


"Apa yang kamu pikirkan,jangan bilang kamu memikirkan pria lain sweety",ujar Faris sontak membuat Kaira membola dengan ujung kalimat Faris yang memanggilnya sweety.


"Ya--tidak Mas,aku hanya memikirkan apa yang akan kamu lakukan ke De--


"Jadi kamu memikirkan pria sialan itu?, sudah aku katakan jika itu menjadi urusanku.Atau kamu kasihan padanya?",tanya Faris menatap tajam Kaira.


"Ti--tidak Mas, kamu ini bicara apa sih?.Aku--


"Kamu menyukainya?",tanya Faris.


"Ya ampun Mas,kamu kok makin ngaco kayak gini sih?.Jika aku menyukainya tidak mungkin aku ketakutan seperti tadi",jawab Kaira yang kesal dengan pria itu menuduhnya yang tidak tidak.


"Maaf,aku hanya takut kamu meninggalkanku demi pria yang lebih muda dari pada aku", lirih Faris.


"Kenapa memangnya,Mas gak percaya diri jika lebih dari De--


"Jangan menyebut pria lain di hadapanku sweety.Aku bukan tak percaya diri hanya saja aku pernah mengalaminya dulu dan aku takut itu terjadi lagi",ujar Faris.


"Maaf...",lirih Kaira.


"Ya ...ayo turun!",ujar Faris.


Keduanya turun dan langsung memasuki kantor dengan jalan beriringan.Keduanya menjadi pusat perhatian karena di sini Faris mengenggam tangan Kaira.


Faris tak mempedulikan tatapan orang orang padanya,toh Kaira kekasihnya sekarang bahkan tak sekedar kekasih melainkan tunangannya.

__ADS_1


Kaira juga hanya diam saja dan juga tampak tak peduli dengan tatapan orang orang padanya.Ini adalah kantor Kakaknya dan tidak akan ada orang yang berani menggosipkannya begitulah pikirnya saat ini.


"Kai...nanti notulen hasil meeting tadi kamu kirim ke email Kakakmu langsung ya",ujar Faris saat keduanya sudah berada didalam lift.


"Ya Mas...",jawab Kaira.


Tring


Kak Kaisan is calling...


"Ya Kak,ada apa?",tanya Kaira.


"Kamu pindah kuliah?",tanya Kaisan.


"Ya...Kakak tau darimana?",jawab Kaira.


"Papa... katanya kamu melanjutkan kuliah disana",ujar Kaisan.


"Iya Kak,jika aku tetap kuliah disana ada sesuatu hal juga yang membuat aku tak nyaman nantinya", jawab Kaira.


"Ada sesuatu?", tanya Kaisan.


"Ya Kak,nanti aku ceritakan jika Kakak kesini", jawab Kaisan.


"Kakak kan calon dokter,masa gak bisa nyembuhin Kak Mika.Hamil kali Kak Mika nya",cerocos Kaira.


"Ini belum satu bulan pernikahan Kakak sama Mika,masa iya Mika hamil Ra.Kamu ini ada ada saja",kekeh Kaisan.


"Ya sudah gak percaya,coba cek dulu aja Kak,siapa tau iya kan.Atau jika Kakak ragu coba konsultasi dulu sama dokter kandungan yang ada dirumah sakit Kakek",ujar Kaira .


"Kakak jika menyangkut Kak Mika kenapa bodoh sekali sih.Harusnya sebagai calon dokter Kakak itu tau.Cek sana Kak,atau beli testpeck dulu jika kamu ragu",gerutu Kaira yang geleng geleng kepala melihat kelakuan bodoh sang Kakak.


"Kamu mengatai Kakak ,Ra?",ujar Kaisan yang terdengar kesal.


"Ya masa kayak itu aja Kakak gak tau.Ini udah memasuki 25 pernikahan Kakak loh.Jika Kak Mika memiliki siklus haidnya 21 hari berarti dia sudah telat 4 hari itu Kak",jelas Kaira.


"Baiklah...nanti Kakak akan membawa Mika untuk cek kerumah sakit",ujar Kaisan.


"Testpeck aja dulu Kak",jawab Kaira.


"Iya bawel...Oh ya hampir Kakak lupa.Minta Faris untuk menjemputnya dokumen pindah kuliah kamu ke sini ya.Mama ikut Papa keluar kota jadi tidak bisa antar kesana.Kakak juga gak bisa ninggalin Mika terlalu lama",ujar Kaisan.


"Iya Kak,nanti aku sampaikan",jawab Kaira keluar dari lift beriringan dengan Faris yang diam saja mendengarkan percakapan kekasihnya itu dengan Kakaknya.

__ADS_1


"Kakak tutup dulu ya...",ujar Kaisan.


"Iya..."


Tut


"Mas... besok kamu sibuk gak?",tanya Kaira saat akan memasuki ruangannya.


"Ada apa?", tanya Faris.


"Bisa gak ambilkan dokumen untuk mengurus kepindahan aku kuliah disini dirumah Kak Kaisan",jawab Kaira.


"Aku gak tau alamat rumahnya Kai,sama kamu saja nantinya ya",ujar Faris.


"Baiklah...besok setelah pulang kerja,kita nginap disana aja lusa kan libur",jawab Kaira.


"Untuk menginap aku tidak bisa Kai",ujar Faris.


"Baiklah...jika langsung pulang saja nantinya",jawab Kaira.


"Maaf ya,kamu ngerti posisi aku ya, masalahnya Kakak kamu masih--


"Ya Mas,aku lupa.Aku ngerti kok", jawab Kaira.


***


"Bagaimana meeting kita bersama Pak Anto, Faris?",tanya Kalen saat pria itu mengantarkan laporan untuk ditandatangani oleh Kalen.


"Hasil laporannya masih ada pada Kaira, Pak.Bagaimana selanjutnya itu tergantung anda Pak.Tapi tadi--


"Apa Faris tak biasa kamu kurang yakin dengan kerja sama ini?",tanya Kalen.


Faris sedikit ragu untuk menyampaikannya."Tadi Pak Anto membawa putranya saat meeting dan ternyata satu kampus dengan Kaira.Saat Kaira di toilet pria itu berusaha melecehkan Kaira jika saja saya tidak datang menyusul Kaira",ujar Faris.


"Shitt...atur pertemuanku dengan Pak Anto dan anaknya",ujar Kalen.


"Saya berencana untuk memberi pelajaran pada pria itu Pak,saya hanya--


"Atur saja pertemuanku dengannya", ujar Kalen.


"Baiklah Pak", jawab Faris.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2