
"Hap..."
Kalen manangkap tubuh Dea dan mengangkatnya keatas.
"Kak...", gelak Dea.
"Sudah pandai menipuku,hm",ujar Kalen menurunkan Dea kembali lalu mencubit
gemas hidung mancung istirnya itu.
"Hahaha...maaf",jawab Dea yang masih menyisakan tawanya.
"Kamu bahagia?",tanya Kalen.
"Huumm...sangat sangat bahagia dicintai kamu Kak",jawab Dea sedikit menjinjit lalu mengecup bibir Kalen sekilas.
"Ka-kamu...",Kalen melongo dengan keberanian sang istri kaki ini menggodanya.
"Hehehe...",Dea kembali tertawa melihat ekspresi wajah Kalen dan kembali berlari meninggalkan pria itu dengan keterkejutannya.
"Dera...awas kamu...",gumam Kalen menyeringai menatap wanita kecilnya itu yang terus berlari meninggalkannya.
Pria itu berlari kecil menyusul sang istri yang kini mengehentikan langkahnya dan tampak meringis kecil.Kalen mempercepat langkahnya menghampiri Dea yang tampak mengangkat sebelah kakinya.
"Kak...sakit",lirih Dea.
"Kenapa sayang?",tanya Kalen menatap telapak Kaki Dea yang sudah berdarah.
"Kakiku menginjak--
Kalen segera mengangkat sang istri dan membawanya pada sebuah pondok dan mendudukkannya disana.
"Sini...aku periksa dulu",ujar Kalen menekuk kedua lututnya memeriksa telapak kaki Dea.
"Awh...sakit",pekik Dea.
Kalen mengambil membuang ke tong sampah serpihan kerang yang menancap di telapak kaki Dea.
"Kita kembali ke hotel...",ujar Kalen menyembunyikan raut kekuawatirannya lalu mengendong sang istri ala bridal style.Ia begitu mengkhawatirkan keadaan sang istri.
"Kak..."
"Hmmm"
"Maaf..."
"Untuk?"
"Gara gara aku tadi--
"Diamlah Dea... kita harus mengobati luka di kakimu dulu",ujar Kalen membawa Dea ke hotel.
Setibanya di kamar Kalen menghubungi pihak hotel untuk meminta kotak P3K.
Sedangkan Dea duduk disofa menahan rasa sakit dikakinya.Darah walau tak banyak terus mengalir ditelapak kaki Dea.
__ADS_1
Tak lama suara bel terdengar,Kalen langsung membuka pintu kamar dan ternyata petugas hotel yang membawakan kotak P3K yang diminta Kalen.
Kalen menutup kembali pintu dan langsung berjongkok dihadapan Dea dan meletakkan kaki wanitanya itu diatas pahanya.Dengan hati hati Kalen mengolesi anti septik ke telapak kaki Dea.
"Ish... sakit", lirih Dea memejamkan kedua matanya menahan rasa sakit.
"Sebentar sayang...sakitnya cuma sebentar",ujar Kalen fokus pada kaki sang istri.
Dea meremas sofa untuk menyalurkan rasa sakitnya.
"Selesai...",ujar Kalen setelah memberi perban pada telapak kaki Dea lalu meletakkan kotak P3K di atas nakas.
Dea menatap sang suami yang hanya diam saja dan mengacuhkannya.Ia tau kesalahannya terlalu bahagia hingga mencelakai dirinya sendiri.
Dea merebahkan tubuhnya diatas sofa karena untuk berjalan ke ranjang kakinya masih sakit untuk di pijakan.
Dea melihat sang suami memasuki kamar mandi tanpa menghiraukannya.Gadis itu memejamkan kedua matanya meski perutnya terasa begitulah lapar.Ia tak ingin mengganggu sang suami dulu.
Kalen yang baru keluar dari kamar mandi menatap wanitanya yang tertidur di sofa.Ia menghampiri sang istri yang memejamkan kedua matanya dengan kaki sedikit terangkat hingga memperlihatkan kaki jenjangnya
"Kamu benar benar mengujiku Dera.Mana mungkin aku menyentuhmu dengan keadaan seperti ini tapi kamu malah menggodaku", bisik Kalen mengelus pipi mulus Dea dengan penuh cinta kasih.
Dea yang sebenarnya tak tidur menelan salivanya.Salahnya juga tidur dengan posisi seperti sekarang.
Perlahan Dea membuka kedua matanya hingga tatapan mata mereka bertemu.
"Kak..."
"Apakah kakimu masih sakit?",tanya Kalen.
"Kamu gak salah Dea...",jawab Kalen.
"Tapi aku mengacaukan bulan madu kita Kak",lirih Dea dengan kepala tertunduk.
"Itu namanya musibah Dea...",jawab Kalen
Dea berhamburan memeluk Kalen yang sedang bertelanjang dada.Dea mengusap dada Kalen hingga pria itu menggeram pelan.
"Jangan menggodaku Dea... kamu--
Dea mengecup leher Kalen lalu menyesapnya pelan.
"Dea... hentikan.Kamu lagi sakit aku--
Dea tak mempedulikan ucapan Kalen dengan berani mencium bibir Kalen lalu m********** dengan pelan meski belum begitu mahir.Sedangkan tangannya mengusap dada Kalen hingga pria itu makin panas dingin akibat kelakuan istri kecilnya itu.
Kalen yang sudah bersusah payah menahan hasratnya kali ini tak bisa lagi menolak ajakan sang istri.Ia mengambil alih permainan dengan membalas ciuman Dea.
"Kak...",lirih Dea.
"Kamu yang menggodaku sweety,jangan salahkan aku jika aku menginginkan lebih",ujar Kalen dengan suara serak.
Dea dengan berani membuka auternya hingga menyisakan gaun tipis bertali kecil.
"Dera... kamu--
__ADS_1
"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan Kak",ujar Dea mengalungkan kedua tangannya pada leher sang suami.
"Kamu sa--
"Hanya telapak kakiku Kak...",jawab Dea.
Bagai diberi angin segar Kalen mengangkat Dea keatas pangkuannya lalu merapatkan tubuhnya Dea pada tubuhnya.Pria yang telah diselimuti oleh kabut gairah itu mencium bibir Dea dengan penuh kelembutan.
S
K
I
P
Kalen menyelimuti tubuh polos Dea dengan selimut tebal setelah aktivitas ranjang mereka.
"Kak...kamu marah?",tanya Dea.
"Tidak sayang...cuma lain kali hati hati,aku gak mau Kakek memarahiku karena cucu menantu kesayangannya ini terluka saat bersamaku",ujar Kalen.
"Ini salahku Kak...aku akan menjelaskan pada Kakek",jawab Dea.
"Ya...mau mandi atau makan dulu?",tanya Kalen.
"Mandi Kak...",jawab Dea.
Kalen menggendong Dea ke kamar mandi dan mandi bersama.Kali ini mereka benar benar benar mandi.
Setelah selesai Kalen mengganti kembali perban kaki Dea.
"Tunggu disini aku mengambil makanan diluar",ujar Kalen melangkah menuju pintu karena ia tau makanan yang ia pesan diletakkan didepan pintu oleh petugas hotel.
Dea menatap punggung lebar Kalen yang melangkah menuju pintu.Ia tak menyangka jika pria yang dulunya begitu sangat kaku dan dingin padanya kini memeluk tubuhnya bahkan lebih dari itu.
Dea terus memperhatikan Kalen yang kini mendorong troli berisi makanan ke arahnya.
Merasa diperhatikan Kalen tersenyum tipis.Pria itu mendekati sang istri yang masih memakai kimono.
"Ada apa, hum?", Kalen merebahkan kepalanya diatas pangkuan Dea lalu menatap wajah polos Dea dari bawah.
"Gak Kak...aku hanya teringat sikap kamu pertama kali kita menikah",jawab Dea mengusap rambut basah Kalen dengan begitu lembut.
"Maafkan sikap ku saat itu",ujar Kalen penuh sesal.Andai ia tau dari awal Dea adalah cinta masa kecilnya yang sempat ia lupakan mungkin ia akan bersikap baik pada Dea.
Dea tersenyum seraya mengangguk pelan menatap wajah tampan sang suami."Kenapa kamu semakin tampan Kak?, aku yakin banyak wanita diluar sana yang menginginkan kamu",batin Dea.
"Hai... mikirin apa, hum?. Jangan bilang kamu berpikir untuk meninggalkanku",tuduh Kalen.
"Hahaha...mana ada Kak.Kamu kali",kekeh Dea.
"Gak akan pernah aku melepaskan kamu Dera,kamu hidupku sekarang.Mana mungkin aku akan meninggalkanku wanita cantik ini yang telah memberikan harta berharga miliknya padaku",ujar Kalen tersenyum menatap wajah cantik Dea.
Kruk
__ADS_1
...****************...