Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Biang masalah


__ADS_3

Kalen tersenyum melihat kedua manik matanya Dea yang dipenuhi kabut gairah.Ia kembali m****** bibir Dea dengan begitu lembut dan meloloskan handuk yang dikenakan oleh Dea ke lantai kamar.


Kalen menggendong tubuh Dea menuju ranjang mereka dan merebahkan Dea yang begitu sangat pelan.


"Kamu mampu membuatku hilang kendali sayang",bisik Kalen lalu memandangi tubuh polos Dea yang makin terlihat berisi dan padat di beberapa tempat semestinya.


"Kak jangan memandangi ku seperti itu",ujar Dea malu malu.


"Kamu yang memancingku sayang jadi jangan salahkan aku jika menikmati sarapan pagiku yang ini",ujar Kalen kembali m******* bibir Dea sedangkan tangannya tak tinggal diam bermain dititik sensitif Dea.


Keduanya kembali melewati pagi yang panas berpacu dalam melodi cinta.Sepasang suami istri itu hanyut dalam surga dunia yang memabukkan.


Sementara itu dilantai bawah seluruh keluarga sedang menunggu kedatangan suami istri yang kini masih hanyut dengan ibadah halal mereka.


"Kai...kamu panggil Kakakmu sana",ujar Marisa saat Kaisan baru saja turun dari lantai dua


"Kita sarapan duluan aja Ma, mereka lagi--


"Lagi apa?",sela Marisa.


"Pokoknya mereka gak usah ditunggu",ujar Kaisan yang sebenarnya tak sengaja mendengar suara aneh dikamar Kakaknya saat ia keluar dari kamarnya.


"Kai...


"Ma... harusnya Mama ngerti dong,Kakakku sedang mencetak keponakan untukku", bisik Kaisan membuat yang lainnya tersenyum geli.


"Oh..ya sudah kalau gitu kita sarapan duluan saja",jawab Marisa tersenyum senang.

__ADS_1


Marisa tak sabar Dea segera hamil dan itu artinya ia akan menjadi seorang nenek.Ia sudah menginginkan seorang cucu.


Sementara itu di kamar Kalen menyelimuti tubuh polos Dea dengan selimut.Pria itu merebahkan tubuh disebelah sang istri.


"Sayang..."


"Hmmmm"


"Ayo mandi...!, setelah itu sarapan.Kamu belum makan apapun Dera",ujar Kalen mengusap pipi Dea.


"Sebentar lagi Kak,aku ngantuk", rengek Dea.


"Kamu mau ke kampus kan?,ayo mandi sayang",ujar Kalen.


"Hari ini absen dulu ya Kak,gak belajar juga",jawab Dea yang masih memejamkan kedua matanya.


Kalen terkekeh melihat sang istri yang malas malasan setelah pertempuran panas mereka pagi ini."Baiklah sayang...aku harus ke rumah sakit sebentar lagi ya",ujar Kalen.


"Hmmmm"


Setelah selesai Kalen turun kelantai dasar setelah tapi dengan baju kerjanya.Pria itu melangkah menuju dapur untuk sarapan meski sudah kesiangan.


"Dea mana Kalen?",tanya Marisa yang masih di dapur mengecek persediaan bahan makanan di lemari pendingin.


"Masih tidur Ma, minta tolong pelayan untuk antar makanan ke kamar ya Ma",jawab Kalen menyambar satu buah sandwich diatas meja makan.


"Ya...kamu harus kasih Dea vitamin sama obat penyubur kandungan agar Dea segera hamil Kalen",ujar Marisa.

__ADS_1


"Gak perlu Ma,Dea subur kok dan benihku dijamin tokcer jadi tunggu beberapa minggu lagi akan membuahkan hasil",jawab Kalen membuat pelayan yang ada disana mengulum senyumannya.Sedangkan Marisa tampak geram dengan sang putra karena ucapan randomnya.


"Aku pamit Ma,titip Dea",ujar Kalen melenggang pergi meninggalkan dapur untuk berangkat ke rumah sakit.


"Ya...hati hati",jawab Marisa menatap punggung lebar sang putra yang makin berjalan menjauh.


Sementara itu di kediaman Mahendra seorang pria paruh baya tampak begitu shock saat mendapat kabar dari anak sulungnya jika salah satu investornya menarik saham mereka dan membuat perusahaan cukup goyang.


"Pa...Papa kenapa?",tanya sang putri.


"Papa baru saja mendapatkan kabar dari Kakak kamu jika Kalendra menarik seluruh sahamnya di perusahaan kita",jawab pria baru baya itu.


Duar


Tiara terdiam sejenak."Gak mungkinkan ini gara gara cewek ingusan itu ngadu ke Kalen", batin Tiara.


"Papa tau kenapa ini terjadi?",tanya Tiara.


"Kakakmu lagi meminta konfirmasi ke perusahaan Atmaja untuk mencari tahu apa yang terjadi", jawab pria paruh baya itu.


"Mudah mudahan bukan masalah kemarin",batin Tiara.


Tiara segera pamit pada sang Papa takutnya sang Kakak datang.Dan benar saja tiba tiba sebuah suara yang memekakkan telinga datang.


"TIARA...dimana kamu", teriak seseorang yang datang dari luar.


Tiara membeku kini ia yakin semuanya pasti ada hubungannya dengan masalah kemarin.

__ADS_1


...****************...


Hari ini up tiga ya... jangan lupa like dan komentarnya.


__ADS_2