
Kaira terkekeh melihat tingkah Kakaknya Kalen yang terlihat lucu dimatanya.Gadis yang masih duduk di bangku SMA itu mengulum senyumannya.
"Jangan tertawa Ra,atau uang jajanmu Kakak potong",ujar Kalen.
Kaira langsung bungkam dan terdiam.Oa melirik sekilas Dea yang hanya diam menatap Kaisan yang sedang mengaduk bahan pembuatan omelette.
"Jangan menatap pria lain selain aku baby",ujar Kalen saat menyadari sang istri menatap adiknya.
"Kak...aku hanya melihat Kak Kaisan mengaduk bahan omelettnya",jawab Dea.
Kalen menghembuskan nafas panjang, entah kenapa dirinya begitu posesif pada sang istri.Ia tak rela sang istri berdekatan dengan pria lain selain dirinya meski adiknya sendiri.
Bahkan ia tak rela Dea menatap pria lain selain dirimu.Baru kali ini ia bersikap seperti ini pada pasangannya.
"Kalen cemburu boleh tapi jangan berlebih seperti itu.Kaisan itu adik kamu sendiri",ujar Rendra yang baru keluar dari kamar.
"Walaupun adikku, tapi Dea dan Kaisan bukan muhrim Pa,dia--
"Kak...kamu ngomong apa sih?.Kamu nuduh aku suka sama Kak Kaisan?",ujar Dea dengan tatapan penuh kekecewaan.
"Bukan seperti itu sayang,aku gak mau kamu--
"Kak...aku tau ketakutan kamu.Aku bukan dia Kak.Aku tau batasan aku sebagai istri",ujar Dea beranjak pergi karena kecewa dengan sang suami.
"Sayang..."
"Makanya, cemburu itu pada tempatnya Kalen",ujar Rendra.
Kalen mengikuti sang istri yang berjalan ke kamar.
Ceklek
"Sayang..."
Kalen memasuki kamar namun tak menemukan keberadaan sang istri.
"Sayang...Dera...kamu dimana?", teriak Kalen mulai panik.
__ADS_1
Kalen memeriksa seluruh ruangan di kamar namun hasil nihil.
"Sayang...aku minta maaf",ujar Kalen dengan suara serak.
"Arrrgghhh...",pekik Kalen menyugar rambutnya ke belakang dengan kasar.
Kalen mengusap wajahnya kasar lalu berjalan keluar kamar.Ia tau dimana sang istri berada,ia langsung membuka pintu kamar.Dan benar saja sang istri duduk di balkon kamar sembari mengusap pipinya yang basah.
"Aku minta maaf...",lirih Kalen bersimpuh di hadapan Dea.
Dea tak menggubris ucapan sang suami,ia memilih diam.
"Baby...aku akui aku sangat posesif padamu.Itu bukan karena aku gak percaya sama kamu.Beginilah cara aku mencintaimu sayang",lirih Kalen dengan kepala tertunduk.
Dea mengusap lembut rambut Kalen membuat pria itu menatapnya dengan bibir tersenyum lebar.
"Kamu mau kan memaafkan aku",ujar Kalen penuh harap.
"Cemburu itu boleh Kak,itu tandanya kamu mencintaiku tapi ini terlalu berlebihan.Aku merasa kamu tak percaya sama aku,aku merasa kamu berfikir kalau aku akan berbuat hal yang sama dengannya", lirih Dea.
Kalen mengusap lembut sisa air mata di pipi mulus sang istri."Jangan menangis sayang,aku merasa gagal sebagai suami jika istriku ini menangis",ujar Kalen mengecup punggung tangan Dea.
"Tergantung situasi sayang",ujar Kalen.
"Itu sama saja Kak...",jawab Dea mencubit pelan hidung bangir Kalen.
Kalen menangkap tangan Dea dan menarik sang istri hingga terjatuh di atas pangkuannya.
"Kak...",pekik Dea.
"Aku cinta kamu dan sangat mencintai kamu baby",ujar Dea menggendong sang istri ala bridal style masuk kamar.
"Kak turunin aku...",ujar Dea memberontak minta diturunkan.
"Begini maksud kamu,hum?",ujar Kalen menurunkan Dea di atas tempat tidur lalu mengungkungnya.
"Kak...aku--
__ADS_1
"Kenapa,hum?.Kamu sukses membuat aku panik saat aku tak menemukan kamu dikamar kita",ujar Kalen mengusap pipi Dea dengan punggung tangannya.
"Aku kesal aja sama kamu Kak",jawab Dea.
"Kesal,hum?", tanya Kalen mengecup bibir Dea.
"Kak...", lirih Dea memejamkan kedua matanya.
Kalen m****** bibir tipis Dea dengan penuh kelembutan.
"Kamu MILIKKU"ujar Kalen menekankan kata milikku di ujung kalimatnya.
"Aku milikmu Kak, selamanya",jawab Dea tersenyum tipis.
***
"Dea mana Kak,tuh omelette udah dingin",ujar Kaisan saat Kalen turun dari lantai dua kamarnya.
"Tidur...",jawab Kalen datar.
"Ck... susah payah aku membuat omelette malah di anggurin", sungut Kaisan.
"Udah...kamu aja yang makan sana",ujar Kalen.
"What?"
"Anggap saja latihan jika nanti kamu punya istri yang lagi mengidam",jawab Kalen.
"Ish..."
"Udah damai nih?",goda Kaisan saat melihat rambut basah Kalen.
"Kepo...", ketus Kalen.
"Makanya cemburu itu di tempatnya Kak",ujar Kaisan.
"Ck...kamu kayak enak emak tau gak",ketus Kalen meninggalkan sang adik,niat hati ingin menonton tapi malah dia ganggu oleh sang adik.
__ADS_1
"Hahahaha...",gelak Kaisan melihat muak masam sang Kakak.
...****************...