
Semua orang bernafas lega karena suasana tegang akhirnya mencair saat saksi mengatakan sah.Sebutir air menetes di mata Faris, sungguh lega rasanya setelah berhasil menghalalkan sang kekasih.
Di dalam sebuah ruangan Kaira berucap syukur karena Faris lancar mengucapkan kabulnya.Sekarang resmi sudah ia menjadi seorang istri dari Faris Wiratama.Rasa bahagia tak mampu ia luapan lagi.Ia memeluk sang Kakak sepupu yang menemaninya sedari tadi. Meski ia tak melihat secara langsung Faris mengucapkan kabulnya tapi diruangan terdapat layar televisi yang memperlihatkan Faris mengucapkan kabulnya.
"Selamat ya Ra,semoga sakinah mawadah warahmah.Jadilah istri yang baik dan menurut pada suami",ujar Diana mengusap lembut punggung Kaira.
"I-iya Kak",jawab Kaira dengan suara serak menahan tangisannya.
"Jangan menangis nanti makeup kamu nanti berantakan Ra",ujar Diana mengurai pelukannya.
"Ra...ayo saatnya kamu keluar",ujar Dea yang menjemput sang adik ipar.
"Iya Kak...",jawab Kaira tersenyum tipis.
Kaira di dampingi Dea dan Diana mengiring Kaira untuk bertemu sang suami yang sudah menunggunya di meja akad.Gadis itu begitu berdebar karena tiga hari lamanya ia dipingit dan tak bisa bertemu bahkan teleponan dengan Faris karena ponselnya disita sang Mama.
Kaira dengan bibir yang tersenyum melangkah dengan pelan memasuki ruang akad.Semua orang menatap kedatangannya begitu juga Faris yang tak bisa berkedip menatap sang istri yang begitu sangat cantik.
Kaira duduk tepat disebelah Faris yang menatapnya begitu dalam.Kaira mencubit tangan Faris hingga pria itu tersadar dan tersenyum canggung.
"Tatap-tatapannya nanti saja yang Nak Faris.Kita lanjutkan dulu acaranya",ujar Pak penghulu membuat para tamu tertawa geli.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan berkas dan buku nikah.Juga penyematan cincin nikah dan penyerahan mahar.
Setelah selesai mereka melakukan foto bersama dan makan bersama.Sebelum nanti malam akan dilanjutkan dengan resepsi pernikahan.
Dua keluarga tampak begitu bahagia dengan pernikahan anak anak mereka.Begitu juga dengan pasangan pengantin yang dari tadi pagi menempel terus dan tampak begitu bahagia.
"Faris kamu bawa Kaira ke kamar dulu untuk istirahat,ingat istirahat jangan melakukan apapun dulu karena nanti malam kalian akan melakukan resepsi",ujar Arita pada sang anak setelah selesai makan bersama.
"Iya Ma...",jawab Faris.
__ADS_1
"Ayo sayang kita kekamar",ujar Faris membawa Kaira menjauhi semua orang yang sibuk mengobrol.
"Capek?", tanya Faris lembut membawa Kaira memasuki lift.
"Gak Mas...", geleng Kaira.Ia bukan capek saat ini dapat deg degan karena akan satu kamar dengan pria yang beberapa jam yang lalu menghalalkannya itu.
"Kamu cantik...", bisik Faris merengkuh pinggang Kaira hingga merapat pada tubuhnya.
"M-mas kamu mau a-apa?",tanya Kaira gugup.
"Kenapa?,kamu gugup?",ujar Faris tersenyum tipis.
"Ti-tidak...aku hanya--
"Kita belum melakukannya sekarang,mungkin nanti malam", bisik Faris membuat Kaira menegang.
"Hahaha... rileks sayang", gelak Faris mengecup kening Kaira.
"Ayo...",ujar Faris menarik pergelangan tangan Kaira keluar dari lift.
Kaira mengikuti langkah Faris menuju sebuah kamar, tentunya belum kamar pengantin mereka.Karena kamar pengantin akan mereka gunakan nanti malam.
Faris membuka pintu kamar hotel dan mempersilahkan Kaira untuk masuk.Gadis itu langsung berjalan menuju meja rias untuk membuka riasan yang ada di kepalanya.
"Mas bantu ya sayang",ujar Faris tersenyum melihat pantulan sang istri dari pantulan cermin.
"Iya Mas...",jawab Kaira.
Dengan hati hati Faris membuka riasan yang ada disanggul Kaira.Ia tak ingin sang istri merasa sakit karena jepitan rambut.Faris sudah berjanji pada dirinya sendiri akan membahagiakan istrinya dengan kasih sayang darinya.
Ia ingat perkataan Mamanya bukan harta yang banyak membuat wanita nyaman dengan suaminya tapi perlakuan dan kasih sayang.
__ADS_1
"Selesai... mandilah!,aku akan memesankan pakaian untukmu",ujar Faris pada Kaira.
"Iya Mas...", angguk Kaira berjalan menuju kamar mandi.
Kaira membuka satu persatu kancing kebayanya.Beruntung kebaya yang ia kenakan memiliki kancing di depan hingga tak ada adegan suami yang membukakan kancing baju saat akan mandi.
Setelah selesai gadis itu kebingungan karena tak ada bathroof disana.Tak mungkin ia keluar dalam keadaaan tubuhnya yang dibalut handuk yang ukurannya sangat pendek.
Tapi ia tak mungkin berdiam terus disini, tubuhnya sudah mengigil karena kedinginan.Ia memberanikan diri untuk keluar, terserah dengan apa yang yang terjadi setelah ini.Faris suaminya sekarang jadi apa yang harus ia takutkan.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, Kaira keluar dari kamar mandi sembari mengeratkan handuk di bagian dadanya yang sebenarnya tak tertutup sepenuhnya oleh handuk yang kekecilan.
Faris menelan ludah kasar melihat pemandangan yang membuat sesuatu yang ada dibawah sana terbangun.Tubuh sintal Kaira begitu menggoda imannya saat ini.Matanya gak berkedip melihat pemandangan itu.
Faris menghampiri Kaira dan menatap gadis itu dari dekat.Kaira begitu terlihat gugup terus menunduk.
Cup
Faris melabuhkan sebuah kecupan dibahu polos Kaira membuat gadis itu tersentak kaget.
"Kamu seksi", bisik Faris membuat Kaira mengangkat kepalanya menatap sang suami yang juga menatapnya dalam.
Faris melabuhkan sebuah kecupan di bibir pink Kaira.Melihat tak ada perlawanan pria itu ******* lembut bibir yang yang menjadi candunya itu.Ini kali ketiganya Faris mencium Kaira dan kali ini rasanya berbeda karena ia melakukannya tak ada lagi rasa takut orang memergokinya.
"Rasanya masih tetap sama,manis", bisik Faris dengan suara serak.
Blush
...****************...
__ADS_1
maaf ya...