Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Jodoh masa kecil


__ADS_3

"Kak...kamu?--


"Benar kamu Dera?",tanya Kalen menatap gadisnya itu dengan seksama.


"Kamu tau dari mana penggilan itu yang hanya satu orang yang tau yaitu--


"Siapa?"


"Kak...kamu--


"Kamu ingat aku?",tanya Kalen menatap sang istri dengan binar kebahagiaan.


"Kak Alen?",tanya Dea


"Ya..."


"Ya Allah...Kak jadi--Dea menatap tak percaya orang yang dulu pernah berjanji padanya saat masih kecil.


"Dera...kamu ingat nama panggilan kesayangan itu?",tanya Kalen.


"Dea dan Kalendra disingkat Dera",jawab Dea.


"Ya...kamu ingat jika dulu aku pernah berjanji akan menikahimu saat kita dewasa?",tanya Kalen menyelimuti tubuh setengah polos Dea dengan selimut.


"Ya...aku pikir itu hanya gurauan saja Kak.Bahkan aku tak pernah memikirkannya",jawab Dea.

__ADS_1


"Kamu tau aku pernah meminta pada Kakek jika kamu harus menjadi istriku saat dewasa,dan Kakek telah mewujudkannya",ujar Kalen.


"Kak..."


"Ya..."


"Kenapa dimalam itu Kakak tak pernah datang,padahal aku menunggu Kakak",ujar Dea yang teringat jika Kalen akan menemuinya sebelum kembali ke kota.


"Aku pulang lebih awal karena adikku sakit dan mengharuskan aku untuk memberikan darahku pada Kaisan yang terkena DBD saat itu",jawab Kalen memeluk sang istri.


"Aku menunggu Kakak hingga aku dihukum oleh Ayah",ujar Dea yang teringat ayahnya menghukumnya karena keluyuran seharian.


"Maaf...sungguh aku tidak tau,dan satu bulan kemudian aku kembalin lagi ke desa tapi katanya kamu pindah",ujar Kalen.


"Ya...banyak kejadian yang terjadi setelah Kakak pergi.Ibu ikut pergi dan tak pernah kembali setelah ayah ketahuan berselingkuh.Dan setelah ayah menikahi selingkuhannya kami semua pindah ke kota",ujar Dea teringat masa kecilnya saat itu.


"Apa?...jadi kamu pernah mengalami kecelakaan?",tanya Kalen.


"Iya...hari itu di daerah xxx pada tanggal 24 Maret 2013.Saat itu ayah mulai membenciku yang mengatakan aku anak pembawa sial",lirih Dea.


Kalen membeku mendengar cerita Dea, esok ia berencana akan menanyakan kebenaran itu pada Kakeknya dan dengan kedatangan wanita yang dikatakan Mamanya tamu istimewa itu.


"Kak..."


"Ah ya... kenapa?",tanya Kalen yang tersentak dari lamunannya.

__ADS_1


"Kakak gak ganti baju?",tanya Dea karena Kalen masih memakai kemejanya.


"Hampir saja lupa,tunggu disini aku ganti baju dulu",ujar Kalen berjalan menuju ruang ganti.


"Kak...aku mau ambil piyama aku juga",ujar Dea berusaha bangun dari tidurnya.


"No...kamu akan tidur dengan seperti itu",ujar Kalen.


"Hah?"


Kalen tak mempedulikan keterkejutan sang istri berjalan menuju ruang ganti.


Kalen berjalan kembali menghampiri sang istri yang sudah bersembunyi dibalik selimut.


Pria yang memakai jubah miliknya itu ikut masuk kedalam selimut bergabung dengan sang istri yang telah menunggunya.


"Ayo tidur...!",ujar Kalen mengecup pucuk kepala Dea lalu menarik tubuh setengah polos Dea merapat padanya.


Dea memejamkan matanya denganberbantalkan lengan sang suami.


Kalen menatap wajah polos Dea,gadis kecil yang dulu aku suka.Tak disangka jika Allah benar benar menjodohkannya dengan gadis kecil yang ia sukai.


"Aku pria bodoh yang tak menyadari kamu adalah jodoh yang dulu aku minta pada Tuhan dan Kakek",lirih Kalen tersenyum dengan begitu behagia.


...**************...

__ADS_1


Maaf jika part ini pendek ya.mohon dukungannya ya reader ku


__ADS_2