
Setelah menempuh perjalanan selama 16jam lebih 15 menit menggunakan pesawat pribadi akhirnya mereka sampai dibandara Charles de Gaulle.
"Dea perut kamu baik baik saja kan?,gak kram kan?",tanya Dokter Sasha saat mereka akan turun.
"Baik kok Kak, tenang saja",jawab Dea.
"Syukurlah...",balas Dokter Sasha tersenyum tipis.
"Mana para suami kita Kak?",tanya Dea saat kau meminta keberadaan Kalen.
"Lagi ambil barang kayaknya Dea",jawab Dokter Sasha.
"Baby...ayo!",ujar Kalen yang datang tiba-tiba menarik pergelangan tangannya diikuti Aris dan Dokter Sasha dari belakang.
"Ris...itu mobil kalian selama kita disini",ujar Kalen menunjuk salah satu mobil mewah yang disewa Kalen selama mereka di Paris.
"Terimakasih banyak Pak",jawab Aris.
"Tak usah berterimakasih padaku.Kamu sudah dianggap Kakak oleh istriku berarti kamu juga saudaraku",ujar Kalen membuat Dea tersenyum tipis mendengar ucapan sang suami.
"Ayo baby",ujar Kalen membukakan pintu mobil untuk Dea.
"Ya..."
Mereka menuju salah satu hotel yang terletak tak jauh dari menara Eiffel.Kalen menyewa salah satu kamar dengan view yang langsung menghadap ke menara Eiffel.Kota Paris adalah kota impian sejuta orang yang ingin berkunjung di negara ini.Tak hanya terkenal bangunan bersejarah yang begitu indah dan megah tapi Paris juga merupakan pusat mode dari penjuru dunia.
"Mas...ini indah sekali",ujar Dea saat memasuki kamar mereka.
"Lebih indah kamu sayang",jawab Kalen memeluk Dea dari belakang.
"Gombal...",kekeh Dea tersipu malu.
"Siapa yang menggombal, hum?", tanya Kalen membalikkan badan Dea menghadapnya.
"Kamu Kak",jawab Dea.
"Aku jujur sayang...",ujar Kalen menatap dalam sang istri.
Dea tersenyum manis lalu mengecup pipi sang suami."I love you...", bisik Dea.
__ADS_1
Kalen tersenyum tipis."I love you to my wife",jawab Kalen mengusap lembut rambut panjang sang istri.
"Aku mau menunjukkan sesuatu sama kamu",ujar Kalen menarik pergelangan tangan sang istri lalu membuka balkon kamar.
"Kak...ini sangat indah",pekik Dea menatap menara Eiffel yang menjulang tinggi.
"Kamu bahagia?", tanya Kalen yang ikut tersenyum melihat wajah bahagia sang istri.
"Ya...sangat",jawab Dea tersenyum lebar.
Inilah pemandangan Menara Eiffel dari hotel tempat Dea dan Kalen menginap ya.
"Kak..."
"Ya...ada apa sayang?",tanya Kalen.
"Aris dan Dokter Dea--
"Dia di hotel yang berbeda baby",jawab Kalen.
"Oh..."
Dea mendudukkan bokongnya pada kursi yang ditarik Kalen.Lalu menatap menara Eiffel penuh kagum.
"Untukmu...",ujar Kalen mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
"Apa ini Kak?",tanya Dea meraih sebuah kotak yang diserahkan Kalen.
"Bukalah...!",jawab Kalen.
Dea membuka kotak itu perlahan lalu menatap Kalen meminta jawaban dengan kalung indah yang ada di kotak itu.
"Ini kalung mendiang Nenekku,Mama meminta aku untuk memberikannya sama kamu.Karena dulunya ini diberikan Nenek pada Mama.Dan sekarang kalung ini milik kamu",ujar Kalen.
"Jadi kalung ini turun temurun diberikan pada menantu dikeluarga kamu Kak?", tanya Dea menatap kalung itu penuh kagum.
"Ya sayang...", jawab Kalen meraih kalung itu lalu memasangkannya di leher sang istri.
__ADS_1
"Boleh nanti aku simpan Kak,aku gak terlalu suka memakai perhiasan,Aku juga memakai kalung pemberian kamu",tanya Dea.
"Ya... tentu", jawab Kalen.
"Ayo masuk...mandi lalu kita akan makan malam di bawah",ujar Kalen.
"Ya Kak...",jawab Dea bangkit dari duduknya.
***
Dea telah siap dengan gaun yang indah membalut tubuhnya tubuhnya.Wanita hamil itu membuka kalung pemberian Kalen lalu menyimpannya.Ia memakai kalung yang tadi di berikan Kalen padanya.Kalung turun temurun dari keluarga sang suami.
Sedangkan Kalen tampak begitu tampan dengan jas berwarna senada dengan Dea.Pria itu menatap penuh kagum sang istri yang begitu cantik malam ini.
"Ayo...",ujar Kalen mengulurkan tangannya pada Dea dan disambut dengan senyuman manis oleh Dea.
"Cantik...",puji Kalen mengecup punggung tangan sang istri dengan lembut.
"Terimakasih Kak...",jawab Dea tersipu malu.
Mareka turun untuk makan malam disalah satu restoran yang tak jauh dari hotel.Kedua berjalan dengan Dea mengamit tangan sang suami begitu mesra.
"Lihatlah baby gak di Indonesia disini kamu tetap saja menjadi pusat perhatian pria hidung belang",kesal Kalen saat beberapa pria yang mereka lewati menatap Dea penuh kagum.
"Hehehehe...resiko orang cantik Kak",kekeh Dea membuat Kalen melirik sang istri yang tak peduli dengan tatapan pria asing padanya.
"Ya...kamu cantik, aku yang ketar ketir baby, disini sainganku banyak",jawab Kalen menunjuk salah satu pria bule yang juga tampan sama dengannya.Tapi baginya tetap tampan dirinya.
"Tapi buat aku kamu tak kalah jauh lebih tampan dari mereka Kak,baik dan juga manjain aku.Cari dari mana lagi coba yang kayak kamu",kekeh Dea tetap berjalan lurus.
"Aish...kamu ini,kamu pikir aku ini barang sampai dicari segala",jawab Kalen merengkuh posesif pinggang Dea saat melewati beberapa pria bule yang sedang menikmati indahnya kota Paris di malam hari.
"Kamu yang ngomong loh Kak", gelak Dea.
"Awas ya,akan aku pastikan malam ini kamu tidak akan tidur dengan nyenyak", bisik Kalen membuat Dea langsung menghentikan tawanya.
"Mesum...", gerutu Dea.
"Lah kita kesini sekalian babymoon sayang",jawab Kalen.
__ADS_1
"Dea..."
...****************...