
Kaisan melangkah menuju ruang makan karena pagi ini ia harus ke rumah sakit lebih dahulu setelahnya ia akan menemui kedua orangtua Mika.
"Pa...Mama mana?", tanya Kaisan tak melihat sang Mama maupun kekasihnya, Mika.
"Mama mengantar Mika ke rumahnya karena lusa akan ada yang melamar Mika",jawab Rendra.
Jeduar
Kaisan tampak membeku dengan tatapan kosong.Pria itu mengepalkan kedua tangannya dibawa meja.Pria itu bangkit dari duduknya dan melangkah terburu buru keluar dari rumah.
"Kai...kamu mau kemana?", teriak Rendra namun diabaikan oleh Kaisan.
"Pa...Kak Kai mau kemana?", tanya Kaira.
"Gak tau Ra",jawab Rendra.
Sementara itu Tuan Wiliam tersenyum tipis melihat kelakuan cucunya itu sembari menggeleng pelan.
Sedangkan Kaisan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Ma...aku minta Mama melamarkan Mika untukku bukan untuk mengantarkannya pulang dan membiarkan orang lain melamarnya", gumam Kaisan menahan sesak di dadanya.
"Shitt...", umpat Kaisan saat melewati lampu merah.
Kaisan menghubungi Mamanya namun tak kunjung diangkat membuat pria itu makin kesal tak karuan.
Kaisan mengirim pesan pada Mika namun hanya centang satu.Pria itu makin gak karuan dan menginjak pedal gas lebih cepat lagi.
Setelah menempuh satu jam perjalanan Kaisan sampai dikampung Mika bersamaan dengan Mika dan Marisa yang turun dari mobil.
"Ma...", teriak Kaisan.
"Kai...kamu ngapain ikutin kita ke sini?, bukankah kamu ada operasi di rumah sakit pagi ini?",tanya Marisa.
"Ma...apa apaan ini,aku minta sama Mama--
__ADS_1
"Kai..."
Kaisan mengehentikan ucapan saat Mika memanggil namanya.
"Mika... kenapa kamu--
Mika tersenyum tipis."Kamu kenapa ke sini?", tanya Mika.
"Aku?", jawab Kaisan menunjuk dirinya sendiri.
"Ya..."
"Mik...aku kesini untuk menggagalkan lamaran Kak Faris untuk kamu",jawab Kaisan.
"Tapi--
"Mika... apakah kamu hanya mempermainkan aku?",tanya Kaisan.
"Kai kamu salah--
"Kaisan...aku--
"Baik aku mundur jika dia yang terbaik",jawab Kaisan.
"Kamu bicara apa sih Kai, hum?",ujar Marisa.
"Ma--
"Kamu minta Mama untuk melamarkan Mika tapi kamu malah mundur.Kamu serius gak sih,ha?",berang Marisa.
"Ma...kapan aku gak serius.Aku serius Ma.Tapi kenapa Mama mengantarkan Mika ke sini kalau bukan mendukung Kak Faris untuk melamar Mika",jawab Kaisan.
"Tentu saja Mama mengantarkan Mika kesini.Mama takut terjadi sesuatu dengan kalian berdua jika satu rumah",ujar Marisa.
"Maksud Mama?", tanya Kaisan.
__ADS_1
"Eh...Buk Marisa,ayo masuk!",ujar Ibu dari Mika yang datang dari dalam rumah.
"Iya jeng...",jawab Marisa.
"Loh...kok Nak Kaisan disini juga?. Katanya lamarannya lusa,kok Nak Kaisan juga ikut?", tanya Ibu dari Mika.
"Gak tau jeng,gak sabaran kali", ledek Marisa.
"Ini ada apa sih Ma?", bingung Kaisan.
"Ck...Kai...Mama itu antar Mika kesini itu untuk pisahkan kalian sebelum lamaran.Mama gak mau terjadi yang tidak-tidak jika kalian tinggal dirumah yang sama.Tadi malam aja kamu berani masuk kamar Mika",ujar Marisa.
Deg
"Ma--
"Hahaha...kamu masuk dalam jebakan Mama Kai",ujar Kalen tiba tiba datang karena diminta sang Kakek untuk mengikuti sang adik.
"Jebakan?",beo Kaisan.
"Makanya jadi laki laki itu jangan gengsian",ledek Kalen.
"Maksudnya?",tanya Kaisan.
"Ck...lola kamu Kai,alias loading lama.Mama sengaja bilang kalau Faris akan melamar Mika secara resmi agar kamu segera mengakui perasaan kamu sama Mika dan begitu juga dengan Mika",jawab Kalen.
"Jadi--
"Ya...Mama dan Ibunya Mika kerjasama agar kalian saling mengakui perasaan masing-masing",jawab Kalen.
"Huffhhh...Ma--
"Makanya jangan gengsian",ketus Marisa.
Maka tersenyum tipis melihat ketakutan di mata Kaisan tadi saat dikira dirinya akan dilamar pria lain.
__ADS_1
...****************...