Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
#233


__ADS_3

"Dia--Kak A-luna", lirih Kaira.


"Aluna, siapa?",tanya Faris.


"Oh itu.... mantan kekasih Kak Kalen", jawab Kaira.


"Mantan kekasih Kak Kalen?",beo Faris.


"Iya...",jawab Kaira.


"Sepertinya dia mengalami sedikit gangguan kejiwaan sayang,kamu yakin yang tadi itu mantan kekasihnya Kak Kalen",tanya Faris.


"Iya...meski di terlihat lusuh aku mengenalinya dengan baik Mas.Dia dulunya merupakan Dokter Kandungan di rumah sakit milik Kakek.Dan Kakek memecatnya kerena sesuatu hal dan aku tak lagi tau bagaimana keadaannya setelah itu dan aku juga tidak tau kenapa ia bisa seperti tadi",jawab Kaira.


"Jadi dia pernah berkerja di rumah milik Kakek kamu?", tanya Faris.


"Huummm..."


"Lalu kenapa dia dipecat?",tanya Faris.


"Intinya dia dipecat karena mempunyai skandal dengan salah satu Dokter dirumah sakit",jawab Kaira.


"Jadi dia selingkuh dari Kak Kalen?",tanya Faris.


"Ya...",jawab Kaira.


"Mungkin itu karma untuk Kak Kalen sudah menyia-nyiakan Kak Dea", ujar Kaira.


"Maksudnya?",tanya Faris.


"Kak Kalen dan Kak Dea itu dijodohkan dan menikah saat Kak Kalen masih menjalin hubungan dengan Kak Aluna",jawab Dea.


"Oh...."


"Keluarga kamu hobi menjodohkan anak anaknya ya",ujar Faris.


"Tidak untuk Kak Kaisan Mas",jawab Kaira.


"Ya...kita dan Kak Kalen",ujar Faris.


"Tapi pilihan keluarga ku tidak pernah salah Mas untuk memilihkan pasangan bagi anak anak mereka.Buktinya saja Kak Dea dan Kak Kalen.Meski rumah tangga mereka awalnya berliku tapi lihatlah sekarang,mereka saling melengkapi",jawab Kaira.


"Bagaimana dengan kita",tanya Faris.


"Semoga saja seperti mereka Mas", jawab Kaira.


"Aamiin... semoga ya sayang",ujar Faris.


"Iya Mas...",jawab Kaira.


Faris menghentikan laju mobilnya saat melihat sepasang suami istri yang bertengkar.Ia sangat mengenal pria itu,sangat kenal malah.

__ADS_1


"Kok berhenti Mas?", tanya Kaira.


"Oh maafkan Mas sayang",jawab Faris menghembuskan nafas panjangnya lalu melajukan kembali mobilnya.


Ia masih ingat betul bagaimana pria tadi meninggalkannya dan sang ibu saat itu dipinggir jalan.Pria itu menurunkannya dan sang ibu dipinggir jalan karena pertengkaran hebat keduanya.Pria itu memiliki wanita idaman lain hingga membuat pria yang dulu ia panggil Papa itu lupa diri dan mirisnya telah meninggalkan anak dsn istrinya demi bersama selingkuhannya itu.


"Mas... kamu kenapa?",tanya Kaira yang melintas Faris sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Ah...aku baik baik saja, kenapa memangnya?",tanya Faris.


"Gak...kamu kok diam gitu kayak ada yang dipikirkan.Jangan bilang kamu lagi mikirin perempuan lain ya Mas", sungut Kaira.


"Hahaha...mana mungkin sayang, kepikiran saja tidak",jawab Faris terkekeh geli.


"Siapa tau saja kan",ujar Kaira.


"Mas jika sudah berkomitmen pantang untuk mengingkarinya sayang",jawab Faris.


"Lalu apa yang kamu pikirkan Mas?",tanya Kaira.


"Besok aku kasih tau ya, sekarang kita hampir sampai rumah kamu",jawab Faris.


"Yah...", Kaira mengerucutkan bibirnya kedepan.


"Jangan cemberut gitu sayang,besok aku kasih tau semuanya,oke.Gak akan ada yang Mas tutup-tutupi dari kamu",ujar Faris.


"Janji ya...",jawab Kaira.


***


"Mau ke mana Ra?", tanya Dea saat melihat sang adik ipar sudah rapi pagi ini.


"Mau ke rumahnya Mama Mas Faris,Kak",jawab Kaira.


"Ketemu calon mertua nih ceritanya",goda Dea.


"Iya Kak...",jawab Kaira malu malu.


"Oh ya Kakak mau kemana, udah rapi juga", tanya Kaira.


"Rencananya mau bawa Rania pergi jalan jalan mumpung libur",jawab Dea.


"Oh..."


"Assalamualaikum..."


"Waalaikum salam..."


"Mas kamu sudah datang?",tanya Kaira.


"Iya...",jawab Faris.

__ADS_1


"Duduk dulu Faris",ujar Dea.


"Terimakasih Dea, rencananya langsung berangkat takut macet nantinya.Kak Kalen mana ya?",tanya Faris.


"Di kamar Rania, sebentar aku panggilkan dulu ya",jawab Dea diangguki Faris.


Tak lama Kalen datang dengan sang putri yang berada didalam gendongannya menghampiri Faris dan Kaira.


"Kak...aku izin bawa Kaira di rumah Mama ya",ujar Faris yang sudah memanggil Kalen dengan sebutan Kakak.


"Ya...jaga Kaira baik baik,Ris",jawab Kalen.


"Ya Kak...",jawab Faris.


Keduanya berangkat menuju kediaman orangtua Faris, lebih tepatnya kediaman Mamanya.Diperjalanan mereka mampir disebuah toko kue untuk membeli kue kesukaan sang Mama.


Keduanya tampak begitu senang terutama Kaira yang begitu tampak semangat ingin bertemu calon Mama mertuanya.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam mereka memasuki sebuah kawasan perumahan elit.Faris menghentikan mobilnya didepan sebuah rumah.Namun pria itu mengerutkan keningnya saat melihat sebuah mobil juga terparkir di depan rumah sang Mama.


"Mas ini mobil siapa?",tanya Kaira saat sudah turun dari mobil.


"Mas juga tidak tau sayang,ayo masuk?",jawab Faris membawa sang kekasih masuk kedalam rumah yang cukup mewah yang ia belikan untuk sang Mama.


Samar samar Faris mendengar keributan yang terjadi di dalam rumah.Pria itu bergegas masuk dan benar saja seorang wanita memaki-maki sang Mama.


"Apa apaan ini",ujar Faris melepaskan genggaman tangannya pada tangan Kaira lalu menghampiri sang Mama yang terlihat shock.


"Kamu dan Mama kamu silahkan angkat kaki dari rumah ini.Enak saja Mas Agus menyembunyikan rumah mewah ini dariku dan malah memberikannya pada kalian",ujar wanita yang merupakan istri dari Papanya itu.


Faris tersenyum miring."Apa anda bilang?,kami angkat kaki dari rumah ini?",tanya Faris menatap tajam wanita itu.


"Iya...cepat!,aku akan tinggal dirumah ini mulai hari ini",jawab wanita itu dengan percaya dirinya.


Kaira yang melihat kejadian ini tampak bingung dengan apa yang terjadi.Gadis itu hanya diam dan tak mau ikut campur.


"Kau tau... rumah ini milikku yang aku beli dengan jerih payahku selama ini.Sekaya apa suamimu itu hingga mampu membeli rumah mewah ini,hm?",ujar Faris dengan tatapan menghunusnya.


"Ck... aku tidak percaya,ayo pergi--


"Dita... cukup!, hentikan kegilaanmu.Rumah ini milik anak dan mantan istriku.Tak ada sepersen pun uangku di dalamnya",ujar seseorang yang bari saja datang.


"Aku--


"Tolong bawa pergi istri anda dari rumah saya Tuan",ujar Faris dengan wajah datarnya.


"Faris--


"Selesaikan masalah rumah tangga kalian dirumah kalian jangan disini",ujar Faris.


"Ayo Dita...!,kamu membuat malu saja",ujar pria yang tak lain adalah Agus menyeret kasar tangan sang istri pergi dari rumah milik Faris.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2