Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
H-1 pernikahan Faris dan Kaira


__ADS_3

Faris tersenyum tipis melihat dirinya di pantulan cermin.Besok ia akan melepas masa lajangnya dengan menikahi gadis yang ia cintai.Bertahun menutup hatinya pada gadis manapun karena pernah merasakan sakit hati karena ditinggal gadis yang ia cintai hanya kerena perbedaan status.


Semenjak itu ia membuktikan diri jika ia bisa merubah hidupnya dan keluarganya.Berkat perjuangannya dan doa sang Mama membuatnya bisa membungkam mulut orang orang yang dulu menghinanya.


Tok tok tok


Faris menoleh ke arah pintu kamar dimana sang Mama berdiri menatapnya.Sudah tiga hari ini ia pulang kerumahnya atas permintaan sang Mama yang ingin menghabiskan waktu bersama sebelum sang anak menikah.Meski sedikit jauh dari perusahaannya tapi tak apa demi sang Mama.Ya dia masih mengantor tadi siang untuk menyelesaikan pekerjaannya sebelum pernikahannya dan bukan madu tentunya.


"Mama boleh masuk?",tanya Arita.


"Boleh Ma...masuk saja!",jawab Faris.


"Kenapa melamun,hm?. Calon pengantin gak boleh melamun, pamali",ujar Arita mendudukan bokongnya di bibir tempat tidur sang anak.


Faris tersenyum lalu duduk diatas karpet bulu lalu menggengam tangan sang Mama.Pria itu lemah jika sudah dihadapkan dengan seorang wanita yang bergelar ibu.


"Kenapa,hm?",tanya Arita mengusap lembut rambut sang anak dengan lembut.


"Terimakasih sudah melahirkanku,Ma.Maafkan aku jika selama hidupku pernah menyakiti perasaan Mama", lirih Faris.


"Kamu tidak pernah menyakiti perasaan Mama sayang,tapi maafkan Mama yang tidak bisa mempertahankan keutuhan keluarga kita.Maaf jika kamu tumbuh tanpa sosok seorang ayah",lirih Anita degan suara serak menahan air matanya.


"Tidak Ma.Mama adalah sosok ibu sekaligus ayah yang hebat untukku.Jangan lagi menangis Ma!, tugas Mama hampir selesai.Mulai sekarang tugas Mama adalah bahagia dan terus bahagia",jawab Faris menghapus jejak air mata di pipi yang Mama dengan lembut.


"Lihatlah putra kecil Mama sebentar lagi akan menikah.Jaga istrimu degan baik Faris!, hormati dan perlakukan dia dengan baik.Yang membuat wanita itu nyaman dengan kita bukan karena harta, jabatan dan ketampanan.Tapi bagaimana kamu memperlakukannya dengan baik layaknya kamu memperlakukan Mama",tutur Arita diangguki Faris.


"Satu lagi,jangan sesekali kamu menyakitinya!.Dia rela meninggalkan keluarga demi hidup denganmu.Jadi jika kamu menyakiti putri Mama itu,Mama sendiri yang akan menghukummu", sambung Arita.

__ADS_1


"Mama mengancamku?",kekeh Faris.


"Anggap saja begitu agar kamu bisa bertanggungjawab pada keluargamu tidak seperti--


"Sssttt... sudah Ma.Jangan lagi mengingat masa lalu",ujar Faris yang tau arah ucapan Mamanya.


"Mama hanya tak ingin mencontoh sikap Papamu,Faris",jawab Arita.


"Faris tidak sebodoh itu menyia-nyiakan seseorang yang sudah menemaniku dari nol Ma.Mama dan Kaira, berkat kalian aku bisa seperti ini.Mama lupa siapa Kakaknya Kaira? bukan Mama yang akan menghukumku tapi Kak Kalen.Dia pasti akal memenggal kepalaku jika adik kesayangannya aku sakiti Ma",ujar Faris.


"Oh ya... bagaimana dengan rumah yang kamu bangun?",tanya Arita.


"Sudah hampir rampung Ma, rencananya itu akan jadi kado ulangtahun Kaira nantinya Ma.Dia belum tau jika aku sedang membangun rumah untuk kami tempati kelak.Tapi untuk sementara kami akan tinggal di apartemenku dulu Ma",jawab Faris.


"Mama bangga sama kamu Nak",ujar Arita mengecup kening sang anak degan penuh kasih sayang.


"Mama masukan tinggal bareng aku dan Kaira nantinya?",tanya Faris.


"Bagiamana dengan Kaira nya?,Mama gak mau--


"Ini permintaan Kaira Ma",jawab Faris.


"Baiklah...tapi tidak di awal pernikahan kalian.Mama ingin kalian menikmati masa pengantin baru kalian tanpa ada yang menganggu",ujar Arita.


"Kami tak pernah menanggap Mama penganggu kok",jawab Faris.


"Ya Mama tau,kalian anak anak Mama yang sangat baik pada Mama", timpal Arita

__ADS_1


"Oh ya...kamu sudah menghapal kabul kamu ingin besok?.Jangan sampai salah loh Faris",ujar Arita mengingatkan sang anak.


"Insyaallah Ma,tidak akan",jawab Faris.


"Jangan lupa besok berwudhu dulu",ujar Arita.


"Iya Mama",jawab Faris mengecup punggung tangan Mamanya dengan penuh kasih sayang.


Sementara itu di kediaman Kalen, seluruh keluarga berkumpul.Keluarga besar Atmaja dan keluarga besar dari besan besan Marisa dan Rendra.


Kaira saat ini sedang memasang henna di jemari tangannya.Gadis itu begitu bahagia karena begitu banyak orang yang akan hadir di hari bahagianya.


Si kecil Rania tampak setia menemaninya Kaira yang duduk anteng disebelah Kaira.Gadis kecil itu dalam pengawasan Oma Sandra yang duduk tak jauh dari Kaira dan Rania.


Sedangkan Dea dan Marisa tampak sibuk mengurus keperluan besok pagi, sementara Mika tampak duduk disebelah Sandra.Ia gak diizinkan melakukan apapun karena usia kandungannya yang masih rawan.


"Ty...antik",Rania menunjuk tangan Kaira yang sedang di lukis.


"Iya cantik...",jawab Kaira tersenyum lebar menatap sang keponakan.


"Rania jangan ganggu Auntynya ya!",ujar Sandra lembut.


"Iya Oma...", angguk batita itu tanpa mengalihkan pandangannya dari tangan Kaira yang sedang di lukis.


Para pria tampak berkumpul di ruang keluarga entah apa yang mereka bahas.


Persiapan pernikahan Kaira dan Faris diserahkan pada pihak wedding organizer.Jadi mereka tinggal beres saja,hal itu merupakan usulan Faris karena tak ingin merepotkan anggota keluarga.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2