
"Sayang...kamu yakin ke kampus hari ini?",tanya Faris menghampiri sang istri yang sedang berdandan.
"Iya Mas,aku ada ujian praktek hari ini dan tidak bisa dilakukan secara daring",jawab Kaira.
"Masih mual gak?",tanya Faris perhatian.
"Udah agak mendingan Mas,kan udah minum obat barusan",jawab Kaira.
"Sayang...jangan siksa bunda kamu nak",ujar Faris mengusap perut rata Kaira lalu mengecupnya.
"Wajar kok Mas jika aku mual namanya juga hamil muda",jawab Kaira.
"Tapi Mas gak tega lihat kamu muntah muntah terus dari tadi pagi sayang",ujar Faris.
"Aku gak apa apa kok Mas,aku menikmatinya malah",jawab Kaira.
"Ya sudah,minum dulu susu hamil kamu dulu sayang!",ujar Faris menyerahkan segelas susu pada Kaira.
Wanita itu kembali duduk dan meminum susunya hingga habis lalu kembali menyerahkan gelas kosong itu pada Faris.
"Mas letakkan gelas ini ke dapur dulu ya",ujar Faris melangkah menuju keluar kamar untuk meletakkan gelas ke dapur.
Setelahnya keduanya berangkat.Faris mengantarkan Kaira lebih dulu ke kampusnya.
"Sayang nanti kamu di jemput sopir ya,Mas gak bisa jemput ada meeting penting",ujar Faris.
"Iya Mas...",jawab Kaira.
"Kalau ada apa apa hubungi Mas,oke",ujar Faris.
__ADS_1
"Iya Mas",jawab Kaira.
Faris menurunkan Kaira di depan gerbang lalu melajukan mobilnya menuju kantor.Pekerjaannya sangat banyak saat ini,ia akan berusaha untuk tidak lembur makanya ia tak bisa menjemput sang istri nantinya.Ia gak tenang meninggalkan Kaira sendirian di apartemen karena Bik Sum tidak menginap.
Sesampainya di kantor Faris mengerutkan keningnya melihat Geovano yang tampak berbeda pagi ini.Pria itu terlihat senang dan bersemangat dari pada biasanya.
"Apakah kau mendapatkan durian runtuh semalam Geo?",tanya Faris menatap asisten sekaligus sekretarisnya itu penuh selidik.
"Tidak Tuan,saya hanya mencoba menikmati pekerjaan saya saja", bohong Geovano.Ia belum siap mengatakan jika ia telah menikahi Salsa yang merupakan orang yang Faris minta disingkirkan dari kehidupan Faris.
"Benarkah?",tanya Faris merasa ada yang sedang disembunyikan oleh Geovano.
"Iya Tuan",jawab Geovano.
"Kau tak ada bakat berbohong Geo,kau sedang menyembunyikan sesuatu bukan?",tanya Faris.
"Dan ya ini kantor panggil aku dengan sebutan Pak saja", sambung Faris melangkah masuk keruangannya.Ia tak ingin tau juga apa yang sedang disembunyikan oleh Geovano darinya asalkan pria itu tak berencana mengkhianatinya.Tapi sepertinya tidak karena wajah Geovano yang terlihat happy.
"Pak..."
"Ya Geo,ada apa?",tanya Faris yang tetap fokus pada berkas yang akan ia tandatangani.
"Sa-saya sudah menikah dan saat ini istri saya sedang hamil ia ingin saya membelikan rujak,apakah boleh saya izin sebentar?",tanya Geovano dengan jantung yang berdebar takut Faris memarahinya karena menyembunyikan pernikahannya.
"Kau menikah kenapa tidak mengundangku?",tanya Faris menatap Geovano.
"Semuanya mendadak Pak,saya--
"Pergilah!,dan cepat kembali",ujar Faris lalu Jenni fokus pada pekerjaannya.
__ADS_1
"Terimakasih Pak,saya akan secepatnya kembali",jawab Geovano segera keluar dari ruangan Faris lalu pergi membelikan rujak pesanan sang istri.
"Dasar anak itu,dia menikah tanpa memberitahuku,awas saja kau Geo",geram Faris yang kesal dengan sekretarisnya itu.
***
Kaira melangkah keluar dari ruangan praktek dengan menahan gejolak perutnya yang tiba tiba saja mual.Selama praktek berlangsung Kaira berusaha menahan rasa mualnya.Ia tak mau izin lagi, menyebabkan ia mengulang materi itu kembali.
Kaira langsung melangkah menuju toilet untuk mengeluarkan sesuatu yang ia tahan didalam mulutnya.Namun tiba tiba Hadi menghadangnya membuat wanita itu kesal.
"Kaira kamu mau kemana?",tanya Hadi yang melihat wajah Kaira yang memerah menahan sesuatu.
Kaira mengisyaratkan untuk Hadi menyingkir dari hadapannya karena ia sungguh tak tahan lagi.
"Hai kamu kenapa?",tanya Hadi.
Hoek
"Kai--
"Salahmu,aku sudah meminta kamu menyingkir bukan",jawab Kaira tanpa merasa bersalah karena cairan muntahnya mengenai pakaian Hadi.
Kaira meninggalkan Hadi begitu saja menuju toilet untuk mencuci mulutnya.Ia tak peduli dengan pria itu, baginya Hadi lah yang salah sudah menghalangi langkahnya.
Sementara itu Hadi mengumpat karena pakaiannya yang terkena muntahan Kaira.Niatnya mendatangi Kaira untuk memberikan tugas pada wanita itu karena kemarin Kaira gak mengikuti kuliah daring nya saat jam pelajarannya.Sekarang ia mengajar di kelas Kaira menggantikan salah satu dosen yang izin cuti melahirkan.
Hadi kembali ke ruangannya, beruntung ia memiliki beberapa pasangan pakaian ganti disini.Dan ya ia juga beruntung tak ada mahasiswa yang melihat kejadian tadi hingga ia tak perlu malu.
"Dasar anak itu.Kalau bukan dia hamil sudah aku berikan hukuman", gerutu Hadi.Ia sudah tau kehamilan Kaira dari Kakaknya, Martin.
__ADS_1
...*************...