
"Kamu hati hati ya Kak",ujar Dea menyalami punggung tangan Kalen saat akan turun dari mobil.
"Ya..."
Cup
"Manis...",ujar Kalen melepaskan pagutannya di bibir Dea sembari menghapus jejak salivanya.
"Mesum...",jawab Dea.
"Itu suplemenku sayang.Agar aku semangat bekerja",ujar Kalen.
"Ya ya... aku turun dulu Kak",jawab Dea membuka pintu mobil.
"Ingat jangan genit",ujar Kalen.
"Udah tekdung juga Kak, ngapain genit jika aku punya suami setampan dan sekaya kamu Kak",jawab Dea.
"Hehehe...aku hanya takut baby.Kehamilan kamu belum begitu terlihat dan disini mahasiswanya tampan semua",ujar Kalen.
"Hufff... ya sudah kenapa kamu gak jadi dosen disini aja sekalian Kak,biar bisa mengawasi ku",kesal Dea karena sifat posesif sang suami kumat lagi.
"Mungkin akan aku pikirkan sayang",jawab Kalen.
"Hah?"
"Kenapa?,aku juga mantan dosen jika kamu lupa",jawab Kalen.
"Ck... terserah kamu aja Kak",ujar Dea benar benar turun dari mobil.
"Baby...nanti aku akan menjemputmu", teriak Kalen saat Dea sudah melangkah menuju kelasnya.
Dea tersenyum tipis seraya mengangguk pelan lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju kelasnya.
Dea memasukinya kelasnya yang kali ini di dominasi oleh laki laki.Hanya ada beberapa mahasiswi namun ia tak cukup dekat dengan mereka.Dea memilih untuk tak banyak bergaul dengan mereka hanya sesekali jika ada tugas kelompok.
Seperti saat ini Dea duduk di deretan bangku nomor dua dari belakang.Ia begitu fokus dengan penjelasan dosennya didepan.Ia bertekad ingin cepat lulus dengan waktu singkat agar bisa membanggakan suaminya.
Namun tanpa Dea sadari seseorang beberapa kali mencuri pandang padanya.Sesekali pria itu mengambil foto Dea dan menyimpannya pada galeri ponselnya.
Mungkin Dea terlalu cuek dan juga karena ia telah menikah sehingga bisa tak begitu peduli dengan sekitarnya.Tanpa ia sadari kecantikan alaminya membuat kaum Adam tak bisa berhenti menoleh padanya.Jika saja Kalen tau maka ia pasti menyesal telah memasukkan Dea ke kampus ini.
__ADS_1
"Dea..."
Dea mengehentikan langkah saat akan keluar dari kelas.Kebetulan hari ini hanya ada satu mata kuliah.
"Ya..."
"Maaf...ini buku kamu ketinggalan",ujar seseorang menyerahkan sebuah buku pada Dea.
"Iya--
"Gavi...panggil aku Gavi,kamu mahasiswi baru ya?",tanya pria itu.
"Oh terimakasih Ga-Gavi,iya aku mahasiswi baru dan baru dua hari kuliah disini",jawab Dea.
"Oh...mau pulang bareng?",tanya pria bernama Gavi itu penuh harap.
"Oh maaf...aku ada yang menjemput,sekali lagi terimakasih ya",ujar Dea melangkah meninggalkan pria itu yang tersenyum tipis melihat kepergian Dea.
Dea melangkah menuju parkiran dan ternyata sang suami sudah menunggunya dengan duduk diatas kap mobil seraya bersidekap di dada.Hal itu membuat para mahasiswi yang berlalu lalang menatap pria itu penuh kagum.
Dea yang melihatnya tampak kesal dengan sang suami yang sengaja mencari perhatian kaum hawa.
"Kak..."
"Ya..."
"Ayo masuk...!",ujar Kalen membukakan pintu mobil untuk Dea.
"Terimakasih Kak...",jawab Dea tersenyum tipis.
"Ya baby...",balas Kalen tersenyum melihat tingkah sang istri.
Setelah memastikan sang istri duduk dengan nyaman Kalen menutup pintu mobil.Lalu mengitari mobil dan masuk ke dalam mobil, duduk dibelakang kemudi.
"Kita mau kemana Kak?",tanya Dea saat Kalen menjalankan mobilnya.
"Rahasia...",jawab Kalen.
"Ish... katakan saja Kak!",ujar Dea.
"Nanti juga kamu tau baby",jawab Kalen
__ADS_1
tersenyum tipis.
***
"Apakah sudah sampai Kak?", tanya Dea saat Kalen menghentikan mobilnya.
"Belum...tapi mata kamu harus ditutup dulu",jawab Kalen mengeluarkan sapu tangannya.
"Tapi--
"Jangan kuawatir baby,aku tak akan mencelakai kamu",ujar Kalen menutup mata Dea dengan sapu tangan miliknya.
Kalen kembali kembali melanjutkan perjalanannya menuju suatu tempat.Ia tersenyum tipis melihat sang istri yang tampak risih karena matanya tertutup.
Tak lama mereka sampai di suatu tempat,Kalen pun turun lebih dahulu lalu kemudian membantu Dea untuk turun.
"Kak...kita ada dimana?",tanya Dea.
"Sabar baby, sebentar lagi kamu juga akan tau",jawab Kalen menuntun Dea untuk berjalan memasuki sebuah Villa.
"Kak... sudah boleh dibuka belum?",tanya Dea.
"Boleh...",jawab Kalen membantu Dea membuka penutup mata sang istri.
"Kak ini--
"Happy birthday baby...",ujar Kalen.
"Kak--Dea menatap sebuah meja yang sudah dihias sedemikian rupa dan terdapat sebuah kue tart yang bertulisan happy birthday my wife dan lilin dengan angka 20.
"Selamat ulang tahun sayang,semoga panjang umur dan menjadi istri soleha serta ibu yang baik nantinya untuk anak anak kita",ujar Kalen memeluk Dea dari belakang lalu mengecup pipi sang istri dengan lembut.
"Terimakasih Kak,aku pikir kamu tak mengingatnya",jawab Dea.
"Maaf jika terlambat",ujar Kalen.
"Tak apa Kak...",jawab Dea tersenyum penuh kebahagiaan.
"Ayo tiup lilin dulu",ujar Kalen menyalakan lilin.
"Ya Kak..."
__ADS_1
...****************...