Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
extra part 3


__ADS_3

"A-apa yang mau kau lakukan,ha?",pekik Sisi dengan raut penuh ketakutan.


"Tentunya memberikan pelajaran pada tanganmu yang sudah berusaha mencelakai keponakan kesayanganku",jawab Diana dengan senyuman iblisnya.


"Dasar wanita psikopat", teriak Sisi.


"Hahahaha...makanya berpikirlah dua kali jika ingin mengusik seorang Kalendra.Kau pikir kau itu lebih dari Dea ha?. Sedikit saja kau tak sebanding dengan adik iparku itu",ujar Diana menghentikan tawanya.


"Diana ...aku tak memiliki banyak waktu,anak dan istriku jauh lebih penting untukku saat ini",ujar Kalen.


"Baiklah...aku tadi hanya mencoba mengatakan jika dia dan Dea itu tak sebanding",jawab Diana tersenyum miring.


"Mari kita bersenang senang Nona manis",ujar Diana meraih kemari Sisi yang sudah terlihat pucat pasi.


"Aaaaa....sa...kkittt", teriak Sisi membuat Diana tertawa senang.Seketika bau anyir darah menyeruak diruangan itu.


"Sakit, hum?",ujar Diana tersenyum miring.


"Biadap kau wanita setan", teriak Sisi.


"Hahahaha....itulah aku.Kau jauh lebih dari seorang setan yang tega menyakiti nyawa tak berdosa",ujar Diana mencengkram kuat dagu wanita itu karena begitu geram dengan kelakuannya.


"Dan aku senang melihat mendengar teriakanmu Nona",ujar Diana kembali mengeksekusi jari tangan wanita itu.


"Aaaaa... saaakkkiitt... biadap", teriak Sisi dengan air mata yang sudah bercucuran.


"Ah... ia sungguh menyenangkan Kalen,sudah lama aku tak mendengar teriakan dari maiananku",ujar Diana tertawa puas.


Sisi tampak sudah pucat akibat darah yang terus mengucur.


"Obati dia,lalu suntikan obat yang ada di brangkas!",ujar Kalen.


"Ck... kenapa tak langsung dihabisi saja Kalen",ujar Diana berdecak kesal.


"Kematian terlalu mudah untuknya",jawab Kalen beranjak pergi.


"Ck ...kau merepotkanku saja wanita j****g",gerutu Diana yang harus menghentikan darah yang mengalir di tangan wanita itu.


Setelah selesai dengan tugasnya dan menyuntikan obat yang dimaksud Kalen,Diana membawa wanita yang setengah sadar itu kesuatu tempat.

__ADS_1


Diana menurunkan gadis itu didearah yang jauh dari pemukiman penduduk.Setelahnya ia meninggalkan wanita itu.


"Wanita yang malang", gumam Diana melajukan mobilnya meninggalkan Sisi yang tergeletak di pinggir jalan.


***


Kalen membuka pintu ruang rawat sang putri, tampak disana ada Mamanya yang sedang berbincang dengan Dea,istrinya.


"Dari mana kamu Kalen?",tanya Marisa menatap tajam sang anak.


"Memberi pelajaran pada wanita itu",jawab Kalen.


"By...kenapa lama,Rania menangis nyariin kamu dari tadi hingga tertidur karena capek menangis",ujar Dea.


Kalen menghampiri sang putri yang tidur terlelap.Masih terlihat ada sisa air mata disudut mata gadis manis itu.


"Maafkan Papi sayang meninggalkan kamu terlalu lama", bisik Kalen mengecup pipi chubby sang putri.


"By,siapa pelakunya?",tanya Dea menatap Kalen.


"Huffhhh...Sisi",jawab Kalen.


"Ya Allah...By.Padahal kurang baik apa kita sama dia",lirih Dea.


"Ya Ma...kita salah",jawab Dea.


"Ya sudah...Mama akan carikan kalian baby sitter yang--


"Gak usah Ma...aku saja.Lagian dirumah ada pelayan yang bisa kita percaya",jawab Dea.


"Tapi sayang.Kami kuliah loh",ujar Marisa.


"Aku bisa daring dulu Ma,aku gak mau kejadian ini terjadi lagi.Kasihan Rania Ma",jawab Dea dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang...hai.Jangan menangis lagi!,Rania baik baik saja",ujar Kalen menghampiri sang istri yang tampak rapuh.


"Wajar Kalen Dea menangis Kalen.Ibu mana yang tak hancur hatinya jika tau putrinya disakiti orang lain", timpal Marisa.


"By,Kapan Rania bisa pulang?",tanya Dea.

__ADS_1


"Besok sayang,aku harus memastikan dulu keadaannya hari ini",jawab Kalen.


"Ma...Kai bagaimana?", tanya Kalen.


"Huffhhh adikmu itu masih saja tak mau mengakui perasaannya pada Mika.Padahal Mama sudah berusaha mendekatkan mereka dengan menjadikan Mika asisten Mama dibutik",jawab Marisa.


"Nikahkan saja Ma,kayak aku sama Dea dulu",ujar Kalen.


"Beda Kalen.Mama tau kamu dan Dea dulunya ada perasaan saat masih kecil tapi Mika itu berbeda dengan Dea.Ia sedikit pendiam dan tak banyak bicara dan orangnya juga dingin",jawab Marisa.


"Tapi Mika itu orangnya terlalu insecuere Ma",jawab Dea.


"Ya kamu benar",jawab Marisa membenarkan ucapan menantunya itu.


Ceklek


"Assalamualaikum..."


"Waalaikum salam..."


"Hai Dea..."


"Kak Diana...ayo duduk!",ujar Dea menyambut kedatangan Diana.


"Ini untuk keponakan lucu aku",ujar Diana memberikan paper bag pada Dea lalu menghampiri Rania yang tertidur.


"Terimakasih Kak Diana",jawab Dea.


"Ya..."


"Hai keponakan Aunty.Maaf ya baru datang", bisik Diana mengusap pipi cubby Rania.


"Diana gimana kabar Mama kamu di Thailand?", tanya Marisa.


"Terakhir telponan baik Tan",jawab Diana.


"Syukurlah...",ujar Marisa.


Mereka berbincang hangat sembari,tapi tidak dengan Kalen ia duduk disamping tempat tidur.Menuggu sang putri membuka matanya yang dari tadi mencari keberadaanya.

__ADS_1


...****************...


ini terakhir ya.tunggu kelanjutannya di season dua.Tetap disini ya


__ADS_2