
"Ayo duduk...",ujar Kalen menarik kursi untuk Dea.
"Kak...kamu yang menyiapkan semua ini?",ujar Dea menatap meja yang terhidang dengan menu kesukaannya.
"Ya... kamu suka,aku sengaja mengajakmu dinner malam ini untuk merayakan hari kelahiranmu",jawab Kalen.
"Ya Kak.Tapi tidakkah ini berlebihan?",tanya Dea.
"Tidak baby...kamu memang pantas mendapatkannya",jawab Kalen mengecup punggung tangan Dea dengan begitu lembut.
"Tapi ini gratis kan?",sindir Dea membuat Kalen terkekeh geli.
"Ya... ini gratis", kekeh Kalen teringat pergumulan mereka tadi siang.
Dea tersenyum tipis membalas kekehan Kalen.Ia begitu bahagia dengan semua apa yang Kalen berikan padanya.Ia tak pernah bermimpi akan mendapatkan hadiah sebanyak ini dihari kelahirannya.Karena selama ini tak pernah seorangpun yang memberikannya hadiah di hari ulangtahunnya.
Keduanya menikmati malam indah itu bersama.Hari itu menjadi hari yang paling indah dalam hidup Dea.Merayakan hari lahirnya bersama pria yang dicintainya.Tak hanya itu Kalen juga memberikan hadiah yang gak kaleng kaleng yaitu sertifikat rumah mewah yang mereka tempati diatas namakan untuk Dea.
"Kak...sungguh aku tak pernah meminta apapun,tapi kenapa kamu memberikan hadiah sebanyak ini Kak?",ujar Dea dengan mata berkaca-kaca.
"Hai...kamu pantas mendapatkannya baby.Ini tak seberapa dari berharganya kamu untukku",jawab Kalen menghapus jejak air mata dipipi sang istri.
"Tapi...aku seperti wanita matre Kak",lirih Dea.
"Jikapun kamu matre aku tak peduli,mintalah apapun yang kamu mau padaku.Jika aku mampu aku akan mengabulkan semua keinginanmu",ujar Kalen mengenggam erat kedua jemari tangan Dea dengan lembut lalu mengecupnya.
"Aku hanya minta satu hal sama kamu Kak, jangan pernah meninggalkanku",lirih Dea.
__ADS_1
"Itu takkan pernah terjadi baby,kamu adalah tujuan hidupku.Aku tak bisa membayangkan tanpa adanya dirimu di sisiku",jawab Kalen membawa Dea kedalam pelukannya.
"Aku bahagia Kak, sungguh bahagia", lirih Dea membenamkan wajahnya di dada bidang Kalen.
"Aku juga sayang...jauh lebih bahagia",jawab Kalen mempererat pelukannya.
"Ayo kita pulang",ujar Kalen melirik jam mewah miliknya.
"Ya Kak...",jawab Dea tersenyum tipis lalu merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.
Kalen meninggalkan restoran itu menuju kediamannya.Cukup jauh memang tapi itu lebih baik karena esok pagi ia ada meeting dikantor jika harus kembali lagi ke Villa.
"Apalagi yang kamu inginkan sayang?, katakan saja!.Jangan memendamnya karena aku tak suka akan hal itu",ujar Kalen.
"Gak Kak,oh ya kuda tadi gimana?", tanya Dea yang teringat akan kuda yang dihadiahkan Kalen untuknya.
"Nanti akan ada orang yang mengurusnya baby,tenang saja,oke",jawab Kalen tersenyum tipis melirik sang istri yang tampak panik.
"Ya..."
Dea mengerutkan keningnya mencoba mengingat kejadian di kampus."Oh...aku gak ingat namanya Kak,tadi dia memberikan buku ku yang ketinggalan dimeja",jawab Dea.
"Kamu tak memeriksa buku itu?",tanya Kalen.
"Gak...ada apa memangnya Kak?",tanya Dea.
"Tidak... bukan apa apa",jawab Kalen menghembuskan nafas panjang.
__ADS_1
Tadi saat ia memasukkan tas Dea ke dalam mobil ia tak sengaja menjatuhkan buku Dea dan disana tertulis.Hubungi aku "GAVI". Lengkap dengan nomor telepon pria itu.Hal itu membuat Kalen meradang tapi demi hari bahagia sang istri ia berusaha untuk tak menanyakan apapun dulu setelah kejutannya selesai.Setidaknya Dea tak menggubris pria itu.
"Jauhi pria itu baby",ujar Kalen datar.
"Huffhhh...ya Kak.Lagian--
"Aku tau itu.Kamu tak akan mengecewakanku.Oh ya kapan perut kamu akan membesar sayang agar tak ada lagi pria yang mendekatimu",ujar Kalen dengan mode posesifnya.
"Kak...ini baru memasuki delapan minggu.Wajar perut aku belum kelihatan,aku juga tak akan menggubris mereka yang mendekatiku.Kamu sudah mengikatku Kak",ujar Dea mengusap perutnya yang mulai sedikit terlihat membuncit.
"Maafkan aku baby,aku terlalu takut kamu meninggalkanku demi--
"Sssttt...jangan mengatakannya lagi Kak.Aku bukan wanita yang mudah jatuh cinta.Kamu sudah berhasil mencapai tujuanmu untuk membuatku hamil agar tak ada lagi pria yang mendekatiku.Lalu apa lagi yang kamu takutkan Kak?", tanya Dea.
"Mungkin karena rasa ini terlalu dalam sehingga rasa takut itu juga makin besar baby",jawab Kalen mengusap rambut panjang Dea dengan lembut.
"Terimakasih untuk itu",ujar Dea.
"Ya..."
***
"Baby...mulai hari ini akan ada yang mengantar jemput kamu kemanapun kamu akan pergi.Aku sudah menyiapkan sopir pribadi sekaligus pengawal pribadi untuk kamu karena aku akan sedikit sibuk dikantor",ujar Kalen pagi ini setelah mereka sarapan bersama.
"Tapi Kak,aku risih berdekatan dengan pria asing",jawab Dea.
"Aku tak sebodoh itu membiarkan wanitaku diantar pria lain sayang.Sopir kamu itu perempuan jadi bisa jadi temanmu",ujar Kalen.
__ADS_1
"Baiklah Kak..."
...****************...