Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Gara gara punggung


__ADS_3

Faris mengangguk pelan dengan wajah datarnya.Wanita paruh baya itu tersenyum getir saat uluran tangannya yang menggantung di udara.


Kaira menyambut uluran tangan wanita paruh baya itu agar wanita itu tidak malu karena beberapa orang menatap ke arah mereka.


"Terimakasih ucapannya Bibi",ujar Kaira tersenyum tipis.


"Ya...kamu sangat cantik.Pantas Faris sangat mencintaimu",puji wanita paruh baya itu membuat Faris tersenyum miring menatap datar wanita itu.


"Terimakasih pujiannya Bibi,cantik itu relatif.Yang penting itu kecantikan hati",jawab Kaira membuat wanita paruh baya itu tersentil.


"Ya kamu benar.Sekali lagi selamat atas pernikahan kalian semoga langgeng dan segera diberikan momongan",ujar wanita paruh itu.


"Ya Bibi, terimakasih ucapannya",jawab Kaira.


Wanita paruh baya itu turun dari panggung pelaminan meninggalkan kedua pengantin itu.


"Mas...kamu kenapa?",tanya Kaira.


Faris tersenyum tipis."Tidak apa apa",jawab Faris.


"Bibi tadi Mamanya kak Ayuni kan?",tanya Kaira mengenggam tangan sang istri.


"Iya sayang.Jangan bahas dia lagi ya",jawab Faris.


"Ya Mas...",jawab Kaira mengulum senyumnya.


Pesta pernikahan mereka berjalan begitu sangat meriah dan tentunya mewah.Para tamu undangan yang kebanyakan dari koleganya dari kedua belah pihak keluarga.Juga karyawan AMJ Grup dan juga karyawan dari perusahaan Faris.


Tamu undangan ternyata lebih banyak dari undangan yang disebar.Pengantin nampak kelelahan menyalami para tamu yang yang hadir.


Waktu sudah menunjukkan jam 22:00 WIB,para tamu undangan satu persatu sudah mulai pulang.Meski masih ada satu atau dua tamu yang baru hadir dikarenakan macet dijalan.


"Capek?",tanya Faris dengan lembut membantu sang istri untuk duduk kembali setelah menyalami para tamu.


"Sedikit Mas...",jawab Kaira.


"Tunggu sebentar lagi ya, setelah itu kita ke kamar biar kamu bisa istirahat",ujar Faris.


"Iya Mas...",jawab Kaira.


"Ra..."

__ADS_1


"Kak Dea...kok Rania belum tidur?",tanya Kaira melihat Rania masih terjaga.


"Dia tadi siang tidurnya lama Ra,baru bangun sebelum magrib makanya masih melek sampai sekarang",jawab Dea yang datang bersama Kalen.


"Oh..."


"Ty... duduk",ujar gadis itu menunjuk tempat duduk Kaira.


"Rania mau duduk disini?",tanya Kaira.


"Iya...",jawab gadis itu merengek minta di turunkan.


"Jangan ganggu Aunty sayang",jawab Dea.


"Ris... tiketnya sudah kamu terima?", tanya Kalen.


"Sudah Kak,apa tidak terlalu berlebihan?",tanya Faris.


"Tidak... setelah ini aku juga akan ajak Dea kesana", jawab Kalen.


"Terimakasih Kak...",jawab Faris yang tak menyangka dirinya akan memanggil mantan atasannya itu dengan sebutan Kakak.


"Ya... berangkatlah besok pagi",ujar Kalen.


Mereka melakukan sesi foto bersama dan kemudian turun dari panggung dengan Kalen menggendong Rania.


Kemudian disusul oleh Kaisan dan Mika yang juga menyalami keduanya.Pasangan suami istri itu tampak begitu serasi.Mika sangat cantik dengan gaun tertutupnya menyamarkan perutnya yang sedikit sudah mulai kelihatan.


"Jadi istri yang baik Ra,patuh dan jangan membangkang",ujar Kaisan.


"Iya Kak...",jawab Kaira.


"Ya sudah Kakak pamit pulang ya,Mika mulai kecapekan karena menemani Kakak menyapa kolega kita",ujar Kaisan.


"Iya Kak,hati hati ya",jawab Kaira.


Beberapa jam kemudian para tamu undangan berangsur-angsur pulang.Kaira benar benar lelah saat ini.


"Faris kamu bawa Kaira ke kamar ya, kasihan sudah kecepekan",ujar Rendra menghampiri anak menantunya.


"Bagaimana dengan tamunya Pa?",tanya Faris.

__ADS_1


"Biar menjadi urusan Papa dan Kakek kalian"jawab Rendra.


"Baiklah Pa",jawab Faris.


Faris menuntun Kaira meninggalkan panggung pelaminan.Kedunya melangkah dengan pelan menuju lift karena Kaira betul betul lelah saat ini.


Setibanya di dalam lift Faris membawa menyandarkan kepala sang istri di dada bidangnya.


Kaira tidak memprotes sama sekali dan malah merasa begitu nyaman.Gadis itu memejamkan kedua matanya melihat itu Faris menyunggingkan senyumannya lalu mengecup pucuk kepala Kaira dengan lembut.


Ting


Faris mengangkat tubuh Kaira alah bridal style lalu keluar dari lift menuju kamar pengantin mereka.


Kaira mengalungkan kedua tangannya dileher Faris dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami.


Faris meminta Kaira untuk mengambil kunci kamar di saku jasnya.Kemudian gadis itu membuka pintu kamar.Aroma bunga mawar segar ditambah aroma terapi menusuk hidung Kaira.Pria itu mendudukkan Kaira of bibir ranjang lalu berjongkok menyibak gaun Kaira untuk membukakan high heels yang ditujukan sang istri.


"Mas kamu mau apa?",tanya Kaira tersentak kaget karena Faris menyentuh kakinya.


"Mas membukakan high heels kamu sayang,jadi diamlah",jawab Faris.


"Tapi--


Faris tak menghiraukan protes dari sang istri dan tetap melanjutkan membuka sepatu yang istrinya kenakan.


"Selesai,kamu mandi ya,baju ganti kamu ada di koper itu",ujar Faris menunjuk dua buah koper disudut ruangan.


"Ya... tapi--


"Tapi apa sayang?",tanya Faris menggerutkan keningnya.


"Bantu aku membukakan kancing gaunnya Mas",jawab Kaira berdiri dari duduknya lalu membelakangi Faris.


Faris dengan sigap langsung membantu sang istri untuk membuka kancing gaun pengantinnya.Pria itu meneguk salivanya saat melihat punggung mulus Kaira terpampang dihadapannya.Tangan pria itu bergerak mengusap lembut dengan punggung tangannya membuat Kaira tersentak kaget lalu memejamkan kedua matanya.


"Mandilah...!,bawah pakaian gantimu sekalian",ujar Faris membuat Kaira membuka kedua matanya dan terlihat sedikit kecewa karena Faris menghentikan sentuhannya.


Kaira melotot melihat isi kopernya yang berisi lingerie.Ia yakin malam ini Faris tidak akan melepaskannya.Kaira mengambil dengan asal lingerie itu dan membawanya ke kamar mandi.


Faris merebahkan tubuhnya diatas sofa dan melonggarkan ikatan dasinya yang sedari tadi mencekik lehernya.Tubuhnya terasa panas saat melihat punggung polos sang istri.

__ADS_1


"Ck...baru punggung saja kau telah terbangun boy", gumam Faris mengusap wajahnya kasar.


...****************...


__ADS_2