
Kaira berdiri dibalkon kamarnya menghirup udara malam yang menusuk kulitnya.Kata kata Kakak iparnya masih terngiang ditelinganya.
Bukan dia bermaksud untuk mempermainkan,dia hanya kasihan pada Faris.Gara gara Kakaknya,lebih tepatnya Mika
lebih memilih Kakaknya ketimbang pria itu hingga membuat Faris merubah sifatnya yang humbel menjadi pria datar dan dingin.
Dia hanya ingin membantu pria itu agar bisa sembuh dari lukanya.Jika bukan dirinya mungkin teman-temannya yang bisa membuat Faris kembali seperti dulu.
Ia akui dia cukup tertarik pada pria itu,tapi ia takut akan membuat pria itu kembali kecewa karena kedua orangtuanya begitu sangat selektif menyangkut pasangannya.
Faris memang cukup mapan dengan gaji yang diberikan sang Kakak yang cukup tinggi sesuai dengan pekerjaaan rangkap pria itu.Faris merupakan sekertaris sekaligus asisten pribadi Kalen dan juga orang kepercayaan Kalen mengelola perusahaan Kalen.
Untuk karir pria itu cukup diperhitungkan karena bisa mengembangkan perusahaan milik Kalen selama ini sebelum pria itu fokus pada perusahaannya.
Dalam karir mungkin pria itu sangat beruntung tapi tidak dengan kisah percintaannya.
Kaira menghembuskan nafas beratnya,mencoba berpikir untuk tak lagi mendekati pria itu yang bisa nantinya membuatnya terjebak dalam permainannya sendiri.
"Abaikan pria itu Kaira",monolog gadis itu.
Tok tok tok
Kaira melangkah masuk kedalam kamarnya saat pintu kamarnya diketuk.
Ceklek
"Kak Kalen..."
"Belum tidur?",tanya Kalen.
"Belum Kak", geleng Kaira.
"Boleh Kakak masuk?", tanya Kalen.
Kaira membukakan pintu kamarnya itu lebar lebar."Silahkan Kak!",jawab Kaira.
Kalen memasuki kamar Kaira,kamar yang sengaja Kalen persiapkan untuk adik kesayangannya itu jika menginap disini.
__ADS_1
Kalen duduk disalah satu sofa di kamar itu dan menatap sang adik yang sedang mengunci pintu balkon kamarnya.
"Kamu sendiri tadi berdiri disana?,apakah ada masalah?",tanya Kalen yang begitu tau dengan sifat Kaira.Gadis itu jika dalam masalah akan menghabiskan waktunya di balkon kamar menghirup udara malam agar gadis itu tenang.
"Tidak Kak,aku hanya ingin menikmati angin malam saja di sini yang ternyata cukup dingin",kilah Kaira duduk dibibir tempat tidur.
"Kakak tau kamu seperti apa Ra.Kakak tidak akan memaksamu untuk bercerita tapi apapun masalah yang kamu hadapi jangan memendamnya sendiri",ujar Kalen.
"Ya Kak..."
"Oh ya....besok malam kita ke acara pesta pernikahan sepupu dari Faris",ujar Kalen.
"Aku tak ikut Kak,aku disini saja",jawab Kaira.
"Tidak Ra,Kakak tidak bisa meninggalkan kamu sendirian dirumah",ujar Kalen.
"Tapi aku sungguh malas untuk pergi Kak",jawab Kaira memberikan asalan.
"Tak ada penolakan Kaira,kamu tau jika Kakak tak suka penolakan",ujar Kalen.
"Huffhhh baiklah",jawab Kaira.
"Ya Kak...maafkan aku yang keras kepala",jawab Kaira.
"Kamu adikku satu satunya yang harus ku jaga Ra,Kaisan sudah menemukan pasangan hidupnya tinggal kamu yang harus Kakak jaga",ujar Kalen berdiri dari duduknya lalu mengusap lembut kepala sang adik.
"Kak...boleh aku memelukmu?",tanya Kaira.
Kalen merentangkan kedua tangannya dan Kaira langsung memeluk Kakaknya itu.Pelukan yang sudah lama tidak ia rasakan semenjak Kakaknya menikah.
"Ternyata kamu sudah dewasa Ra, tidak lagi manja dan juga sering merajuk",ujar Kalen.
"Kak...mana ada seperti itu.Kakak ingat jika Kakak jarang tinggal di rumah semenjak menjalin hubungan dengan Kak Aluna dulu.Sejak saat itu kamu tak lagi mengenali adikmu ini yang sebenarnya tidaklah manja tapi--
"Cerewet...",ujar Kalen membuat gadis itu terkekeh.
"Ya...",jawab Kaira melepaskan pelukannya.
__ADS_1
***
"Mas...ayo masak mie ramen?",ujar Mika saat mereka menikmati malam mereka setelah pertempuran panas mereka.
"Malam begini?",tanya Kaisan.
"Huummm...aku lapar sekali karena kamu menggempurku tak ada habis habisnya",jawab Mika.
"Baiklah...ayo berpakaian.Lalu berwudhu saja, gak usah mandi",ujar Kaisan.
"Ya Mas...",jawab Mika menyambar gaun tidurnya lalu melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk berwudhu.
Sedangkan Kaisan,pria itu telah lebih dahulu turun kelantai dasar untuk membuatkan mie ramen untuk sang istri.
Sebenarnya ia tak suka Mika makan di jam hampir tengah malam.Tapi karena ulahnya wanita itu kelaparan jadi mau tak mau ia menuruti kemauan Mika kali ini.
"Mas...kamu bisa masaknya?",tanya Mika.
"Kamu lupa jika suamimu ini pemilik restoran yang juga menyajikan menu ini",jawab Kaisan yang fokus meracik bumbu.
"Ya ya...",ujar Mika yang duduk dimeja kitchen.
"Mas...aku kami izinkan kau bekerja lagi menjadi--
"No...kamu Nyonya Kaisan Atmaja sekarang, tugasmu hanya melayaniku saja.Mengerti",ujar Kaisan.
"Tapi--
"Aku tidak ingin kamu kelelahan dan menyulitkan kamu untuk hamil nantinya.Karena aku ingin kamu segera mengandung anakku",jawab Kaisan.
"Tapi jika belum bagaimana Mas?",tanya Mika.
"Jangan mendahului Tuhan sayang.Kita hanya berusaha tapi Tuhan lah yang mengaturnya",jawab Kaisan.
"Ini mie ramen mu",ujar Kaisan meletakkan sebuah mangkuk berisi mie ramen buatannya.
"Terimakasih my husband", ucap Mika tersenyum lebar lalu memulai menyuap mie itu dengan pelan.
__ADS_1
"Ya....my wife", jawab Kaisan ikut tersenyum lebar.
...****************...