Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Baby Rania


__ADS_3

Kalen mengusap sudut mata sang istri yang meneteskan air mata.


"Baby...buka mata kamu sayang",ujar Kalen yang sudah tau sebenarnya sang istri sudah melewati masa kritisnya.


"Maaf Tuan... biar saya periksa dulu",ujar dokter yang memasuki ruangan.


"Iya Dok...",jawab Kalen memberi ruang untuk dokter itu memeriksa keadaan Dea.


Kalen mengusap wajahnya kasar seraya mengucapkan syukur sang istri sudah melewati masa kritisnya.


"Pasien sudah melewati masa kritisnya,kami akan memindahkan ke ruang perawatan",ujar Dokter kandungan itu.


"Ya Dok... berikan kamar terbaik dirumah sakit ini",jawab Kalen.


"Ya... Tuan.Kami permisi dulu",ujar Dokter nitu pergi dari ruangan itu diikuti oleh dua orang perawat.


Kalen kembali menghampiri tempat tidur Dea,ia meraih jemari sang istri lalu mengecupnya dengan lembut.


"Syukurlah jika kamu sudah melewati masa kritismu baby",gumam Kalen menatap sang istri yang masih memejamkan matanya.


"Jika aku tak bangun,kamu akan menikah lagi Kak",ujar wanita itu membuka matanya.


Gluk


"Baby tadi aku hanya bercanda agar kamu segera sadar dari alam bawah sadarmu",jawab Kalen jujur karena ia sengaja berucap seperti itu agar Dea segera sadar.


"Alasanmu Kak...kamu pasti sudah memiliki calon penggantiku kan?", tuduh Dea.


"No baby... hanya kamu,kamu gak tahu betapa takutnya aku tadi saat kamu kritis.Aku merasa bersalah membuatmu hamil dan melahirkan anak kita.Jika aku tau keadaan kamu akan seperti ini aku akan melarangmu hamil",jawab Kalen.


"By...kamu bicara apa,ha?", tanya Dea yang kembali memanggil sang suami dengan sebutan hubby dan disingkat By.


"Sudah aku katakan bukan jika kamu melahirkan secara Caesar saja,tapi kamu malah--


"Ssttt...aku tak apa apa By, aku ingin bertemu anak kita.Apakah dia jagoan?",tanya Dea.


"Tidak...dia princess dan sangat cantik seperti Maminya ini",jawab Kalen.


"Maaf aku belum bisa memberikan anak laki laki sebagai cucu pertama dikeluarga kamu By",ujar Dea sendu.


"Tidak sayang...laki laki ataupun perempuan sama saja sayang.Dia putri kita yang kan menjadi kesayangan semua orang",jawab Kalen.


"Maaf Tuan kami harus memindahkan Nyonya Dea ke ruang perawatan",ujar dua orang perawat yang memasuki ruangan itu.


"Baiklah...aku tunggu diruang perawatanmu baby",ujar Kalen mengecup kening Dea cukup lama.


"Ya By...",jawab Dea tersenyum tipis.


Kalen melangkah keluar lebih dahulu untuk menemui semua orang yang ada didekatnya ruang bayi.


"Ma..."


"Nak... bagaimana keadaan Dea?", tanya Marisa dengan raut wajah kuawatir begitu juga dengan Sandra dan Dion yang datang beberapa menit yang lalu.


"Dea sudah melewati masa kritisnya Ma,dan sekarang sedang dipindahkan ke ruang rawat inap di lantai 3,kamar 345",jawab Kalen yang sudah memesan kamar rawat itu seri awal.

__ADS_1


"Alhamdulillah... syukur lah",ucap semua orang bersamaan.


"Ayo jeng kita kesana!",ujar Sandra yang gak sabar bertemu dengan putrinya itu.


"Ayo..."


Semua orang menuju ruang rawat inap Dea kecuali Kalen yang masih berdiri menatap putrinya yah tertidur dibalik kaca.


"Mami sudah bangun sayang,dan sebentar lagi kamu akan bertemu dengannya",gumam Kalen.


Kalen meninggalkan ruangan bayi itu dan meminta pada suster untuk mengantarkan bayi mereka keruang rawat Dea.


***


"Selamat sayang,kamu jadi ibu sekarang",ujar Sandra mengecup pucuk kepala sang putri.


"Iya Bu... terimakasih...",jawab Dea tersenyum tipis.


Semua orang bergantian mengucapkan selamat pada Dea.Wanita yang beberapa jam yang lalu itu resmi menjadi ibu muda itu begitu bahagia karena merasa di sayangi semua orang.


Tak lama pintu ruang rawat Dea terbuka dan Kalen memasuki ruangan itu bersama seorang suster yang mendorong boks bayi.


"Masaallah cantik sekali",puji Marisa melihat sang cucu yang begitu sangat cantik.


"Iya jeng...cantik.Seperti Dea saat bayi", timpal Sandra begitu bahagia melihat cucunya.


"Akhirnya aku jadi Kakek buyut juga",ujar Tuan Wiliam tersenyum bahagia.


"Selamat Pa, sudah menjadi Kakek buyut",ujar Rendra.


"Ya...selamat juga untuk kamu sudah menjadi Kakek",jawab Tuan Wiliam.


"Bakalan jadi kesayangan ini",ujar Kaira menghampiri bayi merah itu didalam gendongan Marisa.


"Iya dong aunty",jawab Marisa.


"Susui dulu Nak",ujar Marisa memberikan bayi itu pada Dea dengan begitu hati hati.


"Hati hati sayang...",ujar Kalen.


"Assalamualaikum...anak cantiknya Mami",ujar Dea menatap bayi itu dengan penuh cinta.


"Dia mirip kita berdua By",ujar Dea.


"Iya...wajahnya perpaduan kita berdua.Tapi matanya aku banget sayang",ujar Kalen.


"Iya...By",jawab Dea membenarkan ucapan sang suami.


"Kasih ASI dulu Dea",ujar Marisa lagi.


"Iya Ma..",jawab Dea.


Dengan sigap Kalen memasangkan kain penutup agar Dea bisa menyusui dengan aman meski ada pria lain disana.


"Kak...udah ada nama belum?",tanya Kaira.

__ADS_1


"Sudah...Devina Derania Atmaja",jawab Kalen.


"Dipanggil apa nih Kak?",tanya Kaisan.


"Rania...",jawab Kalen.


"Nama yang bagus...", timpal Tuan Wiliam


Satu persatu semua orang pulang meninggalkan Dea,Kalen dan Mika serta Kaisan.


"Hai...baby Rania...",ujar Mika menghampiri bayi yang sedang terjaga itu di boksnya lalu menoel gemas pipi lembut bayi merah itu.


Semua itu tak luput dari tatapan Kaisan yang tanpa ia sadari menatap Mika intens.


Hal itu tak luput juga dari Dea dan Kalen yang sedang menyuapi Dea makan.


"By, sebentar lagi akan ada yang jatuh cinta tuh",bisik Dea.


"Ya...biarkan saja sayang",jawab Kalen.


Ceklek


"Pak..."


"Faris...ayo masuk",ujar Kalen beramah tamah meski terdengar sedikit kaku.


"Ya..."


"Mik...kamu disini?",tanya Faris menatap sahabatnya itu yang sedang bermain dengan baby Rania.


"Iya Ris...kamu baru datang?",jawab Mika.


"Ya...dan ini untuk baby cantik ini",ujar Faris menyerahkan sebuah paper bag pada Dea.


"Terimakasih Paman Faris",jawab Dea.


"Masaallah... cantik sekali", puji Faris yang berdiri didekat Mika dan hampir berdempetan.


Hal itu membuat Kaisan sendikit tak suka,apalagi pria itu terlihat lebih dewasa sesuai kriteria pria idaman Mika.


"Kalian nikah aja,siapa tau bisa dapat anak cantik juga",ujar Kalen melirik sekilas reaksi sang adik.


Faris dan Mika tersenyum tipis tak mau menimpali guyonan Kalen.


Dea mengulum senyumanya melihat Kaisan yang tampak kesal.Ia tau sebenarnya Kaisan suka pada Mika tapi pria itu tampak tak percaya diri karena usianya lebih muda dari Mika.


Dea menulis sesuatu pada kertas lalu melemparkan pada Kaisan.


Kaisan gan yang terkejut menatap Dea penuh tanda tanya.


"Baca...", bisik Dea menunjuk kertas yang ia lempar.


Kaisan membuka gulungan kertas itu lalu membacanya.


Perjuangkan jika kamu suka Mika,aku akan membantu.

__ADS_1


Kaisan menatap sang Kakak Ipar yang mengancungkan jempolnya padanya.


...****************...


__ADS_2