Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
#222


__ADS_3

Faris mengendarai mobil dengan wajah terlihat berseri seri karena saat ini ia memiliki kekuatan untuk membuktikan diri karena adanya dukungan dari kekasih.


Jujur kejadian di lobi kantor tadi membuat mentalnya down.Tapi tak ada sedikitpun niatnya seperti yang dituduhkan oleh wanita itu.Meski Rendra secara gamblang sudah mengatakan akan menyerahkan pucuk pimpinan perusahaan utama AMJ Grup padanya tapi ia belum mau menjawabnya.Ia merasa tak pantas dan belum mampu memimpin perusahaan sebesar itu.


ia sudah bertekad untuk membesarkan perusahaaanya sendiri.Kini tekad itu semakin besar karena ia memiliki dukungan dari orang yang ia cintai.


Ting


Kak Kaisan


[Ra...nitip dibeli rujak mangga ya]


******Iya kak******...


"Mas...kita cari cari rujak mangga dulu ya",ujar Kaira.


"Ha?"


"Kak Kaisan yang pesan",jawab Kaira.


"Oh..."


"Kamu gak ada yang mau dibeli?",tanya Faris.


"Tidak...",jawab Kaira.


"Mas...tuh ada yah jual rujak", tunjuk Kaira.


"Ya... sebentar aku cari tempat parkir dulu",jawab Faris.


Kaira turun membeli rujak pesanan sang Kakak, entah siapa yang tengah mengidam ia tak tau.Tapi akan lucu rasanya jika Kakaknya lah yang mengidam begitulah pikir gadis itu.


"Pak,rujak mangganya satu",ujar Kaira.


"Pedas gak Neng?", tanya sang penjual.


"Hmmm beli dua aja deh Pak,satu pedas satu enggak",jawab Kaira karena takut salah beli.


"Ya Neng.."


Setelah mendapatkan dua bungkus rujak Kaira kembali memasuki mobil dimana Faris menunggunya.


"Kok kamu beli dua?", tanya Faris.


"Hehehe... iya.Aku gak tau mereka pesannya pedas apa enggak.Jadi beli aja dua satu pedas satu enggak", jawab Kaira terkekeh pelan.


"Aku kira kamu ikut beli",ujar Faris.


"Ih enggak,asem banget kayaknya",jawab Kaira.


"Hahaha...kamu gak suka mangga muda?",tanya Faris.


"Enggak...asem",jawab Kaira.


Tak lama mobil mereka sampai dikediaman Kaisan dan Mika.Kaira dan Faris turun dari mobil dan memencet bel rumah.


Ceklek


"Kak Farisnya ada tidak Bik?",tanya Kaira.

__ADS_1


"Maaf...Non siapa ya?",tanya pelayan itu karena ini adalah pertama kalinya ia berkunjung kerumahnya sang Kakak.Kaisan memang sudah mengirimkan alamat rumahnya pada Kaira beberapa hari yang lalu padanya.


"Saya adiknya Kak Kaisan",jawab Kaira yang memaklumi kewaspadaan pelayan karena Kakaknya pernah mengalami hal yang tidak mengenakan dirumah ini di awal pernikahan mereka.


"Silahkan masuk Non",ujar pelayan itu membukakan pintu rumah.


"Ya Bik, terimakasih..", jawab Kaira.


"Duduk dulu Non,saya panggilkan Tuan sebentar",ujar pelayan ramah.


"Iya...",jawab Kaira.


Tak lama Kaisan muncul dari dalam,pria yang berpakaian santai itu tersenyum senang melihat kedatangan sang adik.


"Kok gak langsung masuk Ra, Faris?",tanya Kaisan.


"Lagi mematuhi cara bertamu aja Kak",kekeh Kaira.


"Oh ya ..ini rujaknya",ujar Kaira menyerahkan bungkusan plastik pada Kaisan.


"Terimakasih ya Ra, Faris.Merepotkan kalian",ujar Kaisan.


"Ya Kak...",jawab Kaira.


"Loh kok dua ini Ra?", tanya Kaisan.


"Aku gak tau Kakak maunya pedas atau enggak jadi aku beli dua aja",jawab Kaira.


"Oh..."


"Ayo masuk...kita makan malam dulu,kalian pasti lapar kan",ujar Kaisan membawa sang adik dan Faris masuk ke dalam rumah besar itu.


"Lagi dikamar, istirahat baru selesai minum obat",jawab Kaisan.


"Rumah Kakak bagus",puji Kaira.


"Hehe...", jawab Kaisan cengengesan.


"Ayo....kita makan malam dulu,maaf jika Mika tidak ikut makan,dia sudah makan lebih dahulu karena harus minum obat",ujar Kaisan.


"Iya Kak...",jawab Kaira.


Faris hanya diam saja,ada rasa canggung antara kedua pria itu.Dulu mereka merupakan rival untuk menaklukan hati Mika,tapi kini keadaan merubah semuanya.Sebentar lagi mereka akan menjadi ipar.


"Kalian menginapkan?,besok kan libur",ujar Kaisan.


Kaira menoleh pada Faris yang tampak menggeleng."Maaf Kak,aku dan Mas Faris tidak bisa menginap.Mas Faris besok ada kerjaan",jawab Kaira.


"Kalian bisa kemalaman dijalan kalau tetap maksa mau balik",ujar Kaisan.


"Tidak apa Kok Kak",jawab Kaira.


Kaisan menatap Faris yang hanya diam saja dari tadi.Merasa ditatap Faris tersenyum tipis lalu membuang nafas berat.


"Aku akan mengantarkan Kaira dengan selamat sampai rumah nantinya Kaisan...",ujar Faris yang tau arti tatapan Kaisan padanya.


Kaisan mengangguk pelan lalu kembali melanjutkan makannya.Meski ia sedikit tidak tenang tapi ia percaya Faris tak akan berbuat buruk pada adiknya.Faris orang kepercayaan Kakaknya dan ia yakin Faris tak akan mengkhianati kepercayaan Kakaknya.


"Sebentar,Kakak akan mengambil dokumennya dulu diruang kerja Kakak",ujar Kaisan setelah menyelesaikan makan malamnya.

__ADS_1


"Iya Kak...",jawab Kaira.


"Ra..."


Kaira dan Faris menoleh pada seorang wanita yang terlihat pucat.


"Kak Mika...ya ampun Kakak pucat banget.Ayo duduk dulu Kak.Kata Kak Kaisan Kakak lagi istirahat",ujar Kaira yang begitu cerewetnya memapah Mika untuk duduk


"Kamu cerewetnya ngalahin Mama tau gak",kekeh Mika.


"Jika Kak Kaisan tau,dia pasti ngomel ini",ujar Kaira.


"Ya...kalian Adik Kakak sifatnya sama.Sama sama cerewet",jawab Mika.


"Selamat ya Kak,semoga siutun tetap sehat sampai lahiran",ujar Kaira mengusap lembut perut rata Mika.


"Aamiin..."


"Selamat ya Mik... semoga lancar hingga lahiran",ujar Faris yang dari tadi tampak diam saja.


"Iya Ris...kamu dan Kaira kapan nih.Jangan lama lama loh Ris,gak baik juga",jawab Mika.


"Insyaallah tahun depan...",jawab Faris.


"Kelamaan Ris,nanti Kairanya kepincut pria lain loh.Nikah sambil kuliah gak apa apa kok",kekeh Mika.


Faris hanya tersenyum tipis dan mengangguk pelan.Ia memang niatnya begitu tapi Kaira ingin menyelesaikan kuliahnya dulu.Lagian dia juga ingin mengembangkan perusahaannya dulu baru menjadikan Kaira istrinya.


"Gimana Ra, pacaran gak baik loh Ra.Agama kita juga melarang itu.Faris kan sudah mapan,tunggu apa lagi",ujar Mika pada sang adik ipar.


"Faris pasti banyak yang suka,hati hati loh Ra", bisik Mika.


"Apaan sih Kak...",jawab Kaira.


"Kamu jangan ngomong aneh aneh ya Mik sama Kaira",ujar Faris mempelototi Mika.


"Gak ada ya...tanya aja sama tunangan kamu ini",jawab Mika


"Mika jangan di dengarin Kai...",ujar Faris.


"Sayang...aku kan sudah bilang istirahat di kamar",ujar Kaisan yang datang membawa sebuah map.


"Bosan Mas,oh ya mana rujak aku?", tanya Mika.


"Nih...",ujar Kaisan menunjukkan kantong plastik berisi rujak.


"Pedas kan Mas", tanya Mika.


"Ya ...",jawab Kaisan.


"Ra...ini dokumennya.Maaf bukan maksud mengusir sebaiknya kalian berangkat sekarang agar tidak kemalaman dijalan",ujar Kaisan.


"Iya Kak...",jawab Kaira.


"Kalian gak nginap?", tanya Mika.


"Tidak Kak...Mas Faris besok harus ngurus restorannya",jawab Kaira.


"Oh..."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2